Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Tepat dan Akurat

Menghitung usia kehamilan adalah hal yang penting bagi ibu hamil agar dapat mengetahui hari perkiraan lahir
Mengetahui usia kehamilan sangat penting untuk memprediksi kapan persalinan tiba

Banyak ibu hamil menganggap bahwa mengetahui usia kehamilan adalah hal penting. Mengapa demikian? Karena usia kehamilan bisa membuat ibu hamil mengetahui HPL (Hari Perkiraan Lahir).

Sayangnya, tidak ada metode yang mampu memprediksi HPL secara rinci. Lalu, bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang disarankan? Simak penjelasannya berikut ini.

Menggunakan LMP sebagai Acuan

Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti kapan ibu berovulasi dan mengandung. Akibatnya, kebanyakan orang termasuk para pakar kesehatan akan menghitung usia kehamilan berdasarkan LMP (last menstrual period) atau periode menstruasi terakhir sebagai acuannya.

Untuk mengetahui usia kehamilan berdasarkan ukuran ini, coba ingat kapan periode menstruasi terakhir Anda dimulai. Hari pertama LMP dihitung sebagai hari pertama kehamilan.

Selanjutnya, Anda dapat mengetahui perkiraan tanggal tibanya kelahiran menggunakan bantuan kalkulator. Bagaimana jika tidak tahu tanggal periode terakhir atau jika periode menstruasi tidak teratur?

Menggunakan Alat Scan

Perhitungan usia kehamilan menggunakan metode LMP hanya bekerja dengan baik jika siklus menstruasi teratur dan lama periodenya setiap 28 hari. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, atau jika lama periode siklus menstruasi bervariasi, metode LMP akan sulit dilakukan.

Bila demikian, Anda dapat menggunakan ultrasound scan atau disebut juga dating scan untuk mengetahui informasi usia kehamilan secara lebih akurat.

Proses scanning menggunakan sonographer bekerja dengan mengukur bayi dari kepala hingga bagian anusnya. Metode ini disebut Crown Rump Length (CRL). Sebaiknya, Anda melakukan dating scan ketika LMP berada di antara periode 10 minggu hingga 13 minggu.

Kasus Umum Kesalahan Perhitungan Usia Kehamilan

Banyak kasus di mana ibu hamil bingung kenapa usia kehamilannya terhitung baru empat minggu padahal telah memasuki minggu kelima kehamilan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dimisalkan ketika anak berusia 1 tahun, usia 1 tahun ini dilewati selama tahun pertamanya. Ketika memasuki tahun kedua, anak baru akan menjalani usia 2 tahunnya selama 1 tahun ke depan. Jadi, anak tersebut terhitung baru berumur 1 tahun meski telah memasuki tahun keduanya.

Hal tersebut berlaku pula pada perhitungan kehamilan. Supaya lebih paham, perhatikan perhitungan usia kehamilan berikut:

  • Di minggu pertama, Anda sedang hamil 0 minggu.
  • Memasuki minggu kedua, Anda baru hamil 1 minggu.
  • Memasuki minggu ketiga, Anda hamil 2 minggu.
  • Memasuki minggu keempat, Anda baru hamil 3 minggu.
  • Memasuki minggu kelima, Anda hamil 4 minggu.

Memahami Perhitungan Trimester

"Trimester" berarti "tiga bulan". Karena mayoritas periode kehamilan yakni sekitar sembilan bulan kalender, setiap kehamilan dibagi menjadi tiga trimester. Trimester berguna untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama kehamilan, misalnya:

  • Trimester pertama (awal kehamilan - 13 minggu, 6 hari). Pada periode ini, umumnya timbul rasa lelah dan mual.
  • Trimester kedua (14 minggu - 27 minggu, 6 hari). Selama trimester kedua, Anda akan merasa lebih baik, tubuh mulai mekar, dan perut mulai membesar.
  • Trimester ketiga (28 minggu - persalinan). Selama periode ini akan timbul rasa letih karena membutuhkan energi ekstra untuk persiapan persalinan.

Babycentre. https://www.babycentre.co.uk/a549805/how-to-count-your-pregnancy-in-weeks-and-months
NEJM. https://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMoa1802897

Diakses pada September 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed