Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Mental yang Baik

14 Agt 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Jaga kesehatan mental Anda sebagai cara menjaga kesehatan jantung
Menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari cara menjaga kesehatan jantung

Mempertahankan kesehatan mental merupakan salah satu cara menjaga kesehatan jantung yang sering terlewat. Padahal, selain berolahraga secara teratur dan menjaga asupan makanan, menjalani langkah-langkah untuk menghindari depresi, juga bisa mengurangi risiko munculnya penyakit jantung.

Gangguan mental sebagai penyebab penyakit jantung

Belum banyak yang tahu, kesehatan mental dan kesehatan jantung sebenarnya adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Menderita penyakit jantung, bisa membuat kondisi mental seseorang terganggu.

Begitu juga sebaliknya. Jika kondisi kesehatan mental kurang baik, maka risiko seseorang terkena penyakit jantung pun akan meningkat. Gangguan mental yang kerap dikaitkan dengan penyakit jantung adalah depresi dan gangguan kecemasan. Seperti apa kaitannya?

Gangguan mental termasuk depresi, membuat penderitanya mengadopsi perilaku-perilaku yang bisa membahayakan kesehatan, seperti:

  • Mengonsumsi makanan yang tidak sehat
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Tidak pernah berolahraga

Sebagian besar penderita depresi pernah atau memiliki kebiasaan merokok. Berbeda dari kelompok populasi yang tidak menderita depresi. Angka kebiasaan merokok mereka yang tidak mengalami depresi, hanya terhitung sebagian kecil dari populasi.

Cara menjaga kesehatan jantung dengan menjaga kesehatan mental

Ada tiga langkah yang bisa Anda lakukan sebagai cara menjaga kesehatan jantung melalui perbaikan kondisi psikologis, yaitu:

• Jaga pikiran agar tetap positif

Emosi positif, seperti kebahagiaan dan kesenangan, ternyata baik untuk kesehatan jantung. Sehingga, menjaga pikiran agar tetap positif adalah salah satu cara menjaga kesehatan jantung yang efektif.

Saat menghadapi masalah, cobalah ambil hikmahnya dan jangan terlalu lama bertahan dalam perasaan negatif seperti kesedihan, kecemasan, dan kemarahan.

Emosi atau perasaan negatif tersebut, dapat mengganggu kemampuan hati dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

• Cari cara yang efektif untuk menghadapi tekanan

Stres kronis, saat ini sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, meskipun dampak negatifnya terus kita rasakan. Walaupun menghilangkan stres secara keseluruhan mungkin sulit dijalani, namun Anda masih dapat mempersiapkan diri untuk bisa menghadapinya.

Sebagai contoh, diskusikanlah masalah yang Anda rasakan dengan keluarga atau teman. Jangan ragu untuk meminta bantuan, jika memang diperlukan. Lakukan juga langkah-langkah untuk mengurangi stres seperti yoga maupun kegiatan lain yang bisa membuat Anda lebih relaks.

Menjalani strategi yang tepat untuk menghadapi stres, dapat mengurangi perasaan cemas dan meningkatkan emosi positif. Hal tersebut akan membantu mengurangi tekanan kronis di jantung, sehingga risiko munculnya penyakit jantung pun akan berkurang.

• Berkumpul dan berkomunikasi bersama orang terdekat

Merasa kesepian bisa meningkatkan risiko timbulnya gangguan kecemasan, kesedihan, dan stres. Kondisi-kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda.

Di sisi lain, saat Anda berkumpul dengan orang-orang terdekat, otak akan mengubah sinyal yang dikirimkannya ke jantung melalui hormon tertentu, dan membuat jantung menjadi lebih relaks.

Cara menjaga kesehatan jantung melalui gaya hidup

Selain ketiga langkah di atas, masih ada sejumlah cara menjaga kesehatan jantung, dilihat dari sisi gaya hidup. Menjalani gaya hidup yang sehat juga dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi. Berikut ini tipsnya.

• Konsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, bisa membantu Anda merasa lebih baik dan menjaga fungsi jantung. Dengan begitu, risiko Anda mengalami penyakit jantung pun akan berkurang.

• Olahraga teratur

Olahraga merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perawatan depresi. Selain itu, olahraga secara teratur juga tentu akan membuat jantung Anda tetap sehat. Olahraga yang dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan jantung, seperti berlari, jogging, dan bersepeda. Lakukan selama minimal 150 menit dalam seminggu atau minimal 30 menit sehari setidaknya dalam 5 hari per minggu.

• Batasi konsumsi alkohol

Alkohol dapat menurunkan kadar hormon serotonin di tubuh. Serotonin adalah hormon yang berperan dalam mengatur suasan hati kita. Sehingga, semakin banyak mengonsumsi alkohol, maka Anda akan merasa semakin depresi.

Di sisi lain, konsumsi alkohol berlebih juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung. Pasalnya, kebiasaan ini dapat meningkatkan tekanan darah seseorang hingga ke tingkat yang berbahaya.

• Berhenti merokok

Banyak penderita depresi menggunakan rokok sebagai cara untuk merasa lebih relaks. Namun, kebiasaan merokok juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Sehingga, jika telah terdiagnosis depresi, lebih baik Anda mendiskusikannya dengan dokter, dan mencari cara relaksasi lain yang bisa dilakukan dan lebih sehat dari merokok.

Anda juga dapat meringankan perasaan stres dengan melakukan latihan pernapasan dan memanfaatkan kemampuan visualisasi, seperti membayangkan pemandangan indah atau memori yang membahagiakan. Memastikan Anda cukup istirahat dan cukup tidur juga bisa membantu.

Referensi

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/heart-disease-and-mental-health
Diakses pada 14 Agustus 2019

Mental Health America. https://www.mentalhealthamerica.net/conditions/depression-and-heart-disease
Diakses pada 14 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.mentalhealthamerica.net/conditions/depression-and-heart-disease
Diakses pada 14 Agustus 2019

University of Iowa Hospital & Clinics. https://uihc.org/health-topics/understanding-link-between-depression-and-heart-disease
Diakses pada 14 Agustus 2019

Psychology Today. https://uihc.org/health-topics/understanding-link-between-depression-and-heart-disease
Diakses pada 14 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top