Begini Cara Meningkatkan Stamina dengan Sehat dan Aman

Selain olahraga, ada beberapa minuman dan makanan penambah tenaga
Cara meningkatkan stamina bisa diiringi dengan konsumsi makanan penambah tenaga seperti tuna dan salmon

Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang melibatkan pelawak Srimulat, Tri Retno Prayudati alias Nunung, tentu membuat publik terhenyak. Nunung mengaku mengonsumsi sabu untuk menjaga stamina saat bekerja.

Cara meningkatkan stamina sebenarnya mudah,Yuk, Ketahui Cara Meningkatkan Stamina dengan Sehat dan Menyenangkan, apalagi mengandalkan efek sabu. Ada berbagai cara yang bisa Anda coba, termasuk konsumsi makanan sehat penambah tenaga, untuk memacu stamina.

[[artikel-terkait]]

Cara meningkatkan stamina Anda dengan sehat dan menyenangkan

Berolahraga secara teratur dan meditasi, menjadi dua cara meningkatkan stamina, yang bisa Anda lakukan sendiri, maupun bersama teman-teman. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendengarkan musik kesukaan, untuk menambah semangat saat berolahraga.

  • Meditasi dan yoga

Anda mungkin sudah tak asing dengan meditasi maupun yoga. Selain membantu mengendalikan gangguan stres dan menenangkan pikiran, meditasi dan yoga bisa menjadi cara meningkatkan stamina, yang bisa Anda lakukan.

Sebuah studi pada tahun 2016 melaporkan, yoga dapat meningkatkan daya tahan tubuh para responden yang dilibatkan, serta membuat mereka tidak mudah lelah. Temuan serupa juga muncul dalam penelitian lain yang dimuat dalam International Journal of Yoga. Penelitian ini membuktikan, yoga dapat meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh, menjaga sistem pernapasan, serta kesehatan jantung.

  • Berolahraga secara teratur

Seperti halnya meditasi dan yoga, berolahraga secara teratur juga memberikan efek positif terhadap kondisi psikologis Anda, sekaligus meningkatkan stamina. Orang yang berolahraga secara teratur akan merasa lebih bertenaga untuk beraktivitas.

Dalam sebuah penelitian yang dirilis tahun 2017, dilaporkan bahwa olahraga dapat meningkatkan energi, bagi responden yang mengalami kelelahan akibat bekerja. Para responden melakukan latihan fisik selama 6 minggu. Hasilnya, mereka merasakan adanya peningkatan energi, kemampuan bekerja, hingga kualitas tidur.

  • Mendengarkan musik

Mendengarkan musik mungkin hanya terlihat sebagai hobi. Namun manfaatnya ternyata besar. Mendengarkan musik dapat meningkatkan efisiensi kerja organ jantung Anda.

Mendengarkan musik kesukaan saat berolahraga, mampu membantu menurunkan detak jantung. Selain itu, mendengarkan musik membuat Anda lebih terpacu saat berolahraga, dibandingkan mereka yang tidak mendengarkan musik.

Konsumsi juga minuman dan makanan penambah tenaga ini

Selain melakukan olahraga, meditasi, dan mendengarkan musik, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman penambah tenaga, seperti alpukat, ikan, teh hijau dan kopi.

  • Kopi

Tidak perlu diragukan lagi, kopi dengan kandungan kafeinanya, dapat menjadi stimulan, sehingga membuat Anda tetap terjaga dan berenergi untuk beraktivitas. Kafeina bekerja dengan menghambat adenosin (senyawa tubuh yang membuat Anda mengantuk), serta meningkatkan kadar hormon epinefrin (senyawa yang membantu merangsang tubuh dan otak yang menyebabkan peningkatan kewaspadaan).

Walau begitu, Anda sebaiknya mengonsumsi kopi sesuai takaran. Artikel dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition merekomendasikan, enam cangkir kopi sebagai batas maksimal konsumsi kopi. Di atas takaran tersebut, kopi dapat menjadi bumerang, karena memicu penyakit jantung.

  • Alpukat

Buah berwarna hijau ini digolongkan sebagai superfood, karena memiliki beragam manfaat dan kandungan nutrisi. Kandungan nutrisi tersebut termasuk vitamin K, vitamin E, vitamin C, vitamin B6, vitamin B5, dan vitamin B9 (folat). Tak hanya vitamin, alpukat juga mengandung lemak sehat, serat, kalium, zat besi, hingga magnesium.

Lemak sehat dalam alpukat akan disimpan dalam tubuh, dan menjadi cadangan energi. Alpukat juga mengandung serat, yang dapat membantu Anda menjaga level tenaga di tubuh. Beragam vitamin B pada buah ini, membantu pemeliharaan fungsi mitokondria pada sel, tempat terbentuknya energi.

  • Ikan berlemak tinggi

Beberapa jenis ikan berlemak tinggi, seperti tuna, salmon, dan ikan kembung, mengandung omega-3, asam lemak yang sangat baik untuk kesehatan. Omega-3 dapat mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini dapat membuat Anda menjadi kelelahan.

Ikan-ikan tersebut juga kaya akan vitamin B12, yang bersama asam folat, dapat memproduksi sel darah merah, serta membantu kinerja zat besi di tubuh lebih optimal. Keadaan ini membantu Anda mendapatkan tambahan energi, serta mengurangi kelelahan.

  • Teh hijau

Segudang nutrisi dan manfaat teh hijau, membuat minuman ini dijuluki sebagai minuman paling sehat di dunia. Teh hijau dipercaya berkhasiat untuk mengatasi kelelahan, dengan meningkatkan pembakaran lemak.

Seperti halnya kopi, teh hijau juga mengandung kafeina, yang dapat menjadi stimulan dan memberikan dorongan energi. Selain itu, teh hijau juga kaya akan jenis asam amino L-theanine. Kombinasi L-theanine dengan kafeina, dapat membuat Anda tetap fokus dan terjaga.

Selain makanan di atas, masih banyak makanan penambah tenaga lainnya, seperti telur, kacang-kacangan, hingga oatmeal. Buah-buahan termasuk apel, pisang, jeruk, dan stroberi, juga bisa Anda konsumsi, untuk menambah tenaga.

Makanan penambah tenaga tersebut mudah untuk Anda temukan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.Cara meningkatkan stamina di atas, juga mudah untuk Anda terapkan. Tentunya jelas, sabu bukanlah jawaban untuk meningkatkan stamina. Sebaliknya, sabu dapat merusak tubuh Anda, bahkan mengancam nyawa.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
Diakses pada 22 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/energy-boosting-foods
Diakses pada 22 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319116.php
Diakses pada 22 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28323305
Diakses pada 22 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3193654
Diakses pada 22 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5174168/
Diakses pada 22 Juli 2019

The American Journal of Clinical Nutrition. https://academic.oup.com/ajcn/article-abstract/109/3/509/5369955?redirectedFrom=fulltext
Diakses pada 22 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed