Obat Liver yang Efektif Sembuhkan Penyakit Hati Baik Alami maupun Medis


Obat liver, baik yang alami maupun medis bisa dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala penyakit hati maupun menyembuhkannya secara total. Dari ramuan herbal, perubahan diet, hingga resep dokter, penggunaan obat liver harus disertai dengan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

(0)
06 Feb 2020|Aditya Prasanda
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat liver alami yang bisa Anda konsumsi salah satunya temu lawakObat liver alami salah satunya adalah temulawak
Obat penyakit liver baik itu alami maupun medis, bisa membantu meredakan gejala maupun menyembuhkan berbagai jenis penyakit hati. Bahan herbal seperti temulawak, mengatur pola makan, dan mengonsumsi obat dokter bisa menjadi pilihan sesuai dengan kondisi Anda. Berikut ini, penjelasan lebih lanjut soal cara mengobati penyakit liver yang dapat Anda coba.

Obat penyakit liver dari alami hingga medis

Liver dapat menjalankan fungsinya kembali dengan lebih mudah dan dapat memperbaiki kerusakan pada jaringannya jika Anda menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, penyakit liver juga dapat diobati dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Mengonsumsi temulawak

Secara ilmiah, temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb memiliki khasiat untuk mencegah penyakit kuning, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah bau badan, menghilangkan jerawat hingga mengatasi gangguan liver.Meminum ramuah tanaman herbal yang mengandung minyak atsiri, kurkumin, kamfer, glikosida, phellandrene, turmerol, myrcene, xanthorrizol, isofuranogermacreene, p-tolyletycarbinol dan pati ini secara teratur, dapat membantu memulihkan kondisi liver yang rusak.Namun, tidak semua jenis penyakit liver dapat disembuhkan dengan temulawak. Untuk mengatasi hepatitis atau penyakit hati yang disebabkan oleh virus, temulawak hanya dapat memberikan efek perlindungan.

2. Menggunakan obat rekomendasi dokter

Khasiat obat herbal tidaklah secepat obat kimia, sehingga dokter akan merekomendasikan obat herbal sebagai pendamping obat kimia yang sudah teruji secara klinis. Ingat, penting bagi Anda untuk senantiasa mempercayakan penyakit liver pada dokter.Obat yang akan diberikan dokter pun bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab penyakit yang Anda alami. Pada gangguan hati yang disebabkan oleh virus, dokter akan memberikan obat antivirus, sementara jika disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Sementara penyakit hati lainnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

3. Menjalani diet liver

Cara mengobati penyakit liver selanjutnya adalah mengonsumsi makanan dengan jumlah nutrisi tepat dengan panduan berikut ini:
  • Mengonsunsi karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat menjadi asupan kalori utama dalam diet liver.
  • Makan asupan lemak dalam jumlah sedang. Asupan lemak harus sesuai dengan saran dokter. Perpaduan asupan karbohidrat dan lemak membantu mencegah terjadinya pemecahan protein dalam hati.
  • Makan 1 gr protein per kg berat badan. Artinya, individu dengan bobot 73 kg yang memiliki penyakit liver berat harus mengonsumsi protein sebanyak 73 gr per hari. Suplai makanan ini belum termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung. Namun, berkonsultasilah dengan dokter sebelum menentukan jumlah asupan ini. Sebab, penderita kerusakan hati parah, memerlukan protein yang lebih sedikit.
Baca Juga: Jenis Makanan yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Hati

4. Mengurangi konsumsi garam

Jika hendak mempertahankan kadar cairan dalam tubuh, Anda dapat mengurangi konsumsi garam dengan menyantap kurang dari 1.500 mg garam per hari.

5. Minum vitamin

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks untuk membantu hati memperbaiki kerusakan jaringan.

6. Menjalani pantangan tertentu

Pada penyakit hati jenis tertentu seperti Penyakit Wilson, obat liver alami yang akan dianjurkan dokter salah satunya adalah membatasi mengonsumsi makanan yang mengandung mineral tembaga. Beberapa jenis makanan tersebut antara lain adalah jamur, kacang-kacangan, dan hewan laut bercangkang seperti kepiting dan lobster.

7. Memangkas asupan kalori

Mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh, bisa jadi salah satu cara mengobati penyakit liver yang efektif. Apabila Anda mengalami kelebihan berat badan dan mengidap penyakit hati, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk mengurangi asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan penyakit liver?

Liver atau hati berperan penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan zat beracun dari dalam tubuh dan menyimpan cadangan energi bagi tubuh. Meski fungsinya menyingkirkan racun dari dalam tubuh, liver juga tidak dapat bekerja dengan semestinya, jika Anda sering menjalani pola hidup yang tidak sehat.Pola hidup yang buruk seperti mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penyakit liver. Selain itu, kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memicu gangguan hati. Kondisi apa lagi yang bisa mengakibatkan penyakit liver?

• Infeksi

Liver dapat mengalami kerusakan saat infeksi parasit maupun virus menjangkiti organ hati. Infeksi liver dapat memicu peradangan yang menghambat fungsi hati.Parasit maupun virus yang merusak fungsi hati dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, darah, urine serta bkontak dengan orang yang terinfeksi.Jika hati terjangkit virus hepatitis, penyakit liver dapat berkembang menjadi hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

• Gangguan sistem kekebalan tubuh

Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh proses autoimun, yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa bagian tertentu di dalam tubuh. Akibatnya, penyakit liver dapat berkembang menjadi hepatitis autoimun, sirosis bilier primer, hingga primary sclerosing cholangitis.

• Faktor keturunan

Gen abnormal yang diturunkan salah satu atau kedua orangtua dapat menyebabkan bermacam zat menumpuk dalam organ hati. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati yang berujung pada penyakit liver genetik seperti hemokromatosis, hiperoksaluria, oxalosis dan penyakit wilson.

• Pola hidup tidak sehat

Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, serta penyalahgunaan alkohol secara intens.Selain itu, penyakit liver juga dapat terjadi akibat diabetes, obesitas, tato yang tidak steril, hubungan seksual tanpa kondom, hingga tingginya kadar trigliserida dalam darah.

Gejala penyakit liver yang harus diwaspadai

Individu yang mengalami kerusakan organ hati dan mengidap penyakit liver akan mengalami sejumlah gejala, antara lain:
  • Kulit dan mata tampak kekuningan
  • Mengalami nyeri dan pembengkakan pada perut, kaki dan pergelangan tangan
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat dan berdarah
  • Mudah lelah
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan

Apakah penyakit hati bisa sembuh total?

Penyakit hati ada banyak jenisnya. Sebagian bisa sembuh total, sebagian lagi tidak. Contoh penyakit hati yang bisa sembuh total antara lain adalah hepatitis A dan hepatitis C serta perlemakan hati. Sementara contoh penyakit hati yang tidak bisa sembuh total adalah sirosis hati dan hepatitis B. Meski begitu, bukan berarti penyakit hati yang tidak bisa sembuh total, tidak bisa dirawat. Anda masih bisa menjalani perawatan untuk sirosis hati dan hepatitis B agar gejala penyakit-penyakit tersebut bisa reda. Meski kerusakan yang terjadi tidak bisa dikembalikan seratus persen, namun perkembangan keparahannya bisa dihentikan.Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan langsung dengan dokter terdekat. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan tes darah lengkap, CT Scan, MRI, USG, hingga biopsi hati untuk melihat kondisi jaringan hati.
hepatitishepatitis cpenyakit hatihepatitis ahepatitis b
Kompas.com. https://sains.kompas.com/read/2018/02/09/080800623/benarkah-temulawak-bisa-melindungi-hati-dari-penyakit
Diakses pada 5 Februari 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502
Diakses pada 5 Februari 2020
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/002441.htm
Diakses pada 5 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait