Untuk mengontrol gula darah saat puasa, jangan mengubah pola makan Anda
Mengontrol gula darah saat puasa bagi penderita diabetes.

Pada saat berpuasa, kadar gula darah cenderung mengalami penurunan sehingga produksi insulin pun turun. Pada saat yang bersamaan, hormon glukagon dan katekolamin meningkat, mengubah glikogen (bentuk gula yang tersimpan dalam tubuh) menjadi energi agar tidak lemas saat berpuasa. Karena waktu berpuasa yang cukup panjang, tubuh dapat mengalami kekurangan glikogen sehingga produksi gula diambil dari lemak tubuh.

Pada individu tanpa diabetes, pengaturan antara insulin dan hormon yang berlawanan ini akan berjalan seimbang. Namun, hal ini menimbulkan gangguan pada penderita diabetes. Mereka akan menjadi rentan terhadap gangguan, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, diabetik ketoasidosis, dehidrasi, dan trombosis selama berpuasa.

5 Cara mengontrol gula darah saat puasa

Untuk mengantisipasi gangguan-gangguan di atas, berikut beberapa rekomendasi tindakan yang dianjurkan untuk mengontrol gula darah saat puasa:

1. Lebih sering memeriksa kadar gula darah

Tidak adanya asupan makanan membuat tubuh rentan mengalami kekurangan gula darah. Oleh karena itu, monitor kadar gula darah sebaiknya dilakukan lebih sering, misalnya beberapa kali dalam sehari saat puasa. Hal ini penting terutama bagi penderita diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 yang menggunakan insulin.

2. Jangan mengubah pola makan

Makanan selama berpuasa tidak banyak berbeda dengan pola makan yang sehat dan seimbang pada kondisi normal. Tujuan pola makan sehat ini adalah untuk mempertahankan massa tubuh agar tetap stabil dan mengontrol kadar gula darah. Hindari mengonsumsi makanan dengan karbohidrat dan lemak dalam jumlah banyak, terutama saat berbuka puasa.

Penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks pada saat sahur berupa nasi, gandum dan kacang-kacangan dan karbohidrat yang lebih sederhana saat berbuka puasa. Ini dikarenakan adanya gangguan gerak lambung pada penderita diabetes sehingga proses pencernaan dan penyerapan makanan membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu, dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi air putih saat berbuka dan sahur. Makan sahur sebaiknya dilakukan sedekat mungkin sebelum waktu memulai puasa.

3. Distribusi porsi makan

Penderita diabetes berisiko mengalami hiperglikemia setelah sahur dan berbuka puasa apabila terlalu banyak makan. Oleh karena itu, kontrol gula darah dilakukan dengan mendistribusikan porsi makanan menjadi dua sampai tiga porsi kecil selama periode tidak berpuasa. Hal ini akan membantu mencegah kadar gula darah yang terlalu tinggi.

[[artikel-terkait]]

4. Lakukan olahraga menjelang berbuka puasa

Aktivitas fisik berperan dalam mengontrol gula darah. Saat beraktivitas, akan terjadi pembakaran gula darah menjadi energi. Aktivitas fisik sebaiknya tetap dijalankan, namun waktunya diganti saat menjelang berbuka puasa atau pada malam harinya.

Meski melakukan aktivitas fisik disarankan, namun tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah drastis dan berisiko mengalami hipoglikemia, terutama saat beberapa jam sebelum berbuka puasa. Waktu terbaik untuk berolahraga dilakukan sekitar 2 jam sebelum berbuka puasa.

5. Hentikan puasa bila kadar gula darah tidak terkontrol

Penderita diabetes tetap dapat berpuasa selama kadar gula darah terkontrol. Akan tetapi, jika kadar gula darah menurun hingga di bawah 60 mg/dL, segera hentikan puasa anda. Jika tidak segera mengatasinya, kondisi ini dapat membahayakan nyawa seperti lemas, sempoyongan, bahkan dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

Kadar gula darah di bawah 70 mg/dL pada satu jam pertama puasa juga merupakan pertanda yang tidak baik, terutama bila anda menggunakan insulin, mengonsumsi obat sulfonilurea, atau meglitinide saat sahur. Sebaiknya batalkan puasa yang anda jalani.

Selain kadar gula darah yang terlalu rendah, kadar gula darah melebihi 300 mg/dL juga merupakan tanda bahaya yang perlu anda waspadai.

Al-Arouj M, Bouguerra R, Buse J, Hafez S, Hassanein M, Ibrahim MA, et al. Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care. 2005 Sep 1;28(9):2305–11.

Diabetes UK. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/managing-your-diabetes/ramadan
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed