6 Cara Menjadi Ibu yang Baik, Penting untuk Tak Silau dengan Konten Media Sosial!

(0)
27 Aug 2020|Azelia Trifiana
Tips menjadi ibu yang baik bagi anak-anakMenjadi ibu yang baik merupakan keinginan semua ibu
Ketika menyandang peran baru sebagai seorang ibu, tentu pikiran yang terus menerus membebani salah satunya adalah bagaimana menjadi ibu yang baik. Belum lagi kompetisi ibu-ibu dengan berbagai pola pengasuhannya di luar sana yang justru membuat seorang ibu kerap meragukan keputusannya sendiri. Padahal, setiap ibu pasti menjadi yang terbaik untuk buah hati mereka, terlepas dari bagaimana pola parentingnya.Namun hati-hati pula, orangtua bisa terjebak dalam pola parenting berlebihan tanpa disadari. Contoh yang paling umum adalah helicopter parenting ketika orangtua terlalu mendominasi segala pilihan anak-anak sehingga mereka tak bisa mandiri dan belajar menyelesaikan masalah sendiri.

Cara menjadi ibu yang baik

Tentu tidak ada buku panduan tentang bagaimana cara menjadi ibu yang baik. Setiap hari adalah trial and error menjalani peran sebagai ibu dengan pola pengasuhan masing-masing. Belum lagi jika ibu juga menyandang peran lain seperti ibu bekerja dan lainnya.Meski tak harus sempurna, berikut ini beberapa cara menjadi ibu yang baik:

1. Belajar dari pengalaman

Anda bukan orang pertama yang menjadi seorang ibu. Di sekitar ada banyak sekali orang yang sudah pernah atau sedang menjalani peran yang sama sebagai seorang ibu. Belajarlah dari pengalaman mereka. Amati bagaimana pengaruh pola asuh dengan perilaku anak-anak mereka.Ambil apa yang bisa ditiru, dan tinggalkan yang tidak. Ini bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga terutama bagi ibu baru. Ketika merasa bingung dan harus bertanya, tak usah malu atau segan untuk berkonsultasi pada yang lebih berpengalaman.Alternatif lainnya, Anda juga bisa membaca berbagai buku-buku parenting atau mengikuti berbagai webinar mengenai cara mengasuh anak.

2. Tidak takut minta maaf

Menjadi orangtua atau seorang ibu bukan berarti tidak pernah salah. Pun ketika menghadapi anak-anak, jangan ragu untuk meminta maaf ketika salah. Hal ini akan menjadi refleksi bagi mereka untuk tak segan melakukan hal yang sama ketika sesuatu berjalan di luar ekspektasi.Berani meminta maaf kepada anak bukan menunjukkan sosok ibu yang lemah. Justru, membuktikan betapa kuat dan stabilnya emosi seorang ibu hingga bisa mengakui kesalahan secara ksatria.

3. Cari tempat bercerita

Dua perempuan sedang berbicara sambil memegang kopi
Bercerita kepada orang lain dapat mengurangi beban Anda
Menjadi ibu adalah pekerjaan yang tak mengenal jam istirahat. Tak ada jeda karena setiap saat akan selalu ada tugas yang berkaitan dengan peran sebagai seorang ibu. Merasa lelah bahkan kewalahan? Itu wajar. Untuk itu, cari tempat bercerita berupa orang terdekat atau terpercaya.Entah itu orangtua, saudara, sahabat, atau sesama ibu yang bisa mendengarkan keluh kesah. Bukan berarti selalu mengeluh dengan peran sebagai ibu, namun memiliki tempat menuangkan perasaan sangat menyehatkan secara mental.

4. Kerja sama dengan pasangan

Ayah dan dua anak perempuan membaca buku sambil tertawa
Berbagi tugas dengan suami untuk mengasuh anak
Buat kesepakatan dengan pasangan untuk sama-sama terlibat langsung dalam mengasuh anak. Ingat, mengasuh anak bukan berarti hanya tugas ibu saja – terlepas dari persepsi masyarakat yang masih kental ke arah sana. Pasangan harus memiliki visi misi yang sama serta mau ikut bersusah payah membesarkan anak.

5. Jangan lupa cintai diri sendiri

Seorang perempuan meminum kopi
Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk me time
Tidak berlebihan jika disebut ibu yang bahagia akan membuahkan anak yang bahagia pula. Untuk bisa bahagia, ibu jangan lupa mencintai diri sendiri alias self love. Apapun bentuknya, entah itu mandi dengan sabun favorit tanpa ada gangguan atau menjalankan hobi di sela mengasuh anak.Mencintai diri sendiri tak hanya berupa perhatian fisik. Memaafkan dan mengakui diri sebagai sosok ibu yang masih belajar juga dapat menjadi cara untuk mencintai diri sendiri. Sadari betul bahwa tidak ada ibu yang sempurna, ini juga resep untuk mencintai diri sendiri.

6. Sikapi media sosial dengan bijak

Wanita tersenyum melihat handphone
Gunakan sosial media untuk konten yang positif saja
Media sosial saat ini bukan hanya sekadar tempat informasi, namun juga ajang orang memamerkan kebolehan mereka. Sayangnya, di sini pula muncul kompetisi antar-ibu yang seakan tak pernah henti. Mulai dari memamerkan kebolehan anak mereka, menyindir ibu yang pola pengasuhannya berbeda, hingga menunjukkan kebahagiaan keluarga dengan cara berlebihan.Apakah itu sesuai dengan kenyataan? Terkadang tidak. Apa yang ditunjukkan di media sosial sudah dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat bahagia. Padahal, belum tentu itu yang terjadi pada realitanya.Jadi, cara menjadi ibu yang baik adalah dengan menyikapi apapun di media sosial secara dewasa. Tak perlu berlebihan hingga merasa gagal menjadi ibu. Tak perlu menganggapnya sebagai ajang kompetisi.

Catatan dari SehatQ

Menjadi ibu adalah peran yang melelahkan, itu pasti. Namun, tak ada rasa lelah yang tidak sebanding dengan kasih sayang melimpah yang diberikan dan diterima dari si buah hati.Kunci utama menjadi ibu yang baik adalah tak lelah belajar dan menyerap informasi baru. Di saat yang sama, jangan membebani diri dengan predikat ibu sempurna – terutama jika pengaruhnya dari paparan konten media sosial. Hal ini justru membuat ibu tak bisa leluasa menjalankan perannya.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/headshrinkers-guide-the-galaxy/201505/how-be-good-enough-mother
Diakses pada 13 Agustus 2020
Motherly. https://www.mother.ly/life/let-go-of-perfect-10-ways-to-be-a-good-enough-mom
Diakses pada 13 Agustus 2020
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/top-10-tips-on-how-to-become-a-good-mother/
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait