Infeksi virus HIV pada tubuh harus segera diobati, agar pengaruhnya tidak bertambah parah
Jika infeksi virus HIV tidak diobati, dampaknya bisa semakin serius pada tubuh.

Hasil uji laboratorium yang menunjukkan positif human immunodeficiency virus (HIV) bisa menimbulkan kekecewaan mendalam dan guncangan emosional. Belum lagi dengan beragam gejala yang belakangan baru muncul, seperti berat badan yang turun drastis, hingga batuk parah.

Jika ini terjadi pada Anda, pastikan untuk tetap tenang dan fokus pada penanganan dan cara mengobati gejala infeksi HIV dengan tepat.

Dampak Infeksi HIV pada Tubuh

Infeksi HIV tidak memberikan gejala atau tanda yang khusus, melainkan hanya gejala-gejala flu dan demam ringan, yang diikuti dengan membaiknya kondisi tubuh. Sayangnya, itu bukan menjadi tanda bahwa virus telah mati, melainkan tetap hidup dan aktif bekerja.

Jika ini dibiarkan tanpa adanya penanganan khusus, seperti terapi antiretroviral (ART) dan obat-obatan pelawan virus, HIV dalam tubuh Anda akan semakin tidak terkendali. Bahkan, gejala-gejala ini juga akan terjadi apabila Anda tidak melakukan pengobatan sesuai arahan dokter, maupun tidak menjalani ART dengan benar.

Ketika HIV tumbuh dan berkembang tak terkendali, jumlah virus dalam darah akan terus naik dan merusak sistem kekebalan tubuh. Virus-virus ini juga akan menghancurkan sel yang disebut CD4. Jika jumlah sel ini kurang dari batas minimal, tubuh Anda akan semakin sulit untuk dapat melawan infeksi umum dan masalah kesehatan lainnya, yang biasanya dapat ditangani dengan mudah.

Itulah sebabnya, segera hubungi dokter jika Anda merasakan adanya gejala baru. Dengan penanganan yang tepat, dokter dapat segera menemukan cara untuk membantu Anda merasa lebih baik.

Gejala HIV dan Penanganannya

1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan drastis dapat menjadi tanda bahwa pengidap memiliki kondisi kesehatan yang semakin parah. HIV yang tidak ditangani, jika disertai infeksi lain, dapat membuat pengidap kehilangan berat badan. Ditambah lagi dengan penurunan nafsu makan, karena kondisi tubuh yang tidak fit. Itulah sebabnya, perubahan berat badan para pengidap harus sangat diperhatikan dengan baik.

Jika penurunan berat badan mencapai 10 persen atau lebih dari berat badan normal, penderita dapat mengalami sindrom wasting. Sindrom wasting merupakan kondisi saat penderita mengalami masalah kesehatan lain berupa diare, tubuh lemas, dan demam selama sekitar satu bulan. Kondisi ini kebanyakan terjadi pada orang dengan HIV tingkat lanjut.

Oleh karena itu, penting bagi para penderita untuk terus menjaga dan mengontrol berat badan dengan baik, dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Bicaralah dengan ahli gizi untuk memastikan diet yang tepat, seimbang, dan mampu memberi tubuh kalori, sesuai kebutuhan.
  • Bentuk massa otot dengan latihan angkat beban, push-up, plank, dan squat.
  • Konsumsi suplemen protein tinggi. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi sebelum mengonsumsinya.
  • Obati infeksi yang dapat menyebabkan diare, maupun kondisi yang membuat Anda kehilangan nafsu makan. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk membantu menangani sindrom wasting dengan megestrol acetate (Megace) dan dronabinol (Marinol).

2. Masalah Kulit

Kulit kering dan gatal adalah masalah umum yang terjadi pada orang-orang dengan kerusakan sistem kekebalan akibat HIV. Infeksi kulit seperti impetigo atau tinea, juga kerap menjadi masalah yang dihadapi. Untuk itu, perawatan yang perlu dilakukan, antara lain dengan menggunakan:

  • Krim antijamur atau antibakteri
  • Steroid dan antihistamin
  • Pelembap

Selain itu, keluhan kulit lain yang juga terjadi pada orang dengan HIV adalah moluskum kontagiosum. Kondisi ini terjadi akibat infeksi virus yang menyebabkan benjolan kecil berwarna putih atau sewarna dengan kulit. Gejala ini dapat menjadi tanda bahwa pertumbuhan virus tidak terkendali. Jadi, Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter kulit untuk mendapatkan perawatan.

3. Demam

Saat suhu tubuh lebih tinggi dari kondisi normal, itu artinya tubuh sedang bekerja melawan infeksi. Jika ini terjadi pada pengidap HIV, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes untuk mencari tahu penyebabnya, sebelum memutuskan penanganan yang tepat untuk masalah tersebut. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam, antara lain dengan:

  • Mengonsumsi ibuprofen atau acetaminophen
  • Menggunakan kompres dingin

4. Batuk

Sebenarnya, batuk tidak selalu menandakan kondisi yang serius. Akan tetapi, jika batuk yang terjadi bertahan selama berminggu-minggu, waspadai hal tersebut sebagai gejala HIV yang semakin serius.

Pasalnya, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, lebih berisiko terhadap tuberculosis (TB). Apabila batuk disertai dahak, nyeri dada, demam, dan penurunan berat badan, segera lakukan tes TB. Jika hasilnya positif, maka pengidap perlu mengonsumsi antibiotik selama beberapa bulan.

5. Berkeringat di Malam Hari

Terbangun di tengah malam dengan tubuh yang basah kuyup karena keringat, merupakan tanda lain yang perlu diperhatikan dengan serius. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya gejala pada HIV itu sendiri, atau infeksi lain (seperti TB). Segera hubungi dokter dan biarkan para ahli medis mencari tahu penyebabnya. Setelah ditangani dengan tepat, biasanya keringat akan berhenti.

Itulah beberapa gejala yang kerap terjadi pada penderita HIV. Perlu diingat, bahwa HIV memang tidak dapat disembuhkan. Namun, penanganan yang tepat dapat meredakan infeksi virus, dan mengatasi gejala-gejala yang mengganggu. Itulah sebabnya, jangan sepelekan penanganan, terapi, obat, dan segala anjuran dari dokter.

Infografis gejala infeksi HIV dan cara mengatasinya

WebMD. https://www.webmd.com/hiv-aids/treat-hiv-symptoms#1
Diakses pada 8 Februari 2019

Ending HIV. https://endinghiv.org.au/blog/7-symptoms-of-hiv-early-stages/
Diakses pada 8 Februari 2019

Diakses pada 8 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed