7 Cara Menjadi Diri Sendiri, Kuncinya Adalah Self Love


Menjadi diri sendiri dapat meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan orang lain karena tidak ada hal yang Anda tutupi. Seperti apa cara menjadi diri sendiri? Ini dia.

(0)
14 Nov 2020|Azelia Trifiana
Menyayangi diri sendiri untuk menjadi diri sendiriMenjadi diri sendiri dapat dimulai dengan menyayangi diri sendiri
Di era yang penuh paparan konten digital dengan berbagai filter ini, terkadang melakukan cara menjadi diri sendiri begitu menantang. Sangat besar godaan untuk menampilkan versi “idaman” dari diri sendiri, bukan kepribadian yang otentik.Jika citra yang ditampilkan di media sosial sudah begitu berbeda dengan kepribadian aslinya, artinya sudah saatnya menyingkap topeng itu. Salah satu kuncinya ada pada kepercayaan diri.

Bagaimana cara menjadi diri sendiri?

Memiliki kepribadian otentik berarti bertindak dengan menunjukkan jati diri serta perasaan yang sesungguhnya. Individu semacam ini tak akan segan menunjukkan dirinya seutuhnya tanpa ditutup-tutupi. Untuk bisa melakukannya, artinya harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu.Di sisi lain, masyarakat juga memiliki gambaran ideal bagaimana sosok yang ideal di mata mereka. Terkadang, kondisi ini menyebabkan sulit untuk mengekspresikan diri sendiri.Tak ketinggalan ketika akan membangun sebuah hubungan atau berkenalan dengan orang baru. Terkadang, terasa sulit menunjukkan diri sendiri karena takut dinilai negatif.Menyembunyikan siapa jati diri sesungguhnya adalah hal yang buruk. Konsekuensi yang bisa muncul adalah merasa kesepian, jauh dari orang lain, bahkan merasa tidak berharga.Lalu, bagaimana cara menjadi diri sendiri dan berkepribadian otentik?

1. Kenali diri sendiri

Cara pertama untuk berkepribadian otentik adalah dengan mengenali diri sendiri secara objektif. Kenali bagaimana karakter Anda ketika menghadapi situasi yang berbeda-beda seperti saat dalam tekanan atau menghadapi situasi menantang.Kemudian, kenali mana yang merupakan respons otentik dan mana yang bukan. Dengan cara ini, akan lebih mudah mengenali diri sendiri dan menunjukkannya kepada orang lain.

2. Belajar menerima diri sendiri

Setelah mengenali karakter, langkah selanjutnya adalah melakukan self love atau menerima diri sendiri. Tak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, terutama dari apa yang terlihat di media sosial. Kerap membandingkan kelebihan orang lain hanya akan membuat semakin sulit menerima diri sendiri.

3. Melakukan puasa akses media sosial

digital detox
Lakukan digital detox untuk mengenal diri Anda
Apabila kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang tergambar di media sosial, bisa jadi sudah saatnya melakukan digital detox. Cara ini akan membuat seseorang dapat berpikir lebih jernih sekaligus objektif tentang dirinya sendiri.Hingar bingar konten media sosial yang sudah dipoles sedemikian rupa terkadang bisa menyebabkan seseorang merasa tidak seberuntung orang lain. Oleh sebab itu, penting mencoba menjauhkan pemicu negative self-talk agar bisa lebih menyayangi diri sendiri.

4. Tak segan tunjukkan sisi vulnerable

Untuk bisa memiliki kepribadian otentik, jangan segan menunjukkan sisi vulnerable diri sendiri. Terbukalah kepada orang lain tentang apa yang ditakuti atau bahkan membuat malu. Buang jauh-jauh pikiran bahwa orang lain akan merendahkan kita apabila menunjukkan sisi yang satu ini.Ingat, vulnerable tidak berarti lemah. Bahkan, mengekspresikan hal semacam ini di media sosial juga seharusnya menjadi hal yang normal. Manusia pasti memiliki sisi rapuh. Untuk memulainya, bisa dilakukan dengan membuka diri terhadap orang-orang terdekat dulu.

5. Tak perlu pikirkan komentar orang

ibu dan anak perempuannya tertawa
Hiraukan komentar orang lain yang negatif terhadap Anda
Apapun yang dilakukan seseorang, pasti akan ada reaksi positif dan negatif. Mustahil bisa menyenangkan semua orang. Justru yang perlu diubah adalah pola pikir diri sendiri. Tak perlu terlalu fokus pada komentar orang, terutama yang negatif.Dengan cara ini, akan lebih mudah menjadi diri sendiri. Lain halnya apabila komentar yang datang bersifat saran yang membangun. Itu baik karena terkadang bisa saja ada perilaku yang kurang tepat namun tidak disadari.

6. Memaafkan diri sendiri

Terkadang, menunjukkan siapa jati diri sesungguhnya menjadi sulit karena ada trauma masa lalu. Bisa jadi, ada hal yang membuat pikiran terus menerus menyalahkan diri sendiri karena peristiwa tertentu.Berlatih memaafkan diri sendiri dapat membuat diri lebih bebas mengekspresikan apapun. Jika terasa sulit, coba bicarakan dengan orang terpercaya tentang peristiwa yang dulu terjadi.

7. Menulis jurnal

Tuliskan apa kelemahan dan kelebihan Anda
Apabila seluruh proses untuk menjadi percaya diri masih terasa sulit, coba petakan apa yang dirasakan dengan menuliskannya. Tulis apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Beri apresiasi pada sisi kelebihan, lalu coba cari cara untuk mengubah kelemahannya.Ketika sudah terpetakan dengan jelas, maka akan lebih mudah membangun kepercayaan diri. Orang yang percaya diri tentu bisa mengekspresikan dirinya dengan bebas, tanpa perlu menutupi apapun di depan orang lain.

Menjadi otentik adalah hal yang positif, selama tetap terbuka pada kritik atau saran membangun dari orang lain. Jika masih merasa kesulitan mengekspresikan diri seutuhnya, coba bicara kepada orang lain yang bisa memberi komentar objektif.Apabila hal ini berkaitan dengan keterbukaan diri sendiri terhadap pasangan, yakinkan diri bahwa tak ada yang perlu ditutupi. Pasangan yang benar-benar layak diperjuangkan adalah mereka yang menerima apa adanya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara menunjukkan kepribadian otentik baik di media sosial maupun kehidupan nyata, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play
kesehatan mentalhidup sehatmenjalin hubungan
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/click-here-happiness/201904/develop-authenticity-20-ways-be-more-authentic-person
Diakses pada 1 November 2020
Life Hack. https://www.lifehack.org/articles/communication/10-ways-always-yourself-and-live-happily.html
Diakses pada 1 November 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/click-here-happiness/201810/how-be-yourself-in-five-simple-steps
Diakses pada 1 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait