logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Cara Mengurus Akta Kematian dan Surat-surat yang Perlu Dibawa

open-summary

Cara mengurus akta kematian tidaklah sulit. Pelayanan pun diberikan secara gratis dan memakan waktu paling lama 14 hari kerja. Anda cukup membawa persyaratan yang dibutuhkan ke disdukcapil setempat untuk mendaftarkan kematian kerabat atau keluarga.


close-summary

24 Apr 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Akta kematian diperlukan untuk pengurusan warisan, klaim asuransi, hingga dana pensiun

Akta kematian paling lambat diurus 30 hari setelah tanggal kematian

Table of Content

  • Cara mengurus akta kematian baru
  • Cara mengurus akta kematian jika sudah lebih dari 30 hari
  • Cara mengurus akta kematian untuk WNA
  • Manfaat mengurus akta kematian
  • Catatan dari SehatQ

Saat seseorang meninggal dunia, maka keluarganya dianjurkan untuk melakukan pengurusan akta kematian paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian. Cara mengurus akta kematian pun tidaklah rumit. Anda cukup datang ke dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) setempat sambil membawa persyaratan yang dibutuhkan.

Advertisement

Setelah semua syarat diberikan, maka Anda tinggal menunggu penerbitan surat kematian tersebut dalam jangka waktu paling lama 14 hari kerja. Namun ada juga kantor Disdukcapil di daerah-daerah tertentu yang dapat menyelesaikannya dalam waktu 2-7 hari kerja.

Pembuatan akta kematian tidak dipungut biaya alias gratis untuk WNI. Namun, penerbitannya memerlukan biaya bagi WNA. Keterlambatan pengurusan surat ini pun masih bisa dilakukan meski telah melewati masa 30 hari sejak tanggal kematian, dengan syarat-syarat tertentu.

Cara mengurus akta kematian baru

Sebelum datang ke kantor disdukcapil setempat, Anda perlu menyiapkan beberapa berkas sebagai syarat pembuatan akta kematian, seperti:

  • Fotokopi KTP orang yang meninggal dunia
  • Fotokopi KTP pelapor kematian
  • Fotokopi KTP saksi
  • Fotokopi Kartu Keluarga orang yang meninggal dunia dan pelapor
  • Fotokopi akta kelahiran orang yang meninggal atau akta perkawinan
  • Surat keterangan kematian dari rumah sakit, puskesmas, atau dokter
  • Surat keterangan kematian dari kelurahan
  • Surat keterangan kematian dari RT

Apabila seseorang tidak diketahui keberadaannya, seperti pada orang hilang yang sudah lama atau diperkirakan sudah meninggal dunia namun tidak ditemukan jenazahnya, maka pencatatan kematian baru bisa dilakukan setelah ada penetapan dari pengadilan.

Sementara itu, apabila orang yang meninggal dunia tidak diketahui secara jelas identitasnya, maka instansi pelaksana akan melakukan pencatatan kematian berdasarkan keterangan dari kepolisian.

Cara mengurus akta kematian jika sudah lebih dari 30 hari

Sementara itu, apabila akta kematian belum dibuat meski telah lewat 30 hari sejak tanggal kematian, pengurusan surat kematian masih bisa dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut.

  • Surat kematian atau visum dari rumah sakit, dokter, atau puskesmas
  • Surat keterangan kematian dari lurah
  • Fotokopi KTP dan KK orang yang meninggal dunia
  • Fotokopi akta kelahiran orang yang meninggal dunia
  • Fotokopi surat kematian istri atau suami apabila yang meninggal dunia adalah duda atau janda
  • Fotokopi KTP pelapor dan saksi. Saksi adalah orang yang mengetahui peristiwa kematian yang dilaporkan.
  • Pengurusan hanya bisa dilakukan Disdukcapil wilayah kematian, dan tidak bisa diwakilkan.

Cara mengurus akta kematian untuk WNA

Apabila yang meninggal dunia adalah warga negara asing atau WNA, maka persyaratan untuk mengurus akta kematiannya adalah sebagai berikut:

  • Surat keterangan kematian dari dokter, rumah sakit, atau puskesmas
  • Surat keterangan kematian dari kelurahan
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi KK orang yang meninggal dan pemohon
  • Fotokopi KTP dua orang saksi
  • Fotokopi surat keterangan tempat tinggal (SKTT) bagi pemegang surat izin tinggal terbatas (ITAS)
  • Fotokopi paspor yang dilegalisir

Apabila terjadi keterlambatan pengurusan, maka tidak ada perbedaan syarat pembuatan. Bagi WNA, setiap pengurusan akta kematian akan dikenakan biaya retribusi sesuai yang ditetapkan Disdukcapil.

Baca Juga

  • Daftar Lengkap Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan di Tahun 2022
  • Batuk karena Merokok Ternyata Dapat Sebabkan Batuk Kronis
  • Daftar Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS Kesehatan Lengkap

Manfaat mengurus akta kematian

Pengurusan akta kematian penting dilakukan agar kematian secara sah tercatat oleh negara. Selain itu, pengurusan dokumen ini juga penting untuk keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Berikut manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan surat kematian.

1. Untuk pengurusan warisan

Supaya harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia bisa dialihkan secara sah kepada ahli waris, diperlukan akta kematian sebagai dokumen penyerta. Dengan begitu, warisan tersebut bisa sah menjadi milih ahli waris di mata hukum.

2. Sebagai syarat klaim asuransi

Pihak keluarga bisa mengajukan klaim atas polis asuransi jiwa dari nasabah yang sudah meninggal dunia. Salah satu syarat untuk bisa mengklaim dana tersebut adalah menunjukkan dokumen akta kematian.

3. Untuk pengurusan dana pensiun

Apabila orang yang sudah meninggal memiliki dana pensiun, maka selanjutnya dana tersebut bisa dialihkan kepada keluarga atau kerabat yang merupakan ahli waris.

4. Untuk mencegah penyalahgunaan data orang yang meninggal

Data orang yang sudah meninggal dunia tapi masih tercatat sebagai penduduk aktif, bisa saja disalahgunakan untuk melakukan penipuan atau kejahatan-kejahatan lain. Sehingga untuk meminimalisir risiko tersebut, sebaiknya pelaporan dan pencatatan orang meninggal, dilakukan sesegera mungkin di Disdukcapil.

5. Memastikan keakuratan data penduduk

Akurasi data penduduk penting untuk dijaga, untuk mengantisipasi penyalahgunaan hak sebagai warga negara. Misalnya, ada orang yang baru meninggal dunia, tapi tidak dilaporkan. Maka saat ada pemilu, orang tersebut masih memiliki hak suara.

Namun karena sudah meninggal dunia, maka hak suara yang tidak bisa dipakai itu bisa saja disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

6. Persyaratan untuk menikah lagi bagi istri atau suami yang ditinggalkan

Janda atau duda yang ditinggalkan ingin menikah lagi, perlu melampirkan akta kematian sebagai salah satu syarat nikah, agar pernikahannya sah secara hukum,

Pembuatan akta kematian sebaiknya tidak ditunda agar kematian seseorang bisa segera tercatat oleh negara. Jika ditunda terlalu lama, maka dikhawatirkan Anda akan kesulitan untuk mengurus persyaratan karena surat keterangan yang hilang, atau telah pindah tempat tinggal dari wilayah meninggalnya orang tersebut.

Catatan dari SehatQ

Warga Jakarta kini bisa melakukan pengurusan akta kematian secara online melalui situs maupun aplikasi Alpukat Betawi. Langkah-langkah pengurusan bisa dilihat di https://alpukat-dukcapil.jakarta.go.id/. Aplikasi dan situs ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengurus dokumen kependudukan lainnya.

Advertisement

bpjs kesehatankomabpjs ketenagakerjaan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved