Dari Ramuan Herbal hingga Diet, Ini Cara Mengobati Penyakit Liver

Cara mengobati penyakit liver antara lain bisa dilakukan dengan mengonsumsi temulawak.
Mengonsumsi temulawak dipercaya sebagai salah satu cara mengobati penyakit liver.

Gangguan pada liver alias organ hati tidak boleh dipandang sepele. Oleh karena itu, ketika organ tersebut terserang penyakit sehingga tidak bekerja sebagaimana mestinya, Anda harus segera melakukan berbagai cara mengobati penyakit liver.

Ada berbagai pilihan perawatan, mulai dari memanfaatkan ramuan herbal, hingga pengobatan oleh dokter dan terapi. Mana yang paling efektif?

Cara mengobati penyakit liver untuk Anda coba

Liver dapat menjalankan fungsinya kembali dengan lebih mudah dan dapat memperbaiki kerusakan pada jaringannya jika Anda menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, penyakit liver juga dapat diobati dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Mengonsumsi temulawak

Secara ilmiah, temulawak atau curcuma xanthorrhiza roxb memiliki khasiat untuk mencegah penyakit kuning, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah bau badan, menghilangkan jerawat hingga mengatasi gangguan liver.

Meminum ramuah tanaman herbal yang mengandung minyak atsiri, kurkumin, kamfer, glikosida, phellandrene, turmerol, myrcene, xanthorrizol, isofuranogermacreene, p-tolyletycarbinol dan pati ini secara teratur, dapat membantu memulihkan kondisi liver yang rusak.

Namun, tidak semua jenis penyakit liver dapat disembuhkan dengan temulawak. Untuk mengatasi hepatitis atau penyakit hati yang disebabkan oleh virus, temulawak hanya dapat memberikan efek perlindungan.

2. Menggunakan obat rekomendasi dokter

Khasiat obat herbal tidaklah secepat obat kimia, sehingga dokter akan merekomendasikan obat herbal sebagai pendamping obat kimia yang sudah teruji secara klinis. Ingat, penting bagi Anda untuk senantiasa mempercayakan penyakit liver pada dokter.

3. Menjalani diet liver

Mengonsumsi buah dan sayur bisa melindungi organ hati
dari berbagai penyakit.

Cara mengobati penyakit liver selanjutnya adalah mengonsumsi makanan dengan jumlah nutrisi tepat dengan panduan berikut ini:

  • Mengonsunsi karbohidrat dalam jumlah besar:

    Karbohidrat menjadi asupan kalori utama dalam diet liver, namun harus sebanding dengan jumlah protein yang Anda konsumsi.
  • Mengonsumsi buah dan sayuran:

    Buah-buahan seperti anggur, blueberry, pear, maupun grapefruit baik untuk kesehatan organ hati.. Selain itu sayuran seperti brokoli, sawi, dan kecambah juga baik untuk mencegah kerusakan hati.
  • Mengonsumsi 1 gr protein per kg berat badan:

    Artinya, individu dengan bobot 73 kg yang memiliki penyakit liver berat harus mengonsumsi protein sebanyak 73 gr per hari. Suplai makanan ini belum termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung. Namun, berkonsultasilah dengan dokter sebelum menentukan jumlah asupan ini. Sebab, penderita kerusakan hati parah, memerlukan protein yang lebih sedikit.
  • Mengurangi konsumsi garam:

    Jika hendak mempertahankan kadar cairan dalam tubuh, Anda dapat mengurangi konsumsi garam dengan menyantap kurang dari 1.500 mg garam per hari.
  • Minum vitamin:

    Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks untuk membantu hati memperbaiki kerusakan jaringan.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan penyakit liver?

Infeksi parasit maupun virus bisa mengakibatkan
kerusakan organ hati.

Liver atau berperan penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan zat beracun dari dalam tubuh dan menyimpan cadangan energi bagi tubuh. Meski fungsinya menyingkirkan racun dari dalam tubuh, liver juga tidak dapat bekerja dengan semestinya, jika Anda sering menjalani pola hidup yang tidak sehat.

Pola hidup yang buruk seperti mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penyakit liver. Selain itu, kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memicu gangguan hati. Kondisi apa lagi yang bisa mengakibatkan penyakit liver?

  • Infeksi:

    Liver dapat mengalami kerusakan saat infeksi parasit maupun virus menjangkiti organ hati. Infeksi liver dapat memicu peradangan yang menghambat fungsi hati.
    Parasit maupun virus yang merusak fungsi hati dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, darah, urine serta bkontak dengan orang yang terinfeksi.
    Jika hati terjangkit virus hepatitis, penyakit liver dapat berkembang menjadi hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh:

    Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh proses autoimun, yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh kita sendiri. Akibatnya, penyakit liver dapat berkembang menjadi hepatitis autoimun, sirosis bilier primer, hingga primary sclerosing cholangitis.
  • Faktor keturunan:

    Gen abnormal yang diturunkan salah satu atau kedua orangtua dapat menyebabkan bermacam zat menumpuk dalam organ hati. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati yang berujung pada penyakit liver genetik seperti hemokromatosis, hiperoksaluria, oxalosis dan penyakit Wilson.
  • Pola hidup tidak sehat:

    Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, serta mengonsumsi terlalu banyak alkohol dan dalam jangka panjang.
  • Kondisi lain:

    Selain itu, penyakit liver juga dapat terjadi akibat diabetes, obesitas, tato yang tidak steril, hubungan seksual tanpa kondom, hingga tingginya kadar trigliserida dalam darah.

Gejala penyakit liver yang harus diwaspadai

Individu yang mengalami kerusakan organ hati dan mengidap penyakit liver akan mengalami sejumlah gejala, antara lain:

  • Kulit dan mata tampak kekuningan
  • Mengalami nyeri dan pembengkakan pada perut, kaki dan pergelangan tangan
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat dan berdarah
  • Mudah lelah
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan langsung dengan dokter terdekat. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan tes darah lengkap, CT Scan, MRI, USG, hingga biopsi hati untuk melihat kondisi jaringan hati.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502
Diakses pada 5 Februari 2020

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/002441.htm
Diakses pada 5 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-foods-for-your-liver#section8
Diakses pada 6 Februari 2020

Kompas.com. https://sains.kompas.com/read/2018/02/09/080800623/benarkah-temulawak-bisa-melindungi-hati-dari-penyakit
Diakses pada 5 Februari 2020

Artikel Terkait