Kenali penyebab ruam kulit agar dapat diobati dengan cepat dan tepat
Mengobati ruam kulit harus dilakukan berdasarkan penyebabnya.

Pernahkan Anda mengalami gatal-gatal pada kulit? Ruam kulit dapat disebabkan oleh beragam kondisi. Mulai dari infeksi jamur, eksim, hingga ketombe.

Oleh sebab itu, penanganannya juga bermacam-macam dan tergantung dari penyebabnya. Berikut 12 cara mengobati ruam kulit berdasarkan penyebabnya:

[[artikel-terkait]]

12 cara mengobati ruam kulit berdasarkan penyebabnya

1. Pityriasis rosea

Penyakit kulit ini menimbulkan ruam kemerahan yang agak menonjol dan bisa disertai rasa gatal. Ruam pityriasis rosea umumnya akan hilang sendiri dalam waktu dua minggu. Tapi ada juga orang yang mengalaminya hingga delapan minggu.

Bila gatal akibat ruam pityriasis rosea tidak tertahankan, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Dokter bisa meresepkan pelembab, krim steroid atau antihistamin untuk mengatasi kemerahan dan rasa gatal tersebut.

2. Kurap

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur yang menyebar melalui kontak tubuh secara langsung. Misalnya, akibat saling meminjam handuk, pakaian, kaus kaki, maupun dan sepatu.

Secara umum, kurap ditandai dengan munculnya bercak-bercak bulat dan kemerahan seperti cincin. Penderita juga akan merasakan gatal tidak tertahankan pada bercak tersebut.

Bila Anda positif didiagnosis mengidap kurap, dokter akan memberikan obat oles antijamur. Selain itu, obat antijamur dalam bentuk oral (diminum) juga mungkin diresepkan.

3. Rosacea

Ruam kulit ini menyebabkan kulit kemerahan pada wajah. Terkadang, bentol-bentol yang mirip jerawat, iritasi pada mata juga bisa menjadi pertandanya.

Pada umumnya, rosacea bukanlah kondisi kulit yang berbahaya. Namun Anda sebaiknya menghindari paparan sinar matahari, udara yang dingin dan berangin, maupun olahraga terlalu berat jika mengidap penyakit ini. Pasalnya, hal-hal tersebut bisa menjadi pemicu serangan penyakit kulit ini.

Karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, cara mengobati ruam kulit akibat rosacea juga bervariasi. Dokter bisa meresepkan obat oles atau antibiotik oral untuk menanganinya. Sementara warna kemerahan akibat rosacea bisa pula ditangani dengan terapi sinar laser.

4. Eksim atopik

Eksim atopik menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal, dengan bercak kemerahan dan permukaan bersisik. Penyakit kulit yang dikenal juga dengan istilah dermatitis atopik  ini umumnya merupakan penyakit keturunan yang berhubungan dengan dengan alergi dan kerap berkaitan dengan rinitis alergi (hay fever) dan asma.

Dokter umumnya akan meresepkan obat oles kortikosteroid dan menyarankan Anda untuk menggunakan pelembap kulit sebagai cara mengobati ruam kulit ini. Sementara untuk pencegahan, menghindari hal-hal yang bisa menjadi pemicunya sebaiknya dilakukan.

5. Dermatitis kontak

Ruam kulit ini terjadi jika kulit bersentuhan langsung dengan sesuatu yang mengiritasi kulit. Akibatnya, kulit akan terasa gatal dan muncul bercak-bercak kemerahan.

Dermatitis kontak dapat diobati dengan membasuh bagian kulit yang mengalami iritasi. Dokter juga bisa memberikan losion penghilang gatal dan obat kortikosteroid.

6. Impetigo

Impetigo disebabkan oleh bakteri. Gejala yang muncul tergantung pada jenis bakteri yang memicu infeksi. Gatal-gatal, kulit melepuh, atau munculnya koreng bisa menjadi sebagian dari gejalanya.

