Pentingnya Mengetahui Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi

(0)
29 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengukur kepala bayi cukup mudah dilakukan sendiri di rumah.Anda bisa mempelajari cara mengukur kepala bayi di rumah.
Selain berat badan dan panjang tubuh, ukuran lingkar kepala bayi juga menjadi acuan perkembangan tumbuh kembang si kecil, terutama pada 2 tahun pertama kehidupannya. Lalu, bagaimana cara mengukur lingkar kepala dan apa maknanya untuk kesehatan buah hati Anda?Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggarisbawahi pentingnya pengukuran lingkar kepala sebagai gambaran untuk mengetahui pertumbuhan otak anak.Lingkar kepala bayi saat lahir dengan kondisi cukup bulan (tidak prematur) adalah sekitar 35 cm. Biasanya, lingkar bayi laki-laki lebih besar sekitar 1 cm dibanding bayi perempuan.

Cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar

Lingkar kepala ini harus terus dipantau secara berkala (misalnya setiap bulan saat imunisasi), hingga usia anak mencapai 2 tahun.Fungsinya sebagai deteksi dini bila terdapat abnormalitas, berupa ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil, dan menemukan penyebab sekaligus mencari solusinya.Pengukuran kepala bayi biasanya dilakukan di pusat kesehatan, seperti Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit. Secara garis besar, terdapat 2 cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar dan akurat, yaitu dengan menggunakan pita pengukur dan melalui pemindaian sinar-X.

1. Menggunakan pita pengukur

Cara mengukur lingkar kepala bayi yang paling sederhana adalah dengan menggunakan pita pengukur, atau dikenal dengan pita meteran alias pita jahit. Pita harus lentur, tapi terbuat dari bahan yang tidak elastis agar hasil pengukuran bisa akurat.Cara mengukur lingkar kepala bayi dengan pita pengukur adalah sebagai berikut:
  • Lingkarkan pita melalui bagian yang paling menonjol di bagian belakang kepala bayi, dengan ujung pita berada di depan dahinya.
  • Pita tidak boleh menyentuh telinga, jadi Anda dapat menempatkannya sekitar 1-2 cm di atas telinga.
  • Saat mengukur, pastikan sisi pita yang menunjukkan ukuran dalam sentimeter berada di sisi dalam, agar hasilnya lebih akurat.
  • Pastikan pita melingkar dengan ukuran yang pas, tidak terlalu kencang tapi juga tidak longgar.
Setelah Anda mendapatkan angka lingkar kepala bayi, tuliskan hasilnya di kartu menuju sehat (KMS) jika ada, dan cocokkan dengan grafik Nelhaus. Lakukan pengukuran secara rutin setiap bulan, sejak Si Kecil lahir.Grafik bayi laki-laki cukup bulan biasanya dimulai dengan ukuran 32-38 cm. Sementara itu, grafik bayi perempuan cukup bulan dimulai dari ukuran 31-37 cm.

2. Dengan pemindaian sinar-X

Meski jarang terjadi, dokter bisa melakukan cara mengukur lingkar kepala menggunakan foto hasil pemindaian sinar X. Dari sini, dokter akan melihat sefalik indeks dan cranial size atau modulus indeks bayi.Sefalik indeks adalah rasio antara lebar (bipareital diameter/BPD) dan panjang kepala (occipitofrontal diameter/OFD), yang kemudian dikali 100.Sefalik indeks terbagi dalam 3 kelompok, yaitu dolicocephalic atau lonjong (di bawah 75), mesocephalic atau sedang (75-80), dan bracycephalic atau bulat (di atas 80).

Ukuran lingkar kepala bayi yang normal dan berpotensi alami kelainan

Acuan ukuran lingkar kepala bayi yang normal dapat dilihat melalui grafik Nelhaus untuk anak laki-laki atau anak perempuan. Grafik ini merupakan standar baku yang digunakan IDAI berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).Pada grafik Nelhause, usia anak (pada sumbu X horizontal) akan dibandingkan dengan lingkar kepala ideal yang angkanya terdapat pada sumbu Y vertikal. Misalnya Anda memiliki anak laki-laki usia 4 bulan. Maka carilah angka 4 di sumbu X, tandai dengan titik lalu tarik garis vertikal ke atas.Selanjutnya, cari angka hasil pengukuran lingkar kepala di sumbu Y (vertikal), lalu tarik garis horizontal ke kanan. Kedua garis akan bertemu pada satu titik di dalam kurva dan itulah yang akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan kondisi lingkar kepala bayi: normal atau abnormal.
Ukuran lingkar kepala bayi bisa jadi deteksi dini potensi kelainan.
Normal atau tidaknya lingkar kepala anak ditandai dengan garis kurva berwarna hijau, kuning, merah, dan hitam. Hijau merupakan nilai ideal lingkar kepala bayi, sedangkan garis kuning berarti ±1, merah ±2, dan hitam ±3.Menurut IDAI, orangtua perlu waspada ketika lingkar kepala bayi berada di sekitar garis merah atau hitam. Anak dengan ukuran lingkar kepala di bawah -2 dikatakan mengalami mikrosefali (kepala kecil). Sementara itu, anak dengan lingkar kepala di atas +2 dikategorikan dalam kelompok makrosefali (kepala besar).Mikrosefali dapat diakibatkan oleh konsumsi obat atau alkohol selama ibu hamil maupun infeksi virus tetanus, sifilis, parvovirus, varicella zoster, rubella, cytomegalovirus, dan herpes (TORCH), Down syndrome, serta Zika. Sementara itu, mikrosefali yang disertai terbukanya ubun-ubun bayi dan kelainan lingkar kepala, bisa disebabkan oleh atrofi otak.Di sisi lain, makrosefali dapat terjadi akibat hidrosefalus atau atrofi otak. Kondisi hidrosefalus sendiri merupakan penumpukan cairan otak yang bisa muncul karena banyak hal, seperti malformasi struktur otak, radang otak, tumor otak, maupun kelainan metabolisme bawaan.Mengetahui cara mengukur lingkar kepala bayi sendiri bisa jadi alat deteksi dini untuk mengetahui potensi kondisi abnormal. Semakin cepat abnormalitas diketahui, semakin tinggi kemungkinan kesembuhan buah hati Anda.
bayi & menyusuitumbuh kembang bayitumbuh kembang anak
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pengukuran-lingkar-kepala-dan-ubun-ubun-besar
Diakses pada 15 Agustus 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bayi-baru-lahir-apa-yang-perlu-diperhatikan-bagian-i
Diakses pada 15 Agustus 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kurva-pertumbuhan-who
Diakses pada 15 Agustus 2020
Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/46685/3/ARLA_SANTIKA_SISHADI_22010111120010_LAP.KTI_BAB_2.pdf
Diakses pada 15 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait