logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

5 Cara Menjaga Air Ketuban Tidak Pecah Dini dengan Tepat

open-summary

Menjaga air ketuban tidak pecah dini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menjaga kebersihan organ intim.


close-summary

25 Okt 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Cara menjaga air ketuban tidak pecah dini dapat dilakukan dengan menghindari rokok

Ibu hamil harus menjaga air ketuban tidak pecah dini

Table of Content

  • Cara menjaga air ketuban tidak pecah dini
  • Bahaya ketuban pecah dini

Salah satu hal yang perlu dilakukan ibu hamil menjelang persalinan adalah menjaga air ketuban tidak pecah dini. Kondisi ini terjadi ketika ketuban pecah sebelum minggu ke-37 kehamilan. Ketuban pecah dini atau preterm prelabour rupture of membranes (PPROM) diperkirakan terjadi pada 3 dari 100 kehamilan.

Advertisement

Penyebab ketuban pecah dini tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang disinyalir dapat memicunya, yaitu infeksi pada organ reproduksi, kantung ketuban terlalu banyak meregang, merokok selama kehamilan, pernah menjalani operasi serviks, atau memiliki riwayat ketuban pecah sebelum waktunya. 

Cara menjaga air ketuban tidak pecah dini

Semakin dini ketuban pecah, maka semakin membahayakan ibu maupun janin. Oleh karena itu, berikut adalah cara menjaga air ketuban tidak pecah dini yang bisa Anda lakukan.

1. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

pemeriksaan kehamilan
Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin

Salah satu upaya penting dalam menjaga air ketuban tidak pecah dini adalah melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan. 

Pemeriksaan tersebut memungkinkan Anda untuk memantau kondisi janin, air ketuban, maupun hal lainnya yang berkaitan dengan kehamilan Anda. Selain itu, masalah pada kehamilan juga dapat terdeteksi lebih awal jika Anda rutin memeriksakannya.

Idealnya, pemeriksaan kehamilan sebulan sekali namun dapat dilakukan minimal 4 kali selama hamil, yaitu 1 kali pada trimester satu, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester tiga.

2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Cara lain untuk menjaga air ketuban agar tidak pecah sebelum waktunya adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Asupan ibu hamil sangatlah penting untuk diperhatikan. 

Pastikan Anda memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan sehat lainnya. Jangan lupa pula untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda supaya kualitas air ketuban tetap terjaga dan tubuh tidak dehidrasi.

3. Tidak merokok

ibu hamil tidak boleh merokok
Ibu hamil harus menghindari rokok

Ibu hamil tidak boleh merokok untuk menjaga air ketuban tidak pecah dini. Selain ketuban pecah terlalu cepat, merokok selama kehamilan juga dikaitkan dengan berbagai risiko berbahaya, seperti plasenta letak rendah, plasenta copot sebelum waktunya, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau cacat lahir.

Ibu hamil juga sebaiknya menghindari kontak langsung dengan perokok agar asap rokok tidak terhirup. Jika suami atau anggota keluarga lain dalam satu rumah ada yang merokok, ingatkan untuk tidak merokok di depan Anda.

4. Menjaga kebersihan organ intim

Infeksi pada organ intim dapat menimbulkan risiko ketuban pecah dini, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta kerusakan mata dan paru-paru pada bayi baru lahir. Pasalnya, area organ intim yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman atau bakteri berkembang, bahkan hingga menyerang selaput ketuban.

Jadi, cara menjaga air ketuban agar tidak pecah adalah dengan membersihkan organ intim secara tepat. Setelah buang air kecil, pastikan Anda menyekanya dari depan ke belakang. Selain itu, gantilah celana dalam minimal dua kali sehari, terutama jika sudah terasa lembap.

5. Mengonsumsi suplemen vitamin C

Jika ibu hamil memiliki riwayat ketuban pecah dini, mengonsumsi suplemen vitamin C bisa menjadi cara mencegah masalah itu di kehamilan selanjutnya. 

Suatu studi dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2013 menyatakan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C setelah usia kehamilan 14 minggu dapat mencegah ketuban pecah dini pada ibu hamil dengan riwayat masalah tersebut sebelumnya. 

Namun, pastikan Anda mendapat anjuran dokter dan tidak mengonsumsi suplemen vitamin C sembarangan.

Baca Juga

  • Mengenal Ciri-Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah, dari Kulit Berminyak sampai Muka Bengkak
  • Obat Maag untuk Ibu Hamil yang Aman, di Apotek dan di Rumah
  • Kenali Cara Menambah Berat Badan Janin yang Aman untuk Ibu dan Bayi

Bahaya ketuban pecah dini

Jika keluar cairan secara tiba-tiba dari vagina, ibu hamil harus waspada. Ketuban pecah dini dapat ditandai dengan cairan yang menetes perlahan atau mengucur. Berbeda dengan urine, air ketuban umumnya tidak berbau dan tidak berwarna.

Beberapa bahaya ketuban pecah dini, antara lain:

  • Infeksi pada cairan dan selaput ketuban
  • Plasenta terpisah dari rahim
  • Prolaps tali pusat (tali pusat turun ke dalam vagina)
  • Kelahiran prematur.

Apabila Anda curiga ketuban pecah, segera periksakan diri ke dokter. Dokter dapat menentukan penanganan yang paling aman bagi Anda maupun janin agar kondisi tidak semakin berbahaya.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar menjaga air ketuban tidak pecah dini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

menjaga kehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved