logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Lingkar Kepala Bayi, Bagaimana Cara Mengukurnya?

open-summary

Ternyata, penting untuk mengukur lingkar kepala bayi untuk mengetahui apakah ukurannya ideal atau tidak. Ukuran lebih kecil atau beasar juga bisa menjadi pertanda jika bayi mengalami gangguan, seperti hidrosefalus, mikrosefali, hingga cerebral palsy.


close-summary

16 Agt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Lingkar kepala bayi bisa diukur dengan meteran

Lingkar kepala bayi dapat diukur dengan cara yang sederhana

Table of Content

  • Cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar
  •  
  • Potensi kelainan pada lingkar kepala bayi
  •  
  • Catatan dari SehatQ

Lingkar kepala bayi baru lahir juga penting untuk diukur Sebab, hal ini pun menjadi acuan pertumbuhan dan perkembangan si kecil, terutama pada 2 tahun pertama kehidupannya.

Advertisement

Selain itu, lingkar kepala bayi normal juga merupakan indikator bayi sehat

Lalu, bagaimana cara mengukur lingkar kepala bayi dan apa maknanya dalam menunjukkan kondisi kesehatannya? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan pentingnya pengukuran lingkar kepala sebagai gambaran untuk mengetahui pertumbuhan otak anak.

Cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar

Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi, ukuran lingkar kepalanya juga perlu dipantau secara berkala. Misalnya, pada waktu pemberian vaksin dan jadwal bertemu dokter.

Hal ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini, apabila terdapat kelainan berupa ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil. Selain itu, ini membantu menemukan penyebab sekaligus mencari solusinya.

Pengukuran biasanya dilakukan di pusat kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, atau rumah sakit.

Secara garis besar, terdapat dua cara pengukuran lingkar kepala bayi yang benar dan akurat, yaitu dengan menggunakan pita pengukur dan pemindaian sinar-X.

1. Menggunakan pita pengukur

no caption
Pita ukur adalah alat sederhana untuk ukur lingkar kepala bayi

Cara paling sederhana mengukur lingkar kepala bayi adalah dengan menggunakan menggunakan pita pengukur, pita meteran alias pita jahit.

Pita harus lentur, tetapi bukan terbuat dari bahan elastis agar hasil pengukuran bisa akurat.

Berikut adalah cara mengukur kepala dengan pita pengukur, yaitu:

  • Posisikan bayi secara berdiri saat mengukur.
  • Tempatkan pita pengukur tepat di atas alis.
  • Lingkarkan pita melalui bagian yang paling menonjol di bagian belakang kepala, dengan ujung pita berada di depan dahinya.
  • Pita tidak boleh menyentuh telinga, Anda dapat menempatkannya sekitar 1-2 cm di atas telinga.
  • Bagian pita yang menunjukkan ukuran dalam sentimeter berada di sisi dalam, agar hasilnya lebih akurat.
  • Pastikan pita melingkar dengan ukuran yang pas, tidak terlalu kencang dan tidak longgar.

Setelah itu, tuliskan hasilnya di kartu menuju sehat (KMS) jika ada. Lalu, cocokkan dengan grafik Nelhaus. Lakukan pengukuran secara rutin setiap bulan sejak ia lahir.

Grafik lingkar kepala bayi laki-laki cukup bulan biasanya mempunyai ukuran 32-38 cm. Sementara itu, grafik bayi perempuan cukup bulan dimulai dari ukuran 31-37 cm.

2. Pemindaian sinar-X

no caption
Sinar X sebagai metode mengukur lingkar kepala bayi

Walaupun jarang terjadi, cara lainnya yang bisa dokter lakukan untuk mengukur lingkar kepala bayi baru lahir adalah dengan foto hasil pemindaian sinar X.

Dari pemindaian tersebut, dokter akan melihat sefalik indeks dan cranial size (modulus indeks).

Sefalik indeks adalah rasio antara lebar (biparietal diameter/BPD) dan panjang kepala (occipitofrontal diameter/OFD), yang kemudian dikali 100. Sefalik indeks terbagi dalam tiga kelompok, yaitu:

  • Dolichocephalic atau lonjong (di bawah 75),
  • Mesocephalic atau sedang (75-80), dan 
  • Brachycephalic atau bulat (di atas 80).

Baca Juga

  • Memahami Helicopter Parenting Beserta Dampaknya pada Anak
  • Cara Memilih Jenis Skin Care untuk Kulit Sensitif yang Tepat bagi Si Kecil
  • 7 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui

Berapa lingkar kepala bayi normal?

 

no caption
Lingkar kepala bayi normal tergantung usia dan jenis kelamin

Ukuran lingkar kepala bayi baru lahir dengan kondisi cukup bulan (tidak prematur) adalah sekitar 35 cm. Biasanya, lingkar bayi laki-laki lebih besar sekitar 1 cm daripada bayi perempuan.

Karena ukurannya dianggap penting, ukuran lingkar kepala juga memiliki patokan ukuran ideal sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya.

Lingkar kepala bayi laki-laki yang terbagi sesuai usia:

  • Umur 0-3 bulan: 34,5-40,5 cm.
  • Umur 3-6 bulan: 40,5-43 cm.
  • Umur 6-12 tahun: 43-46 cm.

Sementara itu, idealnya, lingkar kepala bayi perempuan sebesar:

  • Umur 0-3 bulan: 34-39,5 cm.
  • Umur 3-6 bulan: 39,5-42 cm.
  • Umur 6-12 bulan: 42-45 cm.

Potensi kelainan pada lingkar kepala bayi

 

no caption
Mata juling bisa diakibatkan lingkar kepala bayi terlalu kecil

Acuan ukuran normal lingkar kepala terlihat melalui grafik Nelhaus, baik untuk anak laki-laki atau anak perempuan. Grafik ini adalah standar baku IDAI berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Pada grafik Nelhause, akan dilakukan perbandingan pada usia anak (pada sumbu X horizontal) dengan lingkar kepala ideal yang angkanya terdapat pada sumbu Y vertikal.

Misalnya, Anda memiliki anak laki-laki usia 4 bulan. Maka carilah angka 4 di sumbu X, tandai dengan titik lalu tarik garis vertikal ke atas. Selanjutnya, cari angka hasil pengukuran lingkar kepala di sumbu Y (vertikal), lalu tarik garis horizontal ke kanan.

Kedua garis akan bertemu pada satu titik di dalam kurva dan itulah yang akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan kondisi besar kecilnya kepala bayi: normal atau abnormal.

Normal atau tidaknya lingkar kepala anak ditandai dengan garis kurva berwarna hijau, kuning, merah, dan hitam. Hijau merupakan nilai ideal ukuran lingkar pada kepala bayi, sedangkan garis kuning berarti ±1, merah ±2, dan hitam ±3.

Menurut IDAI, penting untuk melakukan pengukuran lingkar kepala, karena orang tua perlu waspada ketika lingkar kepala bayi berada di sekitar garis merah atau hitam.

Ukuran lingkar kepala di bawah -2, menunjukkan bahwa si kecil mengalami mikrosefali (kepala kecil). Sementara itu, anak dengan ukuran lingkar kepala di atas +2, masuk ke dalam kelompok makrosefali (kepala besar).

Salah satu penyebab mikrosefali adalah ketika ibu konsumsi obat atau alkohol pada masa kehamilan, maupun infeksi virus tetanus, sifilis, parvovirus, varicella zoster, rubella, dan herpes (TORCH), Down syndrome, serta Zika.

Sementara itu, mikrosefali dengan kondisi terbukanya ubun-ubun bayi dan kelainan lingkar kepala bisa disebabkan oleh hilangnya sel dan sambungan sel pada otak (atrofi otak).

Dengan mengetahui bagaimana cara pengukuran lingkar kepala bayi sendiri, orangtua bisa mendeteksi dini apabila Anda merasakan adanya kondisi abnormal.

Walaupun belum tentu benar, semakin cepat melihat kemungkinan kelainan pada kepala bayi, semakin tinggi kemungkinan kesembuhan buah hati Anda.

Catatan dari SehatQ

Lingkar kepala bayi menunjukkan kondisi kesehatan buah hati. Selain itu, lingkar kepala juga menunjukkan seberapa baik perkembangan otak bayi.

Ideal atau tidaknya ukuran lingkar kepala, ini juga bisa tergantung pada usia dan jenis kelamin bayi.

Ada dua cara untuk mengukur ukuran kepala bayi, yaitu menggunakan pita ukur dan sinar-X (X-ray).

Jika lingkar kepala terlalu kecil atau terlalu besar dari ukuran normal, bisa menandakan bayi mengalami gangguan kesehatan, seperti hilangnya sel dan sambungan sel otak dan hidrosefalus.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai lingkar kepala bayi baru lahir, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

bayi & menyusuitumbuh kembang bayitumbuh kembang anakbayikepala bayiperkembangan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved