Cara Mengobati Bisul yang Sudah Pecah Agar Tidak Menyebar

(0)
25 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengobati bisul yang sudah pecah bisa dengan mengoleskan salep bisulCara mengobati bisul yang sudah pecah salah satunya dengan salep antibiotik
Bisul adalah infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus Aureus. Seiring berjalannya waktu, bisul akan semakin membesar dan bisa pecah. Saat bisul pecah, perawatan perlu segera dilakukan, karena nanah yang keluar bisa membuat infeksi menyebar ke area kulit yang lain.Cara mengobati bisul yang sudah pecah bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Namun apabila kondisi tak juga membaik, tak ada salahnya jika Anda memeriksakan diri ke dokter.

Cara mengobati bisul yang sudah pecah

Mengompres bisul yang sudah pecah dengan handuk hangat bisa membantu percepat penyembuhan
Bersihkan bisul yang sudah pecah dengan handuk hangat
Saat bisul pecah, ada langkah perawatan yang perlu Anda lakukan agar bakteri yang ada di dalamnya tidak menyebar, yaitu:

1. Membersihkan dengan air hangat

Ketika bisul mulai pecah, nanah harus segera dibersihkan dan dikeringkan menggunakan handuk yang sudah direndam air hangat. Suhu yang hangat itu akan membantu mengeluarkan sisa-sisa nanah yang ada di dalam bisul, sehingga bisa mempercepat kesembuhan.Anda bisa mengompres lagi area bisul yang pecah hingga beberapa kali sehari hingga semua nanah benar-benar keluar. Namun ingat, Anda harus mengganti handuk atau kain yang digunakan untuk mengompres setiap kali selesai.

2. Mengolesi area infeksi dengan antiseptik

Setelah nanah dari bisul yang pecah mulai keluar, Anda dapat membersihkannya dengan sabun antibakteri hingga bersih. Setelah itu, untuk memastikan bakteri yang ada benar-benar mati, olesi juga area tersebut dengan alkohol atau bahan antiseptik lainnya.

3. Mencegah infeksi dengan mengoleskan salep bisul

Bisul yang pecah dan terbuka, bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri lain. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka luka dari bisul bisa terinfeksi dan justru memperparah kondisi. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan langkah tambahan dengan mengoleskan salep bisul yang mengandung antibiotik. Pada infeksi yang parah dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik oral.Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengobati Bisul di Vagina

4. Menutup area bisul yang pecah dengan perban

Satu hal penting yang perlu dilakukan dalam merawat bisul yang pecah adalah menutup area tersebut dengan perban dan kasa steril. Sebab jika tidak ditutup, bakteri yang keluar dari bisul bisa menyebar ke area lain dan memicu timbulnya bisul baru.
Cara mengobati bisul yang sudah pecah adalah dengan menutupnya menggunakan kasa steril
Ganti perban secara berkala untuk atasi bisul yang sudah pecah

5. Mengganti perban secara berkala

Ganti perban beberapa kali sehari, terutama jika nanah dari dalam bisul masih keluar. Jangan lupa untuk membersihkan luka sebelum dan sesudah mengganti perban.

6. Selalu mencuci tangan setiap akan merawat bisul

Sebelum dan sesudah merawat area kulit yang bisul, pastikan Anda selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Telapak tangan adalah salah satu area tubuh paling kotor. karena bisa dengan mudah dihinggapi berbagai bakteri.Jika tangan yang kotor tersebut menyentuh area bisul yang pecah, maka luka tersebut bisa terinfeksi dan memperparah kondisi. Sementara itu, apabila Anda tidak cuci tangan setelah menyentuh area bisul, maka bakteri di sana bisa menyebar ke area tubuh lain yang Anda sentuh setelahnya.

7. Mengonsumsi obat antinyeri

Bisul yang pecah biasanya akan menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Sehingga, Asosiasi Ilmu Penyakit Kulit Amerika pun menyarankan para pengidap kondisi ini untuk mengonsumsi obat antinyeri seperi ibuprofen dan paracetamol.Selain untuk membantu meredakan rasa sakit, obat-obatan tersebut bisa membantu meringankan pembengkakan, dan kemerahan yang muncul di kulit sekitar area bisul.

Perlukah ke dokter jika bisul sudah pecah?

Bisul umumnya bukanlah infeksi berbahaya. Hanya saja, infeksi ini pada beberapa kasus bisa menyebar ke bagian tubuh lain, dan memicu timbulnya gejala-gejala yang menandakan adanya keparahan infeksi. Segera periksakan diri ke dokter apabila bisul yang Anda alami juga disertai dengan kondisi berikut ini.
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Garis-garis merah di kulit sekitar bisul
  • Nyeri yang muncul terasa sangat parah
  • Bisul tak kunjung hilang
  • Muncul bisul kedua
  • Riwayat diabetes, penyakit jantung, atau penyakit gangguan imun

Cara mencegah bisul kembali muncul

Setelah merasakan tidak nyamannya mengalami bisul apalagi hingga sampai pecah sendiri, Anda tentu perlu mengetahui langkah-langkah untuk mencegahnya kembali muncul, seperti berikut ini.
  • Selalu jaga kebersihan kulit dengan rajin mandi menggunakan sabun.
  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun antibakteri atau hand sanitizer, terutama sebelum menyentuh permukaan kulit.
  • Hindari berkontak langsung dengan orang yang sedang memiliki bisul agar tidak tertular bakteri yang sama.
  • Jangan menggunakan handuk, seprei, pakaian bersamaan dengan orang lain tanpa mencucinya terlebih dahulu.
  • Cuci semua kain atau pakaian yang pernah bersentuhan dengan kulit Anda selama bisul dengan air panas.
  • Jaga kebersihan permukaan benda-benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, keyboard komputer atau laptop, handphone, dan meja kerja.
Bisul terkadang memang masih tetap bisa muncul meski Anda sudah melakukan langkah pencegahan dengan baik. Namun setidaknya, dengan ini Anda dapat mengurangi risiko atau kemungkinan bisul pecah dan menyebar ke area kulit lainnya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara mengobati bisul yang sudah pecah ataupun pencegahannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi kulitbisulfolikulitis
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/boil-treatment-1298795
Diakses pada 13 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/boils#1
Diakses pada 13 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15153-boils--carbuncles/management-and-treatment
Diakses pada 13 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-a-boil
Diakses pada 13 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319939
Diakses pada 13 Oktober 2020
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/treat-boils-styes
Diakses pada 13 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait