Pilihan Cara Ampuh Mengobati Anemia sesuai Rekomendasi Dokter


Cara mengobati anemia yang paling umum adalah dengan minum suplemen zat besi. Sebab, umumnya anemia terjadi karena kekurangan zat besi. Namun, selain itu, ada penyebab anemia lain yang membutuhkan pengobatan berbeda.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
cara mengobati dan pengobatan anemiaCara mengobati anemia bisa hanya dengan konsumsi makanan tertentu
Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah sehingga kadar hemoglobin pun menurun. Hemoglobin ini bertugas membawa oksigen dan nutrisi ke dalam sel tubuh. Jika jumlah hemoglobin (Hb) sedikit, berbagai gejala anemia bisa muncul dan mengganggu, seperti lemah, pusing, dan pucat. Dokter mungkin akan merekomendasikan cara mengobati anemia yang sesuai berikut ini. 

Ragam cara mengobati anemia  

Banyak hal bisa menjadi penyebab anemia atau kurang darah, mulai dari kekurangan zat besi, memiliki penyakit kronis, perdarahan, hingga penyebab lainnya. Mengetahui penyebabnya merupakan cara efektif dalam menentukan pengobatan anemia yang tepat. Dokter akan memeriksa kondisi Anda dan melakukan beberapa tes untuk memastikan, sekaligus menentukan penyebab anemia yang Anda alami. Terdapat beberapa cara mengobati anemia yang umum direkomendasikan oleh dokter, yaitu 

1. Minum suplemen penambah darah 

Salah satu cara mengobati anemia yang paling umum ditempuh adalah konsumsi tablet penambah darah, khususnya yang paling sering direkomendasikan adalah suplemen zat besi.Anemia yang terjadi sering kali disebabkan oleh kekurangan zat besi. Itu sebabnya, dokter kerap merekomendasikan suplemen zat besi sebagai cara mengatasi kurang darah yang Anda alami. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh StatPearls, zat besi merupakan salah satu komponen pembentuk hemoglobin yang dibutuhkan sel darah merah untuk menyuplai oksigen dan nutrisi ke dalam tubuh. Suplemen zat besi tidak bisa bekerja dalam semalam. Untuk itu, dokter mungkin akan menyarankan minum suplemen penambah darah dalam beberapa bulan untuk mengatasi anemia. 

2. Makan makanan penambah darah

Mengubah jenis dan pola makan juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi anemia. Makanan penambah darah yang biasanya dokter sarankan adalah yang mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi lain dengan jumlah yang tepat.Berikut ini beberapa nutrisi dalam makanan yang dapat membantu mengatasi anemia:
  • Makanan kaya zat besi dan asam folat untuk membantu pembentukan sel darah merah, seperti hati, daging, bayam, kangkung, sawi, ikan berlemak, dan kacang-kacangan
  • Makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh, seperti jeruk, tomat, dan jambu biji
  • Makanan kaya vitamin B12 untuk membantu sistem pencernaan lebih mudah menyerap makanan, termasuk makanan yang kaya akan zat besi, seperti ikan, daging, telur, dan produk susu
BACA JUGA: 8 Sayuran Penambah Darah untuk Atasi Anemia 

3. Suntikan

Selain dari suplemen dan makanan, berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mengatasi anemia juga bisa diberikan melalui injeksi. Artinya, vitamin dan mineral diberikan secara intravena melalui pembuluh darah.Cara ini bisa lebih cepat dalam mengatasi kekurangan vitamin dan mineral penyebab anemia, sehingga mampu mengatasi anemia. Contohnya, dokter mungkin akan menyarankan pemberian zat besi secara intravena yakni melalui pembuluh darah untuk mengatasi anemia pada kondisi yang lebih serius. Ibu hamil mungkin saja mendapat suntikan zat besi karena anemia saat hamil.

4. Obat-obatan

Selain konsumsi vitamin dan mineral, baik oral (minum) maupun suntik, ada beberapa obat yang juga digunakan untuk membantu mengatasi anemia.Akan tetapi, obat untuk anemia ini hanya diberikan untuk penyebab anemia tertentu. Sebagai contoh, untuk mengobati anemia hemolitik mungkin diperlukan obat yang dapat mengatasi infeksi dan menekan sistem imun. Anemia hemolitik adalah anemia yang terjadi akibat tubuh lebih cepat menghancurkan sel darah merah daripada menghasilkannya. Jenis anemia ini dapat disebabkan oleh penyakit autoimun. Itu sebabnya dibutuhkan obat penekan sistem imun (imunosupresan) untuk mengatasinya.Selain itu, anemia juga dapat disebabkan oleh menstruasi berlebihan (menorrhagia). Untuk mengatasi anemia saat haid, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menstabilkan hormon atau kontrasepsi oral. Hal ini bertujuan untuk meringankan aliran darah saat menstruasi 

5. Transfusi darah

Pada kondisi anemia berat, transfusi darah mungkin saja dilakukan sebagai cara mengatasi kurang darah. Transfusi darah dapat membantu meningkatkan sel darah merah sekaligus mengganti zat besi dan hemoglobin dengan lebih cepat. Transfusi darah biasanya dibutuhkan pada penderita anemia aplastik. Anemia aplastik sendiri terjadi karena sumsum tulang gagal menghasilkan sel darah. BACA JUGA: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

6. Operasi

Pada anemia yang disebabkan oleh adanya perdarahan pada organ tertentu, tindakan operasi mungkin dibutuhkan. Operasi atau pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat polip yang berdarah, tumor, atau fibroid. Operasi berupa transplantasi sumsum tulang belakang juga bisa menjadi salah satu cara mengobati anemia. Cara ini biasanya dilakukan pada anemia aplastik. 

7. Terapi hormon 

Terapi hormon menjadi salah satu cara mengatasi anemia jika disebabkan oleh penyakit kronis. Terapi hormon dilakukan dengan menyuntikkan hormon buatan yang biasanya diproduksi oleh ginjal, disebut dengan eritropoietin. Eritropoietin ini mampu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan yang menjadi dampak utama anemia.  

Catatan dari SehatQ

Anemia adalah kondisi serius yang perlu ditangani dengan segera. Mengetahui jenis dan penyebab anemia merupakan langkah awal untuk menentukan cara mengobati anemia yang tepat. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala anemia, terlebih jika memiliki riwayat keluarga penderita anemia atau Anda mengalami menstruasi yang berlebihan. Jika masih ada pertanyaan seputar cara mengobati anemia, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
anemiaanemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folat
American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/physical-side-effects/low-blood-counts/anemia.html
Diakses pada 20 Oktober 2021
StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542171/
Diakses pada 20 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia/diagnosis-treatment/drc-20355040
Diakses pada 20 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/diagnosis-treatment/drc-20351366
Diakses pada 20 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/anemia#nutritional-needs
Diakses pada 20 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait