Penanganan kista ovarium tanpa operasi, dilakukan untuk meredakan gejalanya
Sebelum mencoba pengobatan untuk kista ovarium, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter.

Jika merasa memiliki gejala kista ovarium, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter, sebelum mencoba pengobatan kista selain operasi. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis kista ovarium, bukan kondisi lain dengan gejala serupa.

Apabila Anda merasakan nyeri hebat yang disebabkan oleh kista ovarium, hal tersebut bisa jadi merupakan tanda kista telah pecah. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang perlu segera ditangani.

Penanganan tanpa operasi pada kista, dilakukan untuk meredakan gejalanya. Namun, langkah ini sebaiknya tidak digunakan sebagai langkah utama dalam menyembuhkan kista. Berikut ini pilihan pengobatan kista ovarium yang dapat Anda jalani.

Gejala Kista Ovarium

Individu dengan kista ovarium, kerap tidak menunjukkan gejala, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, kista yang berukuran besar dapat menyebabkan nyeri panggul, perut terasa penuh, dan kembung.

Anda perlu segera menghubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala berikut ini.

  • Nyeri panggul yang parah
  • Sakit perut secara tiba-tiba
  • Nyeri yang disertai demam
  • Nyeri yang disertai muntah
  • Tanda-tanda shock seperti kulit lembap, napas terengah-engah, pusing, dan tubuh lemas

Gejala-gejala di atas menandakan pecahnya kista. Kondisi ini biasanya terjadi apabila kista berukuran besar. Pada beberapa kasus, hal ini juga dapat menandakan terjadinya torsi ovarium.

Torsi ovarium terjadi ketika ovarium (indung telur) terlilit oleh jaringan pendukung di sekitarnya, dan menyebabkan ovarium bergeser dari posisi yang seharusnya. Kondisi ini umumnya terjadi saat kista bertambah besar. Torsi dapat menyebabkan berkurangnya suplai aliran darah ke ovarium, sehingga timbul rasa nyeri.

Kista yang pecah dan torsi ovarium merupakan kondisi yang dapat berkembang menjadi komplikasi yang serius, termasuk rasa nyeri yang sangat parah, dan perdarahan dalam. Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan kondisi-kondisi tersebut.

Cara Mengobati Kista Tanpa Operasi

Umumnya, dokter akan menyarankan untuk melihat perkembangan kista sebelum melakukan perawatan apapun. Hal ini dilakukan untuk melihat kemungkinan kista dapat hilang dengan sendirinya, meski tanpa perawatan tertentu. Namun, saran ini tidak diberlakukan untuk kista besar, atau kista yang tumbuh dengan cepat.

Kista hanya dapat dihilangkan melalui operasi. Sehingga, tujuan dari langkah pengobatan lainnya adalah untuk membantu meredakan gejala yang dialami, serta mengurangi nyeri. Berikut ini adalah pilihan pengobatan kista yang dapat Anda lakukan.

1. Mengonsumsi Obat

Obat seperti ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen, dapat membantu meredakan gejala nyeri yang timbul akibat kista, maupun nyeri haid. Apabila rasa nyeri tidak juga hilang meski telah mengonsumsi obat, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab, rasa nyeri yang hebat dapat menandakan komplikasi serius.

Beberapa dokter juga memilih untuk meresepkan pil KB. Meski tidak dapat menghilangkan kista, hormon yang terkandung dalam pil KB dapat membantu mencegah pembentukan kista baru.

2. Olahraga

Olahraga juga dipercaya dapat membantu meredakan gejala kista ovarium. Olahraga juga dapat mengurangi ketegangan otot. Anda dapat mencoba berbagai jenis olahraga, mulai dari lari hingga yoga.

Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu wanita penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)  untuk mencapai atau menjaga berat badan idealnya. Selain itu, olahraga bisa  meredakan rasa nyeri dengan mengencangkan otot, sehingga dapat mencegah pertumbuhan kista menjadi lebih besar.

3. Mengubah Pola Makan

Makanan yang Anda konsumsi mungkin dapat memengaruhi perkembangan kista. Sehingga menjalani pola makan sehat penting dilakukan, terutama bagi wanita yang mengalami PCOS.

PCOS dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur. Selain itu, sekitar 50 persen penderita PCOS, mengalami kelebihan berat badan. Kondisi PCOS juga disebut berhubungan dengan kondisi resistensi insulin, sehingga akan membuat penderitanya sulit menurunkan berat badan.

Jika menderita PCOS, Anda disarankan untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan resistensi insulin, seperti:

  • Roti tawar
  • Kentang
  • Makanan yang terbuat dari kentang
  • Makanan manis

Penderita PCOS disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang lebih sehat seperti:

  • Makanan tinggi serat seperti brokoli, almond, dan sayuran hijau
  • Protein rendah lemak seperti ikan, tahu, dan ayam
  • Makanan yang dapat membantu meredakan peradangan dan bumbu-bumbu seperti tomat, kunyit, minyak zaitun, dan kal

4. Terapi Panas

Panas dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Anda dapat mencoba untuk mengompres perut atau punggung bawah selama 20 menit, menggunakan handuk hangat atau bantal pemanas.

5. Pijat dan Relaksasi

Nyeri yang ditimbulkan kista ovarium dapat menyebabkan otot di sekitarnya menjadi tegang, terutama saat haid. Memijat punggung bagian bawah, paha, dan perut dapat membantu mengurangi ketegangan otot, dan mengurangi rasa nyeri.

Selain itu, stres dan kecemasan dapat membuat rasa nyeri yang dirasakan bertambah parah. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan mengambil napas dalam-dalam, dapat meredakan kecemasan serta mengurangi nyeri.

Cara mengobati kista ovarium di atas dapat Anda lakukan, sebagai pendamping pengobatan utama. Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala kista, untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321685.php
Diakses pada 15 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/ovarian-cyst-treatment-at-home
Diakses pada 15 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/ovarian-cysts#2
Diakses pada 15 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed