Cara Menghitung Usia Kehamilan dan HPL dengan HPHT

(0)
31 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Usia kehamilan dan HPL dapat ditentukan berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir (HPHT)Usia kehamilan dan HPL dapat dihitung dengan HPHT
Dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan perdana, ada beberapa pertanyaan standar yang biasanya diajukan kepada calon ibu. Salah satunya adalah tanggal hari pertama haid terakhir alias HPHT yang nantinya akan digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan sekaligus hari perkiraan lahir (HPL) si jabang bayi.Usia kehamilan biasanya dinyatakan dalam satuan minggu dan perhitungannya dimulai dari hari pertama haid terakhir ini. Jadi, misalnya Anda sudah terlambat haid 2 minggu, maka dokter akan mengatakan usia kehamilan Anda sudah mencapai 6 minggu sekalipun umur janin yang sebenarnya mungkin lebih muda dari itu.Idealnya, usia kehamilan memang dihitung sejak terjadi konsepsi alias sel sperma berhasil membuahi sel telur. Hanya saja, hal ini mustahil diketahui, kecuali Anda hamil lewat program inseminasi sehingga usia kehamilan dapat dihitung sejak hari ketika sel telur yang telah dibuahi ditransfer ke rahim Anda.

Cara menghitung HPL dengan HPHT

Selain digunakan untuk memprediksi usia kehamilan, HPHT juga bisa dipakai untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL) buah hati Anda. Secara kasar, menghitung HPL berdasarkan HPHT sederhana saja, yakni dengan menggunakan rumus Naegele. Rumus ini dilakukan dengan perhitungan sederhana, Anda hanya perlu menghitungnya seperti ini: HPHT + 7 hari - 3 bulanContohnya, jika HPHT Anda tanggal 1 Januari 2020, maka tambah 7 hari dari tanggal tersebut sehingga hasilnya adalah 8 Januari 2020. Lalu, bulan Januari adalah bulan ke 1 maka kurangi 3 bulan sebelumnya menjadi 8 Oktober 2020 dengan tahun yang tetap sama. Hasilnya, HPL Anda adalah 8 Oktober 2020.Apakah perhitungan HPL dengan metode HPHT ini akurat? Jawabannya akan tergantung dari beberapa faktor, seperti:
  • Akurasi ingatan ibu hamil dalam menentukan tanggal HPHT-nya.
  • Siklus menstruasi ibu hamil rata-rata adalah 28 hari.
  • Konsepsi memang terjadi pada hari ke-14 setelah HPHT atau ketika rata-rata wanita mengalami ovulasi (masa subur).
Jika ketiga faktor itu terpenuhi, HPL bisa jatuh tepat pada perkiraan sesuai hitungan HPHT. Namun jika ada satu faktor saja yang meleset, misalnya siklus menstruasi yang tidak selalu 28 hari, maka dokter biasanya memberi tenggat HPL hingga 2 minggu lebih lama.Ada cara lain untuk mengetahui HPL berdasarkan HPHT, yaitu melalui roda kehamilan. Metode ini sangat sederhana dan biasa digunakan oleh para bidan maupun dokter kandungan untuk menentukan HPL Anda. Dokter hanya tinggal mencari HPHT Anda di bagan seperti roda, kemudian roda tersebut akan menunjukkan perkiraan HPL.Prinsip yang sama juga bisa Anda lakukan sendiri dengan kalkulator tanggal perkiraan lahir yang ada di berbagai situs kesehatan. Anda tinggal memasukkan HPHT, menekan tombol enter, maka HPL Anda akan keluar secara otomatis.

Bagaimana jika HPHT Anda tidak diketahui?

Tidak semua ibu hamil mengetahui hari pertama menstruasi terakhirnya, tidak sedikit pula wanita yang memang tidak mencatat HPHT ini. Apalagi bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, mengingat HPHT juga tidak terlalu bisa dijadikan patokan untuk menentukan HPL.Meskipun demikian, tidak mampu mengingat HPHT atau memiliki siklus haid yang tidak beraturan bukan berarti HPL Anda tidak bisa diketahui lho. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter kandungan atau bidan untuk menentukan perkiraan tanggal kelahiran buah hati Anda, misalnya:

1. Dengan pekan keluarnya menstruasi

Jika Anda tidak bisa mengingat HPHT, dokter mungkin akan meminta Anda mengingat pekan saat keluarnya haid. Jika berhasil, maka perhitungan usia kehamilan dan estimasi HPL akan dimulai dari minggu tersebut.

2. Dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG)

Bila Anda sama sekali tidak ingat HPHT, HPL dapat dihitung dengan alat ultrasonografi (USG). Dengan alat ini, dokter atau bidan akan mengukur crown-rump length (CRL) alias panjang janin dari sisi satu ke sisi lain untuk menentukan usia kehamilan sekaligus estimasi HPL.Pemeriksaan ultrasonografi ini bahkan lebih sering dijadikan patokan penentuan HPL karena dianggap paling akurat, terutama bila pemeriksaan dilakukan di trimester pertama. Meski estimasi ini tetap bisa meleset, setidaknya Anda bisa lebih mawas diri saat usia kehamilan memasuki 37-40 minggu.Itulah cara menghitung usia kehamilan dan HPL dengan HPHT. Apabila metode ini dirasa terlalu rumit bagi, Anda dapat melakukan USG saat berkunjung ke dokter kandungan untuk mendapatkan perhitungan yang akurat.
menjaga kehamilan
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=13608
Diakses pada 17 Juli 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/the-truth-about-pregnancy-due-dates-3956212
Diakses pada 17 Juli 2020
Perinatology. http://perinatology.com/calculators/Due-Date.htm
Diakses pada 17 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date
Diakses pada 17 Juli 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=calculating-a-due-date-85-P01209
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait