3 Cara Mengobati Cacar Agar Cepat Kering, Cocok Untuk Keluarga

Salah satu cara untuk mencegah infeksi virus cacar adalah dengan mendapatkan vaksin
Vaksin merupakan cara terbaik untuk mencegah infeksi virus cacar.

Apakah Anda pernah mengalami cacar? Mungkin hampir sebagian besar orang pernah mengalami cacar. Penyakit ini bisa sangat mengganggu, apalagi ketika terasa begitu gatal.

Saat digaruk, cairan pada cacar bisa keluar dan terasa menyakitkan. Cacar biasanya terjadi pada anak-anak. Ini merupakan hal yang umum terjadi, dan biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, cacar juga dapat terjadi pada remaja dan orang dewasa, bahkan bisa menjadi masalah yang serius.

[[artikel-terkait]]

Cara mengobati cacar agar cepat kering

Ketika terkena cacar, biasanya Anda akan sulit menahan diri untuk tidak menggaruknya. Cairan yang keluar dari cacar pun cukup sulit untuk kering. Lalu, bagaimana cara mengobati cacar agar cepat kering?. Berikut ini 3 cara yang dapat Anda lakukan.

1. Mengoleskan losion kalamin

Anda dapat mengoleskan losion kalamin pada kulit yang terkena cacar menggunakan tangan yang bersih atau kapas. Akan tetapi, Anda tidak boleh mengoleskannya pada cacar di sekitar mata.

Losion kalamin dapat mengobati cacar agar cepat kering. Selain itu, losion kalamin juga dapat mengurangi rasa gatal yang timbul. Bahkan kandungan zinc oxide dalam losion kalamin dapat menenangkan kulit Anda.

2. Mengoleskan losion oatmeal

Sama halnya dengan losion kalamin, mengoleskan losion oatmeal pada kulit yang terkena cacar juga dapat membantu cacar agar cepat kering. Losion oatmeal memiliki efek menenangkan kulit, dan melembapkan lepuhan cacar yang terasa gatal. Anda dapat membeli losion oatmeal di apotek.

3. Mandi dengan baking soda

Ini merupakan cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengobati cacar agar cepat kering. Anda bisa menambahkan satu cangkir baking soda ke dalam bak mandi yang berisi air hangat. Berendamlah selama 15-20 menit. Selain mempercepat keringnya cacar, baking soda juga dapat mengurangi gatal yang dirasakan.

Penyebaran cacar dan gejalanya

Cacar disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus cacar bisa disebarkan melalui udara, dari aktivitas bernapas, bersin atau batuk, serta berbicara dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui kontak secara langsung dengan cairan dari cacar, atau air liur, serta dengan menyentuh benda atau pakaian orang yang terinfeksi.

Setelah terkena virus, biasanya cacar akan muncul 2-3 minggu kemudian. Cacar dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, kelelahan, hilang nafsu makan, badan terasa sakit, dan muncul bintik-bintik merah di wajah maupun tubuh.

Bintik-bintik itu kemudian menjadi lepuhan yang berisi cairan bening. Cacar biasanya berlangsung selama 10 hari. Cacar juga dapat menimbulkan komplikasi yang serius, seperti halnya pneumonia, pembengkakan otak, dan infeksi bakteri pada kulit. Bahkan ibu hamil yang terkena cacar bisa mengalami cacat lahir.

Pentingnya vaksin untuk mencegah cacar

Mendapatkan vaksin cacar merupakan cara terbaik dalam mencegah infeksi virus tersebut. Vaksin cacar sangatlah aman, dan efektif dalam mencegah penyakit cacar. Selain itu, cara lain sebagai pencegahan adalah dengan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi.

Jika ada anggota keluarga atau teman yang terinfeksi, sebaiknya Anda tidak melakukan kontak dengannya terlebih dahulu sampai kemungkinan penyebaran cacarnya sudah hilang.

Sementara itu, dalam mencegah penyebarannya, sebisa mungkin jangan keluar rumah terlebih dahulu. Akan lebih baik jika cacar tidak terkena angin. Sebab, angin bisa mempermudah penularannya lewat udara.

Jika cacar yang tak kunjung mengering atau bahkan semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Selanjutnya, dokter tentu akan memberikan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-chickenpox#mittens
Diakses pada 10 Juni 2019

Healthlink BC. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/hw208307
Diakses pada 10 Juni 2019

 

Reviewed by dr. Reni

CDC. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/prevention-treatment.html
Diakses pada 10 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279622/
Diakses pada 10 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed