Cara Mengukur Lingkar Pinggang Sendiri dan Membaca Hasilnya

Cara mengukur lingkar pinggang dapat dilakukan dengan menggunakan pita meteran
Seorang wanita sedang mengukur lingkar pinggangnya

Mengetahui ukuran pinggang bukan hanya dibutuhkan saat hendak membeli celana baru, namun juga demi mengetahui status kesehatan Anda. Untuk itu, ketahui cara mengukur lingkar pinggang berikut dan lekas praktikkan sendiri di rumah.

Memiliki bentuk tubuh yang ideal bukan berarti Anda harus langsing seperti bintang film. Menurut standar kesehatan versi Departemen Kesehatan RI, Anda hanya harus memiliki lingkar pinggang kurang dari 80 cm bagi wanita dan kurang dari 90 cm bagi pria.

Jika ukuran lingkar pinggang Anda melebihi angka tersebut, Anda memiliki risiko terkena berbagai penyakit. Namun, risiko ini bisa dicegah dengan mengubah pola hidup Anda, termasuk pola makan dan aktivitas fisik yang Anda lakukan.

Bagaimana cara mengukur lingkar pinggang sendiri?

Cara mengukur lingkar pinggang sangatlah sederhana. Satu-satunya alat yang Anda butuhkan adalah pita meteran pengukur badan yang sering digunakan oleh penjahit.

Sebelum mengukur lingkar pinggang, usahakan Anda tidak mengenakan pakaian yang menutupi bagian pinggang atau perut agar hasil pengukuran lebih akurat. Anda pun bisa berdiri di depan cermin agar bisa melihat sendiri bentuk tubuh Anda.

Setelah itu, Anda dapat melakukan cara mengukur lingkar pinggang sebagai berikut:

  • Mulailah pengukuran dari bagian atas tulang pinggul
  • Lingkarkan pita meteran melingkari pinggang Anda dan pastikan pita itu sejajar dengan pusar Anda
  • Jangan tekan pita terlalu ketat atau membiarkannya terlalu longgar. Jangan pula menahan napas saat mengukur lingkar pinggang
  • Ukuran lingkar pinggang yang tepat dapat dilihat setelah Anda membuang napas.

Cara mengukur lingkar pinggang ini dapat dijadikan sebagai patokan apakah Anda harus menurunkan berat badan sesegera mungkin atau tidak. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan risiko Anda terkena penyakit tertentu.

Membaca hasil pengukuran lingkar pinggang

Bagi wanita, berikut cara menafsirkan hasil pengukuran lingkar pinggang Anda:

  • Kurang dari 80 cm: lingkar pinggang ideal
  • Sekitar 80-88 cm: lingkar pinggang yang sedikit kebesaran, saatnya Anda memulai diet untuk menurunkan berat badan
  • Lebih dari 88 cm: lingkar pinggang Anda terlalu besar, Anda mungkin berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit tertentu.

Sedangkan bagi pria, cara membaca hasil pengukuran lingkar pinggang adalah sebagai berikut:

  • Kurang dari 90 cm: lingkar pinggang ideal
  • Sekitar 90-102 cm: lingkar pinggang yang sedikit kebesaran, saatnya Anda memulai diet untuk menurunkan berat badan
  • Lebih dari 102 cm: lingkar pinggang Anda terlalu besar, Anda mungkin berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit tertentu.

Beberapa pusat kesehatan menyatakan pria masih dianggap aman jika memiliki lingkar pinggang hingga 94 cm. Namun yang jelas, jika Anda melihat lemak bergelambir di area perut atau pinggang, itu tanda Anda harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Menyimpan terlalu banyak lemak di area pinggang dapat mengakibatkan Anda rentan terkena penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, stroke, dan kanker. Risiko ini akan meningkat bila indeks massa tubuh juga menyatakan Anda kegemukan atau bahkan obesitas.

Ingat, tidak ada olahraga yang dapat membakar lemak khusus di area pinggang. Untuk mengurangi tumpukan lemak di sini, Anda harus mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan lebih aktif bergerak.

Mencintai tubuh, apa pun itu bentuknya, memang penting. Namun, ketika lingkar pinggang Anda sudah melewati ambang batas aman, sebaiknya Anda segera melakukan diet untuk menurunkan berat badan sekaligus menurunkan risiko terkena berbagai macam penyakit.

Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/article/print/17082900001/cegah-ptm-dengan-rutin-cek-kesehatan.html
Diakses pada 5 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/diet/guide/calculating-your-waist-circumference
Diakses pada 5 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/lifestyle/why-is-my-waist-size-important/
Diakses pada 5 Februari 2020

Artikel Terkait