Gigitan Serangga Bengkak dan Gatal? Ini Cara Mengidentifikasinya


Gigitan serangga memang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, sebut saja gigitan nyamuk atau semut. Namun beberapa jenis gigitan serangga bisa bersifat beracun, terutama jika orang yang tergigit memiliki alergi tertentu.

0,0
24 Jul 2020|Azelia Trifiana
Beberapa gigitan serangga hanya menimbulkan bengkak tapi beberapa dapat berbahayaGigitan serangga sering meninggalkan bengkak
Tidak ada yang bisa menebak kapan seseorang tersengat serangga. Jika ini terjadi, konsekuensinya adalah gigitan serangga bengkak dan gatal. Ketika kontak dengan serangga pertama kali terjadi, akan muncul rasa nyeri. Kemudian, reaksi alergi pun muncul sebagai respons atas racun serangga itu.Sebagian besar gigitan serangga memang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, sebut saja gigitan nyamuk atau semut. Namun beberapa jenis gigitan serangga bisa bersifat beracun, terutama jika orang yang tergigit memiliki alergi tertentu.

Jenis gigitan serangga

Tidak semua gigitan serangga bengkak dan gatal, bergantung pada jenis serangga yang menggigit. Beberapa jenis gigitan serangga di antaranya:

1. Nyamuk

Gigitan nyamuk adalah yang paling sering dialami, bahkan menjadi media penularan penyakit seperti demam berdarah dengue dan malaria. Hasil gigitannya adalah benjolan kecil, bulat, dan menonjol yang langsung terlihat sesaat setelah tergigit.Tidak lama kemudian, gigitan nyamuk akan menjadi semakin merah, mengeras, dan tentu saja menimbulkan rasa gatal. Seseorang bisa mendapatkan gigitan nyamuk di beberapa area tubuh sekaligus. Memakai lotion antinyamuk dan pakaian panjang bisa jadi salah satu cara pencegahan.

2. Semut api

Gigitan semut biasa mungkin tidak terasa terlalu mengganggu, namun jika gigitan dari semut api, segera cari pertolongan medis. Semut api adalah jenis serangga berwarna merah atau hitam yang sangat agresif dan gigitannya menyebabkan nyeri tak tertahankan.Ciri-ciri gigitan semut api adalah benjolan kemerahan dengan luka di atasnya. Luka ini akan terasa panas, gatal, bahkan bisa bertahan hingga satu minggu. Pada beberapa orang, gigitan semut api dapat menyebabkan reaksi alergi parah hingga kesulitan bernapas.

3. Kutu

Gigitan kutu biasanya terlokalisasi di area betis atau kaki. Ciri-ciri utamanya adalah benjolan berwarna merah dan gatal yang dikelilingi bentuk lingkaran di sekitarnya. Rasa gatal dan tidak nyaman akan langsung muncul setelah kutu menggigit.Meski demikian, bedakan kutu yang bisa ada di binatang dengan kutu rambut. Jenis kutu yang ada di rambut adalah spesies parasit yang menghisap darah inangnya. Reaksi alergi muncul tak hanya berupa rasa gatal, tapi juga ruam kemerahan.

4. Tungau

Tak hanya kutu, tungau kasur juga kerap menggigit manusia. Orang yang tergigit tungau akan mendapati ruam kemerahan dan bengkak dengan warga merah gelap di bagian tengahnya. Bekas gigitan bisa berbentuk garis atau kelompok, kerap kali muncul di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian seperti tangan, kaki, atau leher.

5. Sarcoptes scabiei

Serangga jenis sarcoptes scabiei bisa menggigit manusia dan menyebabkan scabies. Berbeda dengan gigitan serangga lain yang langsung terlihat saat tergigit, gejala scabies bisa baru terlihat 4-6 minggu kemudian.Ciri-ciri utamanya adalah benjolan kemerahan kecil yang sangat gatal dan membuat kulit mengelupas. Selain itu, kerap muncul garis berwarna putih yang menonjol di sekitar bekas gigitan.

6. Laba-laba

Gigitan serangga bengkak dan gatal bisa muncul dari laba-laba. Utamanya jika gigitan ini datang dari jenis laba-laba berbahaya seperti hobo, black widow, funnel web, wandering, wolf, atau tarantula. Bekas gigitannya akan terlihat benjol dan sekitarnya berwarna kemerahan.Tak hanya itu, jika dilihat lebih detil lagi bekas gigitan laba-laba terlihat seperti dua bekas luka kecil. Apabila ada reaksi alergi dari gigitan laba-laba, harus segera diberikan tindakan medis darurat.

7. Lebah

Gigitan serangga bengkak dan gatal juga bisa disebabkan oleh lebah. Ciri-cirinya adalah rasa nyeri, kemerahan, bengkak, dan gatal di tempat tersengat. Lebah hanya bisa menyengat satu kali dengan ciri-ciri bintik berwarna putih.

8. Yellow jacket

Serangga yellow jacket mudah dikenali berkat tubuhnya yang berwarna hitam dan kuning. Tidak seperti lebah, serangga agresif ini bisa menyengat beberapa kali sekaligus. Di tempat sengatan terjadi, akan muncul rasa gatal, bengkak, dan juga kemerahan.

9. Kalajengking

Spesies kalajengking bersifat beracun dan bisa menimbulkan rasa nyeri, gatal, kebas, dan bengkak di sekitar tempat gigitan. Reaksi alergi yang berbahaya bisa berupa kesulitan bernapas, mual, muntah, keringat berlebih, hingga detak jantung cepat. Orang yang tergigit kalajengking harus segera mendapatkan penanganan medis darurat.

Kapan luka gigitan serangga harus diperiksakan ke dokter?

Gigitan serangga umumnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun pada beberapa kasus, gigitan ini menimbulkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan, sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.Berikut ini beberapa tanda bahwa gigitan serangga yang Anda alami perlu diperiksakan ke dokter.
  • Luka yang ditimbulkan membuat Anda khawatir akan berkembang menjadi lebih parah.
  • Gejala yang ditimbulkan gigitan serangga tidak juga membaik atau bahkan memburuk setelah beberapa hari.
  • Serangga menggigit kulit di area dekat mata, mulut, atau tenggorokan.
  • Gigitan tersebut menimbulkan bengkak dan merah yang sangat besar atau lebih dari 10 cm.
  • Muncul tanda infeksi luka seperti nanah dan rasa nyeri yang amat sangat di area kulit yang digigit serangga
  • Muncul gejala infeksi virus atau bakteri seperti demam, kelenjar getah bening bengkak, dan badan pegal-pegal
Sementara itu, gigitan serangga yang harus segera diperiksakan ke dokter adalah gigitan yang memicu timbulnya gejala seperti:
  • Susah bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, mulut, atau tenggorokan
  • Detak jantung menjadi lebih cepat dari normal
  • Mual, muntah, tidak enak badan
  • Pusing atau bahkan pingsan
  • Sulit menelan

Cara agar tidak sering digigit serangga

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gigitan serangga di kemudian hari.
  • Gunakan losion pengusir nyamuk
  • Pakai baju tertutup
  • Semprotkan bahan pengusir nyamuk ke pakaian
  • Pasang kelambu di tempat tidur
  • Tutup makanan dan minuman yang bisa mengundang serangga
Gigitan serangga bisa saja hanya menghasilkan bentol maupun luka ringan lain di tubuh. Namun, beberapa gigitan hewan ini juga bisa memicu penyakit berbahaya seperti demam berdarah hingga kaki gajah. Jadi, Anda perlu lebih waspada, jangan sampai terkena gigitan serangga berbahaya.

Catatan dari SehatQ

Ketika ada racun dari serangga masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan langsung merespons. Salah satu bentuk responsnya adalah rasa gatal, nyeri, hingga kemerahan di lokasi gigitan.Ingat bahwa orang yang sensitif terhadap racun serangga bisa mengalami kondisi fatal yang disebut anaphylactic shock. Ketika ini terjadi, tenggorokan akan terasa sempit hingga menyebabkan kesulitan bernapas. Penanganan medis untuk kondisi ini berupa epinephrine, pemberian hormon yang dapat mencegah reaksi alergi parah.
penyakitgigitan nyamukgigitan serangga
Healthline. https://www.healthline.com/health/bug-bites
Diakses pada 9 Juli 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty-photos/how-to-identify-common-bug-bites.aspx
Diakses pada 9 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/174229
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-insect-bites/basics/art-20056593
Diakses pada 18 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait