Meski tidak berbahaya, cacar air merupakan penyakit yang biasa dialami anak-anak, dan sangat menular.
Cacar air bukanlah suatu penyakit pada usia kanak-kanak yang berbahaya, tapi sangat menular.

Cacar air merupakan infeksi dari virus varicella zoster yang umum terjadi pada usia kanak-kanak. Cacar air bukanlah suatu penyakit berbahaya, tapi sangat menular. Penyakit ini menyebabkan gejala serupa flu, dan dapat menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat.

Tidak ada obat khusus yang dapat digunakan untuk dapat menyingkirkan virus cacar air dari tubuh. Perawatan yang diberikan, umumnya berfungsi untuk meredakan gejala serta membantu mengurangi rasa gatal dan mencegah penularan cacar air, hingga sistem imun di tubuh berhasil melawan infeksi yang terjadi.

Pengobatan Cacar Air oleh Dokter

Cacar air umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga minggu, setelah infeksi terjadi. Namun, kondisi ini dapat menimbulkan gejala serta tanda yang membuat anak menjadi tidak nyaman, seperti gatal dan demam.

Dokter dapat meresepkan obat serta menyarankan beberapa langkah perawatan untuk membantu meredakan kondisi tersebut, seperti:

1. Obat untuk Meredakan Demam dan Nyeri

Untuk membantu meredakan demam dan nyeri yang timbul akibat infeksi cacar air, obat dengan bahan asetaminofen dapat digunakan. Nyeri yang timbul saat infeksi cacar air, disebabkan oleh benjolan-benjolan berisi cairan, yang muncul di kulit maupun di dalam rongga mulut.

Asetaminofen aman untuk dikonsumsi anak yang berusia di atas dua bulan, dan ibu hamil. Penggunaan obat pereda nyeri dari golongan Obat Non-steroid Anti Inflamasi (NSAID) seperti ibuprofen, sebaiknya dihindari pada penderita cacar air. Sebab, obat golongan ini, justru dapat memperparah kondisi.

Hindari juga penggunaan aspirin untuk anak berusia di bawah 16 tahun. Sebab, penggunaannya berisiko menimbulkan komplikasi serius, berupa sindrom reye.

2. Pemberian Obat Antivirus

Meski tidak dapat mematikan virus secara langsung, obat antivirus yang diberikan pada penderita cacar air, akan membantu menghambat pergerakan serta perkembangan virus di tubuh.

Obat ini umumnya akan diberikan pada individu yang berisiko tinggi terkena komplikasi akibat cacar air, seperti kondisi berikut ini.

  • Berusia di atas 12 tahun
  • Wanita hamil
  • Memiliki penyakit kulit, misalnya eksim
  • Memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, akibat penyakit atau perawatan medis tertentu

Obat antivirus paling efektif diberikan dalam 24 jam setelah gejala cacar air mulai muncul. Obat antivirus yang digunakan umumnya adalah acyclovir, valacyclovir, atau famcyclovir.

Perawatan Cacar Air di Rumah

Selain mengonsumsi obat yang diberikan dokter, beberapa perawatan di bawah ini juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan, dan meredakan gejala yang menyertai infeksi cacar air.

1. Banyak Minum Air

Banyak minum air dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan virus dengan lebih cepat, dan mencegah terjadinya dehidrasi. Bagi anak yang sulit untuk minum, Anda dapat memberikan permen lolipop yang tidak mengandung gula.

Lolipop juga dapat membantu meredakan rasa nyeri apabila benjolan cacar air menyebar hingga ke rongga mulut.

2. Redakan Rasa Gatal

Cacar air dapat menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat. Namun, apabila terus digaruk, akan muncul bekas luka dan mempermudah penyebaran penyakit ke area lain di tubuh. Beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah luka.

  • Rutin menggunting kuku agar tetap pendek dan bersih
  • Memakaikan sarung tangan tebal atau kaus kaki pada tangan anak saat tertidur, agar garukan tanpa sengaja saat tidur, tidak membuat kulit terluka
  • Gunakan losion calamine atau mandi menggunakan oatmeal, untuk mengurangi rasa gatal
  • Mengenakan pakaian yang longgar

3. Kompres Kulit dengan Air Dingin

Mengompres area kulit yang gatal dan nyeri saat cacar air dengan air dingin, dapat membantu meredakan gejala-gejala tersebut. Dengan begitu, keinginan untuk menggaruk juga akan berkurang.

Dengan mempraktikkan cara mengatasi cacar air di atas, anak diharapkan dapat segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa. Jangan berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah-langkah perawatan yang paling tepat, sesuai dengan kondisi anak Anda.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/239450.php
Diakses pada 1 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-chickenpox#1
Diakses pada 1 April 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/chickenpox/treatment-home-remedies/
Diakses pada 1 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-chickenpox-treatment
Diakses pada 1 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed