Cara Mengobati Alergi Rhinitis Tidak Harus Selalu Menggunakan Obat

filter HEPA dapat menyaring alergen penyebab alergi rhinitis
Penggunaan filter HEPA dapat mengurangi risiko alergi akibat rhinitis

Bagi penderita alergi rhinitis, gejala-gejala yang ditimbulkan oleh alergi sangat menyusahkan dan mengganggu. Mata dan hidung yang gatal serta berair menjadikan aktivitas sehari-hari terhambat. Siapa pun pastinya tidak mau terkena alergi. Namun kadang hal ini tidak dapat dihindari.

Apa penyebabnya?

Kondisi alergi ini terjadi saat lapisan bagian dalam hidung mengalami peradangan (rhinitis). Peradangan ini dipicu oleh zat-zat alergen tertentu. Kemudian untuk meresponinya, zat histamin di dalam hidung muncul sehingga menyebabkan bagian dalam hidung membengkak dan berair. Gejala lainnya diikuti dengan bersin-bersin dan hidung tersumbat.

Apakah ada cara mengobati alergi rhinitis tanpa obat?

Meski gelaja rhinitis tidak menyenangkan, kabar baiknya, ada cara yang bisa Anda gunakan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi tersebut. Apa saja? Ini dia.

  • Menggunakan masker atau vacuum cleaner dengan filter HEPA

Salah satu cara mengobati alergi adalah dengan menghilangkan pemicu alerginya. Penggunaan masker dengan filter HEPA membantu Anda menyaring udara dari zat pemicu alergi.

Selain masker, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA.

  • Cairan atau semprotan saline

Penelitian di tahun 2012 mendapati bahwa penggunaan cairan saline atau tetes air garam bisa mengatasi gejala alergi pada hidung dan mengurangi konsumsi obat alergi, serta dapat digunakan sebagai tambahan untuk pengobatan rhinitis karena alergi.

Selain tetes cairan saline, Anda juga bisa menggunakan semprotan saline yang dijual di apotek. Tetes cairan saline maupun semprotan saline mampu meringankan gejala alergi di hidung akibat zat-zat pemicu alergi.

  • Akupuntur

Berdasarkan sebuat studi di tahun 2015 menyatakan bahwa akupuntur dapat menjadi salah satu alternatif cara mengobati alergi yang aman. Akupuntur meliputi menusuk jarum pada titik tertentu di tubuh.

  • Probiotik

Tidak hanya akupuntur dan cairan saline, penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa probiotik mampu menanggulangi gejala rhinitis.

Meskipun demikian, cara mengobati alergi yang satu ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, probiotik juga meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan alergi yang dirasakan.

  • Kandungan quercetin

Quercetin merupakan salah satu pigmen pada tumbuhan yang juga merupakan antioksidan yang dipercaya mampu menstabilkan histamin sehingga mengurangi gejala alergi.

Quercetin bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi kembang kol, bawang bombay, brokoli, apel, buah sitrus, buah beri, teh hijau dan hitam, paprika, dan anggur.

Di tahun 2016, sebuah penelitian menuliskan bahwa ekstrak quercetin dapat menjadi salah satu cara mengobati alergi. Namun,quercetin memiliki efek samping berupa sensasi menggelitik pada lengan dan kaki, serta sakit kepala. Konsumsi quercetin dalam dosis yang tinggi secara berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

  • Enzim bromelin

Enzim bromelin merupakan salah satu enzim yang bisa ditemukan dalam nanas, pepaya, dan sebagainya. Enzim ini dapat membantu pernapasan saat alergi menyerang dengan cara mengurangi pembengkakan yang dialami akibat alergi. Akan tetapi, konsumsi bromelin berpotensi mengganggu pencernaan, meningkatkan detak jantung, dan mempengaruhi menstruasi.

  • Vitamin C

Tidak hanya untuk meningkatkan sistem imun, vitamin C juga merupakan antihistamin alami yang bisa digunakan sebagai cara mengatasi alergi. Pada penelitian di tahun 2018, vitamin C dalam dosis tinggi ditemukan mampu mengurangi gejala alergi.

Akan tetapi, penelitian tersebut membutuhkan penelitian lainnya untuk mendapatkan kesimpulan yang bulat. Sebaiknya konsumsi vitamin C sebanyak 2000 miligram per hari untuk mengurangi tingkat histamin dalam tubuh.

Makanan seperti, brokoli, buah kiwi, strawberi, tomat, paprika, blewah, buah sitrus, dan kembang kol kaya akan vitamin C.

Itu dia beberapa cara mengurangi alergi akibat rhinitis tanpa harus menggunakan obat. Yuk, mulai pola hidup sehat sekarang juga.

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-allergies
Diakses pada 21 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323276.php
Diakses pada 21 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15857205?dopt=Abstract
Diakses pada 21 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23168142
Diakses pada 21 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25899251
Diakses pada 21 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25590322
Diakses pada 21 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27187333
Diakses pada 21 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/allergic-rhinitis/
Diakses pada 21 Juni 2019

Sage Journals. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0300060518777044
Diakses pada 21 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergy-relief-without-drugs#1
Diakses pada 21 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-294/quercetin
Diakses pada 21 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed