Tidak Rumit, Begini Cara Menghitung Tetesan Infus yang Anda Perlukan

(0)
03 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mengetahui cara menghitung tetesan infus bisa membantu Anda memantau masuknya cairan tersebut ke tubuh.Ada rumus cara menghitung tetesan infus yang bisa dipelajari pasien.
Mengetahui cara menghitung tetesan infus yang diperlukan sesuai kebutuhan pasien sama pentingnya dengan memahami jenis dan dosis obat yang harus diberikan pada pasien agar cepat sembuh.Tugas ini biasanya dilakukan oleh tenaga medis yang memantau kondisi Anda. Namun sebagai pasien pun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mempelajari teknik dasar ini dengan perhitungan sederhana.

Pelajari cara menghitung tetesan infus dengan persiapan ini

Dalam mempelajari cara menghitung tetesan infus ini, Anda harus menyiapkan peralatan dasar seperti jarum dan alat suntik untuk mengeluarkan obat atau cairan dari botol. Selain itu, flush juga dibutuhkan untuk mendorong obat ke dalam tubing intravena atau kantong cairan.Ada 2 metode pemberian cairan infus, yang dikenal juga dengan sebutan faktor tetes, yaitu set makro dan set mikro.
  • Set makro:
    Untuk memberikan 1 mL cairan infus, dalam proses pemasangan infus, perawat akan membuka lubang tetesan infus dengan diameter yang lebih besar, sehingga tetesan yang keluar juga berjumlah lebih sedikit, yakni hanya 10-20 tetes.
  • Set mikro:
    Untuk memberikan 1 ml cairan infus, lubang tetesan infus hanya dibuka sedikit, sehingga jumlah tetesan yang keluar juga lebih banyak, yakni 45-60 tetes.
Penentuan set makro atau mikro akan tergantung preferensi dan kebutuhan sesuai instruksi dokter. Meski demikian, standar yang biasanya digunakan tergantung dari jenis cairan yang harus dimasukkan ke dalam tubuh Anda.Jika cairan tersebut bening dan encer, perawat mungkin memasang infus dengan jumlah 20 tetes/1 mL. Sementara itu, bila cairan infus lebih kental seperti darah, Anda mungkin akan mendapat 15 tetes/1 mL.

Cara menghitung tetesan infus

Pasien pun bisa pelajari cara menghitung tetesan infus.
Pada pemberian tetesan infus dengan mesin otomatis, perawat tinggal melakukan input jumlah cairan yang harus masuk ke tubuh Anda, dan waktu yang diperlukan untuk memasukkannya ke dalam tubuh.Sementara itu, jika cairan infus dimasukkan secara manual, maka cara menghitung tetesan infus dilakukan dengan mengetahui jumlah tetesan per menit (TPM).Rumus perhitungan TPM sendiri adalah:
(faktor tetes x volume cairan) / (60 x lama pemberian dalam jam)
Faktor tetes merupakan salah satu elemen yang penting dalam cara menghitung tetesan infus yang perlu diketahui oleh tenaga medis. Seperti dijelaskan di atas, perawat Anda bisa memilih set makro atau mikro.Sebagai contoh, dokter menginstruksikan agar pasien menerima 500 mL cairan infus dalam kurun 8 jam, sementara faktor tetes yang ditetapkan ialah 20. Dengan data ini, cara menghitung tetesan infus yang harus diberikan pada pasien adalah:(500 x 20) / (60 x 8) = 20,83Artinya, Anda akan mendapat sekitar 20-21 tetes cairan infus dalam 1 menit sebelum cairan di kantung infus habis dan diganti dengan yang baru.

Mengenal jenis cairan infus

Ada 4 jenis cairan infus yang biasa digunakan untuk pasien.
Setelah mengetahui cara menghitung tetesan infus, penting juga bagi Anda untuk mengenali jenis cairan infus itu sendiri. Berdasarkan kegunaannya, jenis cairan infus sendiri dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu cairan pemeliharaan, cairan pengganti, cairan khusus, dan cairan nutrisi.

1. Cairan pemeliharaan

Cairan infus ini biasanya diberikan untuk pasien yang tidak bisa memenuhi kebutuhan elektrolit, tapi belum berada pada tahap kritis atau kronis.Tujuan pemberian cairan ini adalah menyediakan cukup cairan dan elektrolit untuk memenuhi insensible losses (500-1000 mL), mempertahankan status normal tubuh, dan memungkinkan ekskresi ginjal dari produk-produk limbah (500-1500 mL).Jenis cairan infus yang dapat digunakan adalah NaCl 0,9%, glukosa 5%, glukosa salin, dan ringer laktat atau asetat. Pemberian cairan infus ini tetap harus dengan rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.

2. Cairan pengganti

Cairan infus ini diberikan kepada pasien dengan kekurangan elektrolit serta permasalahan redistribusi cairan internal.

Cairan ini biasanya diperlukan pasien yang mengalami masalah saluran pencernaan (ileostomy, fistula, drainase nasogastrium, dan drainase bedah) atau saluran kencing (misalnya saat pemulihan dari gagal ginjal akut).

3. Cairan khusus

Yang dimaksud cairan khusus adalah kristaloid semisal natrium bikarbonat 7,5% atau kalsium glukonas. Tujuan pemberian cairan infus ini adalah meredakan gangguan keseimbangan elektrolit yang terjadi pada tubuh.

4. Cairan nutrisi

Ketika pasien tidak mau makan, tidak boleh makan, atau tidak dapat makan melalui mulut, cairan infus berisi nutrisi inilah yang akan dimasukkan ke dalam tubuh. Cairan nutrisi ini diberikan jika pasien mengalami:
  • Gangguan penyerapan makanan, seperti pada fistula enterokunateus, atresia intestinal, kolitis infektiosa, maupun penyumbatan usus halus
  • Kondisi yang mengharuskan usus beristirahat, seperti pada pankreatitis berat, status preoperatif dengan malnutrisi berat, angina intestinal, stenosis arteri mesenterika, dan diare berulang.
  • Gangguan motilitas usus, seperti pada ileus yang berkepanjangan, pseudo-obstruksi, dan skleroderma.
  • Gangguan makan, muntah terus-menerus, gangguan hemodinamik, dan hiperemesis gravidarum.
Apapun jenis cairannya, cara menghitung tetesan infus tetap sama, yakni menggunakan rumus jumlah tetesan per menit (TPM).
dehidrasikekurangan cairaninfus
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430836/
Diakses pada 20 Agustus 2020
Royal College of Nursing UK. https://www.rcn.org.uk/clinical-topics/safety-in-numbers/flow-rate-and-iv-drugs
Diakses pada 20 Agustus 2020
University of South Australia. https://lo.unisa.edu.au/pluginfile.php/1907512/mod_resource/content/3/Maths%20for%20Midwifery%20and%20Nursing%20Drops%20per%20minute%20%28DPM%29%20-%20Worksheet.pdf
Diakses pada 20 Agustus 2020
Universitas Udayana. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/4edffa59ee1f819fb8d38d45bda90131.pdf
Diakses pada 20 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait