Kesuburan Pria Bisa Ditingkatkan Tanpa Obat, Bagaimana Caranya?


Kesuburan pria hingga saat ini masih menjadi masalah bagi para pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan. Tanpa obat-obatan, Anda bisa meningkatkan kesuburan. Ini caranya.

(0)
11 Dec 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kesuburan pria bisa menjadi masalah bagi sejumlah pasangan. Jika tengah mengalaminya, Anda tak sendirian. Gangguan kesuburan ini dialami satu dari enam pasangan. Bahkan berdasarkan penelitian, satu dari tiga kasus tersebut bersumber dari pria.Memang, gangguan kesuburan tidak selamanya bisa sembuh dengan perawatan. Namun, masih ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Sebab ternyata, kadang-kadang kesuburan bisa diperbaiki melalui olahraga, diet sehat, dan penyesuaian gaya hidup.

Kesuburan pria bisa diperbaiki melalui langkah sederhana ini

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk meningkatkan kesuburan pria yang bisa Anda lakukan.

1. Rajin berolahraga

Melakukan olahraga secara teratur bisa mendongkrak level testosteron dan meningkatkan kesuburan pria. Berdasarkan penelitian, para pria yang rajin berolahraga, memiliki tingkat testosteron dan kualitas air mani lebih baik, dibanding pria yang tidak aktif secara fisik.Namun, jangan terlalu sering berolahraga. Sebab, olahraga yang berlebihan malah menimbulkan dampak sebaliknya, dan mengurangi tingkat hormon testosteron. Untuk menekan risiko ini, Anda bisa mengonsumsi zinc dalam jumlah cukup.Jadi, apabila selama ini Anda masih belum aktif secara fisik, mulailah jadikan olahraga sebagai prioritass demi meningkatkan kesuburan.

2. Mengurangi stres

Sangat sulit memperbaiki mood, termasuk memunculkan keinginan bercinta, ketika Anda sedang stres. Apalagi, stres ternyata berisiko mengurangi kepuasan seksual dan mengganggu kesuburan.Para peneliti percaya, hormon kortisol berperan dalam munculnya efek dari stres tersebut. Sebab, stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol, dengan dampak negatif pada testosteron.Saat hormon kortisol mengalami peningkatan, yang terjadi pada testosteron adalah sebaliknya, yaitu menurun.
Gangguan kecemasan yang parah mungkin membutuhkan penanganan dengan obat-obatan. Namun, stres yang lebih ringan bisa dikurangi dengan melakukan teknik relaksasi.
Anda dapat mengendalikan stres dengan berjalan-jalan di alam terbuka, melakukan meditasi, berolahraga, atau berkumpul bersama teman-teman.

3. Menghentikan kebiasaan merokok

Ada banyak alasan baik untuk berhenti merokok. Salah satunya adalah demi meningkatkan kesuburan pria. Para peneliti mengungkapkan, kebiasaan merokok memberikan dampak yang sangat buruk terhadap program perawatan kesuburan.Riset membuktikan, kebiasaan merokok memengaruhi berbagai aspek kesehatan sperma. Merokok berisiko mengurangi jumlah sperma dan bentuknya, sekaligus menurunkan tingkat motilitasnya. Yang dimaksud motilitas sperma adalah kemampuannya dalam berenang.Bahkan, kebiasaan merokok seorang pria pun berdampak buruk terhadap wanita yang menjadi pasangannya. Berdasarkan riset, para wanita yang menjadi perokok pasif akibat kebiasaan pasangan mereka, memiliki tingkat keberhasilan program bayi tabung yang lebih rendah. Bahkan, mereka juga berisiko mengalami keguguran.

4. Membatasi konsumsi alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat mengurangi kesuburan pria. Oleh karena itu, apabila Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, ini waktu yang tepat untuk mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi alkohol.Sebuah penelitian dilakukan dengan melibatkan para pria dengan kondisi penyalahgunaan alkohol. Hanya 12% di antara mereka yang memiliki jumlah sperma normal dan sehat. Sementara itu pada pria yang tidak merokok maupun tidak mengonsumsi minuman beralkohol, jumlahnya mencapai 37%.Meski demikian, sejumlah riset lainnya belum menemukan hubungan antara kesuburan pria dan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah kecil. Konsumsi alkohol sewajarnya dianggap tidak berbahaya bagi kesehatan sperma, terutama jika Anda hanya mengonsumsi beberapa kali dalam sepekan, dan bukan setiap hari.

5. Menghindari paparan bahan kimia di tempat kerja

Apabila Anda dan pasangan sulit memperoleh momongan, coba pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru. Sebab, sejumlah profesi ternyata dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria.Para petani, orang yang bekerja dengan cat pernis, lebih berisiko mengalami infertilitas, dan memiliki jumlah sperma yang jauh lebih rendah, jika dibandingkan para pria dengan profesi lain. Para pria yang menggunakan alat las serta metal dalam bekerja, juga memiliki risiko serupa.Penyebab tingginya infertilitas serta buruknya kesehatan sperma pada para pria dengan profesi tersebut memang belum diketahui. Namun ada satu kemungkinan, yaitu paparan bahan kimia yang akhirnya mengganggu kesehatan sperma.Oleh karena itu, menghindari kontak dengan bahan-bahan beracun dan berbahaya di lingkungan pekerjaan, sangat penting dilakukan. Bahkan bukan hanya untuk para pria dengan gangguan kesuburan.Apabila terpaksa berkontak dengan bahan-bahan tersebut, lindungilah diri Anda. Misalnya dengan memakai masker dan sarung tangan ketika bekerja.

6. Menjalani diet sehat

Menjalani diet sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga berat badan ideal, merupakan kunci dalam memastikan kesehatan sperma. Anda disarankan melakukan diet sehat dengan mengonsumsi:
  • Setidaknya 5 porsi beragam buah dan sayur setiap hari
  • Makanan pokok tinggi serat seperti kentang, roti, nasi, maupun pasta
  • Susu maupun alternatifnya seperti susu soya dan yogurt
  • Kacang-kacangan, ikan, telur, daging sapi, dan sumber protein lainnya
Selain itu yang juga perlu diingat, kelebihan berat badan (memiliki indeks massa tubuh di atas 25), bisa memengaruhi kualitas dan jumlah sperma.Oleh karena itu jika Anda mendambkan kehadiran momongan, kurangilah berat badan yang berlebih dengan mengombinasikan pola makan sehat dan olahraga secara teratur.

Catatan dari SehatQ

Anda mungkin melihat ada pasangan yang cepat mendapatkan keturunan setelah melakukan langkah-langkah di atas. Namun, ada juga yang memerlukan waktu lebih lama. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui rekomendasi yang tepat sesuai kondisi kesehatan pribadi Anda dan pasangan.Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
perawatan kesuburanmeningkatkan kesuburantes kesuburanmasalah reproduksireproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/boost-male-fertility-sperm-count
Diakses pada 1 Desember 2020
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/tips-to-increase-fertility-for-men-1959906
Diakses pada 1 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/mens-health/how-can-i-improve-my-chances-of-becoming-a-dad/
Diakses pada 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait