Cara Mengobati Lecet pada Dubur Bayi dengan Metode ABCDE

(0)
21 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengobati lecet pada dubur bayi dapat dilakukan dengan metode ABCDEPenggunaan popok dapat menyebabkan dubur bayi lecet
Apakah bayi Anda tengah rewel karena ada luka lecet di bokongnya? Tak perlu panik karena cara mengobati lecet pada dubur bayi cukup sederhana, apalagi bila Anda telah mengetahui penyebabnya.Lecet pada dubur bayi merupakan salah satu bentuk ruam popok alias diaper rash yang memang banyak diderita oleh bayi berusia 4-15 bulan. Lecet bisa terjadi ketika Anda jarang mengganti popok bayi atau bahkan terlalu sering melakukannya.Lecet dapat diobati dengan salep ruam popok yang dijual bebas di pasaran. Namun dalam kondisi tertentu, bayi bisa diperiksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih menyeluruh.

Penyebab munculnya lecet pada dubur bayi

Lecet pada kulit bayi berawal dari kondisi bokong yang lembap, misalnya karena pemakaian popok yang terlalu ketat hingga menutup kulit dan menghambat penguapan. Kulit yang lembap ini akan lebih mudah dilalui oleh bahan-bahan yang mengakibatkan iritasi dan rentan terjadi gesekan yang mengakibatkan kulit lecet.Iritasi memang merupakan penyebab umum terjadinya lecet. Namun, kondisi ini juga bisa muncul akibat terjadinya reaksi alergi karena zat tertentu yang mengakibatkan munculnya gejala pada kulit, salah satunya gatal yang berujung pada lecet akibat terlalu banyak digaruk.Pada praktiknya, lecet pada dubur bayi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:

1. Kulit sensitif

Beberapa bayi memiliki kulit yang lebih sensitif sehingga lebih rentan mengalami lecet.

2. Iritasi akibat urine atau feses

Urine dan feses yang tidak segera dibersihkan akan membuat bokong bayi rentan lecet, apalagi bila kulitnya sensitif. Bayi yang sedang mengalami diare juga lebih berisiko mengalami lecet.

3. Gesekan

Popok yang terlalu ketat rentan menggesek kulit sehingga bokong bayi menjadi lecet.

3. Alergi produk tertentu

Dubur bayi yang terlalu sering digosok dengan tisu basah atau bayi mengenakan popok merek baru juga bisa mengakibatkan lecet bila tidak cocok, begitu pula jika Anda mengoleskan losion, bedak, dan kosmetik bayi lain yang dapat menimbulkan alergi.

4. Infeksi jamur atau bakteri

Kondisi lembap pada bagian bokong bayi juga bisa menjadi sarang berkembangnya bakteri atau jamur yang dapat mengakibatkan infeksi dan lecet.

Cara mengobati lecet pada dubur bayi

Cara mengobati lecet pada dubur bayi biasanya berhubungan dengan popok yang dikenakannya. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan saat muncul lecet di bokong bayi adalah dengan mengevaluasi pemakaian popoknya, mulai dari produk yang Anda gunakan sebelum pemakaian popok, bahan, hingga merek popok sekali pakai yang Anda gunakan.Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan ada lima cara mengobati lecet pada dubur bayi yang dikenal dengan langkah ABCDE. Langkah yang dimaksud adalah:

1. A (air out)

Mengenakan popok yang menjamin area bokong dapat bernapas sehingga tetap kering sepanjang pemakaian. Bila bayi mengenakan popok kain, usahakan untuk membuka area bokong selama mungkin.

2. B (barrier)

Dalam langkah ini, aplikasikan krim yang mengandung zinc oxide atau petroleum jelly pada area popok. Hal ini dilakukan untuk melindungi (barrier) pada kulit bokong bayi.

3. C (clean)

Pastikan popok selalu bersih, misalnya dengan segera menggantinya jika bayi buang air besar atau sudah beberapa kali buang air kecil (pada popok sekali pakai).

4. D (disposable)

Ketika bayi mengalami lecet pada dubur, sebaiknya gunakan popok sekali pakai dengan daya serap tinggi agar bagian bokong bayi relatif lebih kering.

5. E (educate)

Selain mengetahui cara mengobati lecet pada dubur bayi, orangtua wajib membekali diri dengan pengetahuan seputar pencegahannya agar lecet tidak berulang.Selalu jaga cuci tangan Anda sebelum membersihkan bokong bayi yang sedang lecet dan gunakan air mengalir serta (bila perlu) sabun berformula lembut di area tersebut. Bila Anda mengenakan tisu basah, pilih yang bebas parfum dan alkohol.Saat mengeringkan, tepuk-tepuk bokong bayi dengan handuk bersih dan jangan menggosoknya. Pastikan area yang lecet benar-benar kering dan bersih sebelum mengaplikasikan barrier dan kembali memakaikan popok pada bayi.Dulu, bedak kerap dipilih untuk memberi kesan bersih dan kering pada bokong bayi. Namun, pemakaian bedak tabur tidak lagi direkomendasikan oleh dokter anak karena serbuknya dikhawatirkan masuk ke paru-paru Si Kecil sehingga mengiritasi saluran pernapasannya.Mengoleskan obat yang mengandung steroid (hidrokortison) juga bukan cara mengobati lecet pada dubur bayi yang bisa dilakukan sembarangan. Langkah ini hanya boleh diambil berdasarkan rekomendasi dokter.
ruam popok
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/types-of-diaper-rash
Diakses pada 6 Juli 2020
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Volume 1 tahun 2017. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/768/710
Diakses pada 6 Juli 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=contact-dermatitis-in-children-90-P01679
Diakses pada 6 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
Diakses pada 6 Juli 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/5-langkah-mengatasi-ruam-popok-pada-bayi
Diakses pada 6 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/diaper-rash-treatment
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait