Cara Mengurus Jenazah Pasien Corona Sesuai Anjuran Kementrian Agama RI


Cara mengurus jenazah corona yang benar menurut Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia perlu dipahami dan dilakukan secara hati-hati untuk mencegah penularan.

(0)
26 Mar 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengurus jenazah corona yang benarCara mengurus jenazah pasien corona harus hati-hati.
Virus corona atau Covid-19 telah merenggut nyawa belasan ribu orang dari berbagai negara di dunia. Dari jumlah total kematiannya, ada 58 pasien positif virus corona yang meninggal di Indonesia. Lantas, apakah cara mengurus jenazah pasien corona berbeda dari langkah-langkah secara umum?

Cara mengurus jenazah pasien virus corona

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menerbitkan tata cara mengurus jenazah pasien virus corona, mulai dari cara memandikan hingga menguburkannya.Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus corona, terhadap siapapun yang nantinya akan mengurus, memandikan, hingga menguburkan jenazah pasien virus corona.

Memandikan jenazah pasien virus corona

Virus corona
Petugas pemandian jenazah corona harus ditunjuk pihak RS
Perlu digaris bawahi, pengurusan jenazah pasien Covid-19 harus dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi, tidak sembarang orang boleh mengurus proses pemakamannya.Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:
  • Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan terpisah dari pakaian biasa
  • Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah
  • Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah
  • Selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air
  • Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.
Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langah berikut ini:
  • Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih
  • Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya
  • Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.
Kemudian, perawatan jenazah biasanya melibatkan tindakan desinfeksi, dengan menyemprotkan klorin pada jenazah dan juga petugas medis yang mengurus proses pemandian dan penguburannya.Walau demikian, desinfeksi saja dianggap tidak cukup untuk mencegah penyakit infeksi. Maka dari itu, petugas harus selalu menggunakan pakaian pelindung, sering cuci tangan, dan juga mandi dengan sabun khusus setelah memandikan jenazah.
Virus corona
Apa itu virus corona? Ini segala hal yang harus diketahui tentangnyaApa itu ODP, PDP, dan suspect virus corona? Kenali perbedaannya di siniIngin periksa tubuh dari virus corona? Kenali prosedur pemeriksaannya yang benar ini

Menguburkan jenazah pasien virus corona

Pemakaman
Menguburkan jenazah pasien corona harus hati-hati
Setelah proses memandikan, jenazah pasien virus corona telah siap dikuburkan. Namun, proses penguburan jenazah pasien virus corona pun tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa protokol yang harus dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus lewat tanah.Berikut ini adalah tata cara menguburkan jenazah pasien virus corona, menurut Kemenag:
  • Tergantung dari kondisinya, jenazah dari pasien penyakit menular bisa dikuburkan ataupun dikremasi
  • Jika jenazah dikubur, lokasi pemakaman harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang yang digunakan sebagai sumber air minum penduduk
  • Lokasi penguburan jenazah pasien virus corona harus terletak setidaknya 500 meter dari permukiman
  • Setelah lokasi penguburan ditentukan, jenazah harus dikubur setidaknya sedalam 1,5 meter
  • Liang kubur ditutup setidaknya dengan tanah setinggi 1 meter
  • Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.
Apabila pihak keluarga ingin jenazah dikremasi, maka lokasi pengkremasiannya pun harus berjarak 500 meter dari permukiman terdekat. Namun, Kemenag menyarankan, kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah untuk mengurangi polusi asap.Setelah segala prosedur perawatan jenazah dilakukan, semua bahan kimia atau benda lainnya yang digunakan dalam proses pengurusan jenazah, harus dibuang di tempat yang aman. Selain itu, desinfeksi kembali dilakukan pada petugas yang ditunjuk untuk mengurus jenazah, begitu pula pakaian yang dipakai selama proses berlangsung.

Mengapa jenazah pasien corona masih berpotensi menularkan virus?

Virus masih bisa bersembunyi di sekresi pernapasan yang bisa keluar dari hidung atau mulut. Patogen juga masih dapat bereproduksi dalam sel paru-paru yang belum mati.Menurut International Society for Infectious Diseases, jaringan lunak seperti otot, saraf, dan lemak dalam tubuh yang mati juga dapat menimbulkan risiko menyebarkan virus ke sekitar.Oleh karena itu penanganan jenazah yang tepat dan sesuai dengan anjuran dapat mengurangi potensi tertularnya virus corona bagi pengurus jenazah.Kemenag menyatakan, jika semua prosedur pengurusan jenazah telah dilakukan dengan baik dan semestinya, maka pihak keluarga dapat ikut melihat proses penguburan jenazah.
penyakitinfeksi viruscoronavirus
Detik. https://news.detik.com/berita/d-4952790/tingkat-kematian-positif-corona-di-ri-menurun-jadi-734
Diakses pada 25 Maret 2020
Kementerian Agama. https://kemenag.go.id/berita/read/513016
Diakses pada 25 Maret 2020
Kementerian Agama. https://kemenag.go.id/berita/read/513048
Diakses pada 25 Maret 2020
Miami Herald. https://www.miamiherald.com/news/coronavirus/article242085146.html
DIakses 04 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait