Cara Mengonsumsi Bee Pollen, Serbuk dari Lebah dengan Khasiat Luar Biasa


Berbeda dengan produk dari lebah seperti madu, royal jelly, atau honeycomb, bee pollen juga mengandung serbuk sari, nektar, enzim, lilin, dan sekresi lebah. Di dalamnya terdapat nutrisi dan ratusan zat bermanfaat lainnya. Cara mengonsumsi bee pollen umumnya dicampur dalam madu.

(0)
10 Mar 2021|Azelia Trifiana
Bee pollen juga merupakan produk dari lebahBee pollen juga merupakan produk dari lebah
Berbeda dengan produk dari lebah seperti madu, royal jelly, atau honeycomb, bee pollen juga mengandung serbuk sari, nektar, enzim, lilin, dan sekresi lebah. Di dalamnya terdapat nutrisi, asam amino, vitamin, dan ratusan zat bermanfaat lainnya. Cara mengonsumsi bee pollen umumnya dicampur dalam madu.Menariknya, Kementerian Kesehatan Jerman bahkan menjadikannya sebagai bagian dari obat. Ini didukung pula dengan berbagai penelitian yang semakin menegaskan manfaat bee pollen.

Kandungan nutrisi bee pollen

Di dalam bee pollen terdapat lebih dari 250 zat biologis aktif, termasuk protein, karbohidrat, lipid, asam lemak, vitamin, mineral, dan tentu tak ketinggalan antioksidan. Lebih detail lagi, komposisinya terdiri dari:
  • Karbohidrat: 40%
  • Protein: 35%
  • Air: 4-19%
  • Lemak: 5%
  • Vitamin, mineral, antibiotik, antioksidan: 5-15%
Meski demikian, nutrisi di dalam bee pollen juga bergantung pada sumber tanaman dan musim saat dipanennya. Contohnya, protein dari pohon kurma bisa jauh lebih tinggi sekitar 35% dibandingkan dengan pohon pinus.Lebih jauh lagi, kadar asam amino bee pollen jauh lebih signifikan yang dipanen pada musim semi ketimbang musim panas.

Cara mengonsumsi bee pollen

Umumnya, bee pollen ada dalam bentuk suplemen atau butiran kecil. Apabila dicampurkan dalam madu, bisa dikonsumsi langsung, dijadikan olesan roti, atau dicampurkan ke smoothies.Saat sarapan atau snack, pollen juga bisa dicampurkan dalam granola atau yogurt. Rasanya memang sedikit pahit, namun orang yang sudah terbiasa tidak akan terganggu dengan rasanya.Ketika dicampurkan dalam madu pun, rasa pahit ini tidak akan terlalu dominan. Bahkan, tekstur butiran kecilnya ini memberikan sensasi tersendiri saat dikonsumsi langsung.Namun, perhatikan bagi orang yang memiliki alergi terhadap pollen atau sengatan lebah, sebaiknya hindari produk olahannya karena bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal, bengkak, hingga yang cukup parah dan mengancam nyawa yaitu anaphylaxis.Bayi terutama yang berusia di bawah 1 tahun juga sebaiknya menghindari konsumsi produk semacam ini karena tidak bisa dipastikan benar-benar aman dari risiko infeksi bakteri seperti botulisme.

Manfaat bee pollen

Beberapa manfaat dari zat bernutrisi dalam bentuk butiran kecil ini di antaranya:

1. Sumber antioksidan

Apabila ada yang mengonsumsi pelet madu ini saat kurang enak badan kemudian merasa bugar, bisa jadi karena kandungan antioksidan di dalamnya. Jenisnya mulai dari flavonoid, karoten, quercetin, kaempferol, dan glutathione.Adanya antioksidan ini melindungi tubuh dari molekul radikal bebas berbahaya yang bisa memicu penyakit kronis, seperti kanker dan diabetes tipe 2.Berdasarkan beberapa penelitian terhadap binatang maupun manusia, kandungan antioksidan ini bisa meredakan peradangan kronis, menangkal bakteri berbahaya, menyembuhkan infeksi, hingga menghambat pertumbuhan tumor.

2. Mengurangi peradangan

Dibandingkan dengan obat anti-peradangan nonsteroid seperti phenylbutazone, analgin, dan naproxen, produk dari lebah ini juga punya khasiat mengatasi peradangan. Terbukti dalam uji laboratorium, ekstrak pollen mengurangi pembengkakan cakar tikus hingga 75%.Khasiat ini tak lepas dari adanya beberapa zat seperti antioksidan quercetin yang bisa menurunkan produksi asam lemak omega-6 pemicu peradangan. Tak hanya itu, kandungan di dalamnya juga efektif menekan proses biologis penyebab produksi hormon peradangan seperti tumor necrosis factor (TNF).

3. Potensi menurunkan kolesterol

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung dengan cara mengatur kolesterol, bee pollen bisa jadi pilihan. Ekstrak dari butiran kecil dengan rasa sedikit pahit ini bisa menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.Bahkan, orang yang mengalami keluhan rabun dekat karena penyumbatan pembuluh darah pun merasakan khasiatnya. Suplemen dari bee pollen dapat menurunkan kadar kolesterol darah sehingga penglihatan menjadi lebih baik.Jangan lupakan pula, kandungan antioksidan di dalamnya dapat mencegah proses oksidasi lipid. Ini penting mengingat ketika terjadi oksidasi, artinya lipid bisa menggumpal dan membuat pembuluh darah tersumbat.

4. Potensi melindungi hati

Sebagai salah satu organ vital yang membantu pembuangan racun dalam tubuh, hati atau liver harus dijaga kesehatannya. Kabar baiknya, kandungan antioksidan dalam butiran yang biasa dikonsumsi bersamaan dengan madu ini dapat membuang lebih banyak racun seperti urea dan malondialdehyde dari darah.Ada juga studi yang menemukan bahwa antioksidan dalam pollen dapat melindungi hati dari zat yang beracun akibat overdosis obat. Meski demikian, masih perlu lebih banyak penelitian pada manusia untuk menjadikannya sebagai rekomendasi pasti.

5. Potensi meningkatkan imunitas

Butiran kecil dari lebah ini juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, tubuh akan terlindungi dari penyakit atau reaksi alergi.Bukan hanya itu, ekstrak pollen lebah ini juga ditemukan dalam penelitian bisa melawan bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, Pseudomonas aeruginosa, dan juga infeksi bakteri Staphylococcus.Mengingat ada begitu banyak khasiat dari bee pollen dan juga produk alami dari lebah lainnya, tak ada salahnya menjadikannya bagian dari konsumsi sehari-hari. Selama tidak ada reaksi alergi, Anda bisa mendapatkan vitamin, mineral, dan juga antioksidan yang bermanfaat.

Lebih jauh lagi, berbeda waktu panen dan asal tanaman, akan lain pula kandungan nutrisi di dalamnya. Cari sumber yang tepercaya apabila mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.Untuk berdiskusi lebih jauh tentang manfaat mengonsumsi bee pollen, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/bee-pollen
Diakses pada 23 Februari 2021
Food Chem Toxicol. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24262487/
Diakses pada 23 Februari 2021
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3008684/
Diakses pada 23 Februari 2021
J Environ Sci Health. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23305281/
Diakses pada 23 Februari 2021
BMC Complement Alternative Med. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20573205/
Diakses pada 23 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait