logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid dengan Tepat

open-summary

Cara menghitung masa subur setelah haid dapat dilakukan dengan menggunakan kalkulator menstruasi, dan melihat tanda-tandanya yang umum terjadi pada wanita.


close-summary

9 Agt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Cara menghitung masa subur setelah haid penting untuk merencanakan kehamilan

Cara menghitung masa subur setelah haid penting diketahui

Table of Content

  • Kapan masa subur wanita berlangsung?
  • Cara menghitung masa subur setelah haid
  • Tanda masa subur setelah haid
  • Tips menjaga kesuburan untuk wanita

Apakah Anda mengetahui cara menghitung masa subur setelah haid? Informasi ini penting bagi wanita yang sedang menjalani program hamil. Pasalnya, Anda memiliki peluang paling besar untuk hamil pada masa ovulasi tersebut.

Advertisement

Selain itu, mengetahui masa subur setelah haid agar tidak hamil juga penting jika Anda sedang menghindari kehamilan.

Sekalipun memakai alat kontrasepsi, menghindari berhubungan seksual saat masa subur akan memperkecil peluang ‘kebobolan’ alias hamil di luar rencana.

Maka dari itu, kenali lebih jauh cara menghitung dan tanda masa subur setelah haid.

Kapan masa subur wanita berlangsung?

Mengenai masa subur setelah menstruasi, wanita paling subur ketika masa ovulasi berlangsung. Hari ovulasi adalah masa saat sel telur dilepaskan ke ovarium dan siap untuk dibuahi. 

Kondisi ini biasanya terjadi 12-14 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Selanjutnya, berapa hari masa subur setelah haid terjadi, yaitu dapat berlangsung selama 12-48 jam.

Sebetulnya, kapan ovulasi dimulai bergantung pada siklus menstruasi Anda. Siklus menstruasi dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlanjut hingga hari pertama menstruasi berikutnya. 

Siklus menstruasi wanita biasanya terjadi 28 hari. Namun, normalnya dapat berkisar dari 21-35 hari. Kisaran ini membuat waktu ovulasi setiap wanita bisa berbeda-beda.

Jika siklus menstruasi Anda 28 hari, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.

Sementara itu, apabila Anda memiliki siklus menstruasi yang singkat, misalnya 21 hari, puncak masa subur bisa terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. 

Untuk itu, penting mengetahui siklus menstruasi Anda agar bisa memperkirakan kapan waktu ovulasi dimulai.

Cara menghitung masa subur setelah haid

kalender masa subur
Mencatat siklus menstruasi untuk menghitung masa subur setelah haid

Karena siklus menstruasi bisa berbeda-beda, Asosiasi Kehamilan Amerika (APA) menyatakan cara terbaik menentukan masa subur wanita adalah dengan menghitungnya sendiri. 

Salah satunya adalah menggunakan kalkulator masa subur setelah haid. Untuk menghitung masa subur setelah haid sendiri, Anda perlu mengetahui kapan siklus menstruasi terpanjang dan terpendek.

Berikut adalah cara menghitung masa subur setelah haid.

  • Catat siklus terpendek menstruasi Anda, misalnya 27 hari. Kurangi 27 hari dengan 18 maka hasilnya adalah 9. Ini berarti, 9 hari terakhir menstruasi Anda adalah hari subur pertama.
  • Tentukan siklus terpanjang menstruasi Anda, misalnya 30 hari. Kurangi 30 hari dengan 11 maka hasilnya adalah 19 hari. Ini berarti 19 hari terakhir menstruasi Anda adalah hari subur terakhir dalam masa haid bulan tersebut.

Dari contoh cara menghitung masa subur wanita di atas, dapat disimpulkan bahwa Anda yang memiliki siklus haid rata-rata 27-30 hari, akan memiliki masa ovulasi atau masa paling subur pada hari ke-9 hingga ke-19 siklus menstruasi.

Pada masa inilah, waktu yang paling baik bagi Anda untuk berhubungan seksual agar cepat hamil, maupun menghindarinya bagi yang sedang program KB.

Meski demikian, waktu subur setelah haid bisa saja berbeda setiap bulan mengingat banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti stres, penyakit, maupun gaya hidup. 

Jika Anda tidak yakin dengan perhitungan kapan masa subur setelah haid terjadi, Anda dapat memperhatikan tanda masa subur yang dikeluarkan oleh tubuh.

Tanda masa subur setelah haid

Ketika Anda mengalami masa subur setelah haid, Anda dapat merasakan ‘perbedaan’ pada tubuh. 

Namun, penting untuk dicatat bahwa tanda-tanda ini bukan menandakan sindrom pramenstruasi (PMS).

Sebab, PMS justru terjadi setelah ovulasi berlalu yang menandakan dinding rahim akan segera meluruh mengingat Anda tidak dalam keadaan hamil.

Di samping cara menghitung masa ovulasi, berikut adalah tanda masa subur setelah haid yang dapat Anda rasakan.

  • Meningkatnya suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat Anda bangun di pagi hari. Peningkatan suhu basal tubuh, biasanya berkisar antara 0,5-1 derajat Celcius, hanya bisa diukur dengan termometer (bukan dengan menempelkan tangan ke dahi atau ketiak).

  • Hormon lutein meninggi

Tanda masa subur setelah haid juga dapat ditandai dengan hormon lutein yang tinggi. Namun, Anda hanya bisa mengukurnya dengan alat khusus pendeteksi ovulasi.

  • Muncul lendir serviks

Kemunculan lendir serviks juga bisa menandakan siklus masa subur. Anda dapat melihat keluarnya cairan vagina atau keputihan yang bening, encer, dan kenyal seperti putih telur.

  • Kram perut

Tanda masa subur setelah haid berikutnya adalah kram ringan di perut bagian bawah. Kondisi ini bisa disertai dengan perut kembung yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

  • Gairah seks meningkat

Memasuki masa subur, gairah seks menjadi lebih tinggi sehingga Anda merasa lebih tertarik untuk berhubungan intim. Selain itu, payudara menjadi lebih sensitif dari biasanya.

Meski demikian, tanda masa subur setelah haid ini rentan mengalami perubahan. 

Misalnya, peningkatan suhu basal tubuh dapat terus meningkat, bahkan setelah Anda selesai ovulasi sehingga pengukuran suhu tubuh untuk mendeteksi masa subur wanita jadi kurang akurat.

Cara menentukan masa subur wanita setelah haid yang dinilai paling efektif adalah menggunakan alat deteksi masa subur. 

Dengan alat ini, Anda bahkan dapat menentukan puncak masa subur, yang tentunya sangat berguna jika sedang menjalani program hamil.

Memaksimalkan masa subur setelah haid dapat meningkatkan peluang Anda untuk segera hamil. 

Setelah mengetahui masa subur, Anda dianjurkan melakukan hubungan seksual dengan pasangan dimulai dari 2-3 hari sebelum ovulasi karena langkah ini terbukti meningkatkan peluang hamil hingga 20-30 persen.

Sebaliknya, cek masa subur setelah haid juga penting jika Anda menggunakan metode kontrasepsi alamiah ini untuk mencegah kehamilan. 

Meski demikian, sekalipun Anda menghindari berhubungan seksual saat masa subur, Anda tetap dapat hamil.

Pasalnya, ovulasi dapat terjadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat setiap bulannya. Terlebih, sel sperma pria mampu bertahan dalam tubuh wanita selama beberapa hari.

Baca Juga

  • Asam Folat untuk Promil, Ini Manfaat Mengonsumsinya Sebelum Mengandung
  • Mengenal Gejala Perimenopause Sebelum Memasuki Masa Menopause
  • Yuk, Cari Tahu Penyebab Mandul dan Penanganan yang Tepat Sebelum Terlambat

Tips menjaga kesuburan untuk wanita

wanita berolahraga
Berolahraga dapat membantu menjaga kesuburan wanita

Selain memahami cara mengetahui masa subur setelah haid di atas, ada baiknya Anda juga menjalani gaya hidup sehat. 

Sebab, gaya hidup sehat bisa mempengaruhi kesuburan Anda sehingga mempercepat terjadinya kehamilan. 

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesuburan yang berkaitan dengan gaya hidup.

1. Hindari lemak trans

Mengonsumsi lemak sehat setiap hari dinilai penting untuk meningkatkan kesuburan Anda. 

Namun, lemak trans sering kali dikaitkan dengan risiko infertilitas ovulasi, yang berdampak buruk pada sensitivitas insulin. Maka dari itu, konsumsi lemak sehat dan jauhi lemak trans.

2. Produk susu berlemak tinggi

Produk susu berlemak tinggi ternyata dapat meningkatkan kesuburan wanita. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi besar yang melihat efek konsumsi produk susu berlemak tinggi.

Hasilnya, wanita yang mengonsumsi produk susu berlemak tinggi, sebanyak lebih dari satu kali dalam setiap hari, mengalami penurunan risiko infertilitas (tidak subur) sebanyak 27 persen.

3. Berolahraga

Bagi Anda yang ingin menjaga kesuburan, berolahraga adalah hal yang dianjurkan. 

Sebuah studi membuktikan bahwa melakukan olahraga selama satu jam dalam satu minggu bisa mengurangi risiko infertilitas sebanyak 5 persen.

Namun, hindari berolahraga terlalu berlebihan karena dapat mengganggu kesuburan Anda.

4. Kurangi stres

Stres bisa menurunkan peluang untuk hamil. Hal ini diakibatkan perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh saat stres.

Memiliki pekerjaan dan jam kerja yang panjang, juga bisa membuat Anda sulit hamil. Faktanya, stres, gangguan cemas, dan depresi dinilai berkontribusi dalam menurunkan peluang untuk hamil.

Cobalah menerapkan berbagai tips kesuburan untuk wanita di atas, dan diiringi dengan pengetahuan tentang bagaimana cara menghitung masa subur setelah haid.

Jika Anda punya pertanyaan seputar tanda masa subur setelah haid dan cara menghitungnya, Anda bisa bertanya langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple App Store.

Advertisement

siklus haidmenstruasimasa suburmerencanakan kehamilan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved