Begini 11 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Agar Istri Terus Nempel

Meningkatkan kualitas sperma sebenarnya tak sulit, Anda harus rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan sehat
Kualitas sperma ditentukan oleh jumlahnya, pergerakan sperma, dan bentuk sel sperma yang sempurna

Sperma berkualitas tentu diinginkan semua pria, karena berpengaruh dalam hubungan pernikahan dan berhubungan langsung kesuburan kaum Adam. Cara meningkatkan kualitas sperma pun tak sukar, semuanya ada di kendali Anda.

Secara umum, kualitas sperma ditentukan oleh tiga indikator. Indikator tersebut yaitu jumlah sperma, kecepatan pergerakan sperma, dan bentuk sperma yang sempurna (kepala melingkar dan ekor panjang yang kuat). 

Cara meningkatkan kualitas sperma tanpa ribet

Bagaimana cara meningkatkan kualitas sperma? Ini tips agar istri makin sayang:

1. Berolahraga teratur namun tak berlebihan

Berolahraga, bahkan yang ringan sekalipun, membantu meningkatkan kuantitas, pergerakan, dan bentuk sperma. Studi juga menemukan, indeks massa tubuh yang tinggi namun aktivitas fisik rendah berkontribusi negatif terhadap kualitas sperma.

Anda bisa memilih jenis olahraga yang disukai dan dirasa bisa rutin dilakukan. Misalnya, jalan kaki 20 menit per hari atau melakukan push-up. Namun ingat, jangan berlebihan.

2. Batasi asupan kafein

Walau menyehatkan, kafein berisiko merusak DNA sperma dan menurunkan jumlahnya. Dengan demikian, Anda disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi. Dua cangkir per hari cukup untuk memberikan efek positif dan membuat Anda terjaga.

3. Penuhi kebutuhan vitamin C

Vitamin C berkontribusi dalam peningkatan jumlah sperma. Bahkan di beberapa kasus, vitamin C dapat menambah jumlah sperma hingga dua kali lipat dalam beberapa bulan.

Beberapa sumber vitamin C yang mudah dicari, yaitu jeruk, kentang, stroberi, dan sayur bayam.

4. Hindari paparan zat kimia tertentu

Zat kimia berbahaya tertentu dapat merusak jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma. Beberapa jenis zat kimia yang utama harus dihindari yaitu:

  • Tembaga, banyak terdapat di pipa-pipa, cat, tanah, dan di rumah-rumah tua
  • Aseton, terdapat di piring plastik, kemasan plastik serta bahan konstruksi
  • Uap merkuri, ditemukan di debu logam dan partikel kecil di area pabrik yang ada di udara

Anda bisa meminimalisir paparan zat tersebut dengan saksama membaca kandungan produk (termasuk makanan), serta mengganti bahan plastik dengan bahan lain (seperti stainless steel, gelas, dan plastik yang dapat terurai).

5. Batasi konsumsi alkohol

Selain kafein, alkohol yang berlebihan pun merusak kualitas sperma, terutama jumlah dan pergerakannya. Jika Anda memang perlu minum alkohol, empat gelas minuman beralkohol dalam seminggu menjadi batasan maksimal yang dibolehkan.

6. Rutin konsumsi tomat dan semangka

Likopen merupakan zat gizi yang memberikan warna merah pada buah semangka dan tomat. Zat gizi ini juga mengurangi senyawa spesies oksigen reaktif, yang merusak DNA sperma, serta sperma itu sendiri. Buah semangka dan tomat juga tak sulit Anda cari, bukan?

7. Belajar rileks dan kendalikan stres

Stres dapat memengaruhi kesuburan dan kepuasan seks. Sebab, saat Anda stres, hormon kortisol akan dilepaskan tubuh dan berpengaruh negatif terhadap hormon testosteron.

Manajemen stres dapat Anda lakukan dengan jalan kaki di alam terbuka atau taman, menerapkan meditasi, berolahraga, dan menghabiskan waktu bersama teman.

8. Cukupi kebutuhan vitamin D

Pria dengan kadar testosteron yang rendah cenderung kekurangan vitamin D. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D adalah rutin berjemur di bawah sinar mentari 10-30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk Anda yang berkulit terang. Sedangkan orang dengan kulit gelap membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

Vitamin D juga terkandung di makanan seperti ikan salmon, ikan sarden, tiram, udang, dan kuning telur.

Apabila terasa sulit, konsultasikan dengan dokter untuk kemungkinan pemberian suplemen vitamin D.

9. Tidur yang cukup

Kurang istirahat atau tidur yang berlebihan dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa yakni 7-9 jam setiap harinya.

10. Penuhi berat badan ideal

Berat badan ideal tak sekadar persoalan percaya diri. Orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko terhadap masalah medis, termasuk risiko tak subur. Berolahraga teratur dan menjaga asupan kalori menjadi cara paling sehat untuk mengontrol berat badan.

11. Cukupi kebutuhan vitamin B

Vitamin B12 (kobalamin) melindungi sperma dari peradangan dan tekanan oksidatif yang merusak sel. Sedangkan vitamin B9 (folat) juga penting untuk pria, karena kekurangan vitamin ini berkaitan dengan penurunan kualitas sperma.
Vitamin B12 dapat ditemukan dalam daging sapi, ikan, dan produk susu. Sedangkan sumber folat yaitu sayur bayam, kuning telur, pisang, sayur brokoli, jamur, dan hati sapi.

Catatan dari SehatQ

Masalah kesuburan tak hanya milik kaum hawa, namun juga para pria. Meningkatkan kualitas sperma di atas bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesuburan, dan tentunya kualitas seks yang memuaskan.

Healthline. Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/mens-guide-healthy-fertile-sperm
Diakses pada 13 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/9-foods-high-in-vitamin-d
Diakses pada 13 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/boost-male-fertility-sperm-count
Diakses pada 13 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun
Diakses pada 13 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/287677.php
Diakses pada 13 Desember 2019

Artikel Terkait