Penyakit ini termasuk mudah menular. Kulit yang telah mengalami iritasi atau peradangan lebih rentan terkena infeksi bakteri penyebab impetigo. Misalnya, kulit yang mengalami eksim atau bekas gigitan serangga.

Mengingat penyebabnya adalah infeksi bakteri, cara mengobati ruam kulit ini adalah dengan memakai antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik bisa diberikan dalam bentuk krim atau losion, maupun obat oral untuk menangani impetigo yang lebih parah.


7. Ketombe

Dalam dunia medis, ketombe dikenal dengan istilah seborrhea. Kondisi ini akan membuat kulit kepala mengelupas dan terlihat berminyak. Selain pada kulit kepala, seborrhea juga bisa muncul di wajah maupun sekitar alat kelamin.

Seborrhea terjadi akibat adanya reaksi alergi terhadap jamur yang ada di kulit. Oleh sebab itu, gangguan kulit ini umumnya diobati dengan krim antijamur atau kortikosteroid oles. Sementara ketombe pada kulit kepala dapat diatasi dengan penggunaan sampo yang mengandung asam salisilat.

8. Actinic keratosis

Lesi-lesi actinic keratosis berwarna putih dan membuat kulit terlihat tampak bersisik. Umumnya, kondisi ini muncul pada bagian yang sering terpapar sinar matahari. Mulai dari wajah, tangan, hingga lengan.

Cara mengobati lesi akibat actinic keratosis adalah dengan menggunakan obat oles, prosedur cryotherapy (pembekuan dengan nitrogen cair), atau kauterisasi (pembakaran jaringan). Cara mana yang cocok untuk Anda harus ditentukan oleh dokter.

9. Tinea cruris

Tinea cruris atau jock itch adalah bentuk lain dari kurap. Berdasarkan namanya, tinea cruris menyerang selangkangan dan menyebabkan gatal tidak tertahankan dan bercak khas kurap yang berbentuk bulat berbatas tegas dan bagian tengah yang cenderung menyembuh (central clearing).

Sama seperti kurap pada umumnya, tinea cruris dapat ditangani dengan krim antijamur. Mengenakan pakaian dan celana yang longgar juga bisa membantu dalam menyembuhkan gangguan kulit ini.

10. Panu (Tinea versicolor)

Panu adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia yang hidup di kulit. Berbeda dengan anggapan awam, penyakit kulit ini tidak menular karena  jamur Malassezia itu sendiri sudah ada di kulit manusia.

Bintik-bintik gatal akibat panu akan membuat warna kulit menjadi tidak rata. Maka dari itu, panu dikenal juga dengan istilah tinea versicolor dalam dunia kedokteran.

Karena penyebabnya adalah jamur, cara mengobati ruam kulit akibat panu adalah dengan krim dan sampo antijamur. Jika perlu, dokter juga bisa meresepkan obat antijamur yang diminum.

11. Pityriasis rubra pilaris

Ruam akibat pityriasis rubra pilaris berwarna oranye kemerah-merahan dan umumnya muncul pada dada, telapak tangan dan kaki. Peradangan dan pengelupasan kulit juga bisa terjadi.

Penyakit dengan sebab tidak jelas ini memiliki pengobatan yang bervariasi. Mulai dari retinoid oral (seperti isotretinoin), obat sejenis methotrexate yang akan menekan sistem imun, hingga obat oles.

12. Selulitis

Penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak ini patut diwaspadai dan diobati agar tidak memicu komplikasi. Salah satu bentuk komplikasinya adalah bakteri masuk ke dalam aliran darah.

Kulit yang bengkak, nyeri, berwarna merah, dan hangat ketika disentuh merupakan indikasi dari selulitis. Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi kulit ini.

Ruam kulit mungkin kerap tampak sepele. Namun penyebabnya harus diketahui dengan saksama agar cara mengobati ruam kulit bisa dilakukan dengan tepat. Jangan menunggu hingga penyakit kulit Anda berkepanjangan dan mengganggu kenyamanan Anda.

Artikel Terkait

Banner Telemed