Cara Menghitung HPL dengan Mudah untuk Mengetahui Perkiraan Kelahiran Si Kecil

(0)
06 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara menghitung HPL tanpa ke dokterCara menghitung HPL umumnya menggunakan hari pertama haid terakhir (HPHT)
Kelahiran sang buah hati ke dunia merupakan hal yang sangat dinantikan oleh setiap calon orangtua. Mencari tahu perkiraan tanggal persalinan pun penting untuk dilakukan dalam mempersiapkan segala detail sebelum hari yang dinanti-nanti tiba.Sebagai ancang-ancang untuk melakukan persiapan, ada cara menghitung HPL (hari perkiraan lahir) yang bisa Anda lakukan sendiri untuk memperkirakan kapan bayi Anda dilahirkan. Bagaimana caranya?

Cara menghitung HPL sendiri 

Pada umumnya, kehamilan berlangsung selama 38-40 minggu, atau sekitar 280 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda. Jika Anda memiliki siklus menstruasi 28 hari yang teratur, Anda dapat menggunakan rumus Naegele untuk menghitung HPL. Rumus ini dilakukan dengan perhitungan sederhana, Anda hanya perlu menghitungnya seperti ini: HPHT + 7 hari - 3 bulan, misalnya:
  • Jika HPHT Anda tanggal 1 Januari 2019, maka tambah 7 hari jadi 8 Januari 2019. Lalu, kurangi 3 bulan jadi 8 Oktober 2019 dengan tahun yang tetap sama. Jadi, HPL Anda adalah 8 Oktober 2019.

  • Sementara, jika HPHT Anda 1 Mei 2019 maka tambah 7 hari jadi 8 Mei 2019. Lalu, kurangi 3 bulan jadi 8 Februari 2019, kemudian tambah 1 tahun menjadi 8 Februari 2020. Jadi, HPL Anda adalah 8 Februari 2020.
Akan tetapi, sebagian wanita memiliki siklus menstruasi yang lebih lama atau lebih pendek dari 28 hari sehingga tidak mudah untuk menerapkan rumus Naegele. Sebagai alternatifnya, terdapat rumus lain yang dapat digunakan untuk menghitung HPL, yaitu rumus Parikh.Rumus Parikh digunakan untuk siklus menstruasi yang tidak teratur. Dalam perhitungan rumus ini, Anda perlu menghitungnya seperti ini: HPHT + 9 bulan + (lama siklus menstruasi - 21 hari)Misalnya, jika HPHT Anda adalah 1 Maret 2019 dengan lama siklus menstruasi 35 hari, maka 1 Maret 2019 ditambah 9 bulan, yaitu 1 Desember 2019 ditambah 35 hari - 21 hari, yaitu 14 hari. Jadi, HPL Anda yaitu 1 Desember 2019 + 14 hari = 15 Desember 2019.Perlu Anda ketahui bahwa perhitungan ini mungkin saja tidak akurat. Sebab hanya 5 dari 100 wanita yang melahirkan bayinya sesuai dengan HPL. Dengan kata lain, kelahiran bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat bahkan melenceng hingga dua minggu. Meski begitu, menentukan minggu persalinan tetap penting dilakukan, agar ibu dapat mempersiapkan diri dan mendapat perawatan yang tepat menjelang persalinan.

Cara menghitung HPL oleh dokter

Jika Anda tidak mengetahui hari pertama menstruasi terakhir Anda, maka Anda dapat mencari tahu hari perkiraan lahir HPL dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan melakukan tes tertentu untuk memperkirakan kapan bayi Anda lahir, yakni dengan cara:
  • Melakukan USG

USG atau ultrasonografi umumnya dilakukan pada trimester pertama kehamilan atau sebelum minggu ke-13 kehamilan. Tak hanya untuk melihat perkembangan janin, USG juga dapat memperkirakan tanggal persalinan. Pada USG transvaginal, dokter akan mengukur panjang janin, yang juga menjadi cara untuk memperkirakan usia janin sehingga dapat memberi perkiraan tanggal kelahiran. Metode lain yang mungkin digunakan, yaitu USG biparietal diameter, di mana USG ini mengukur diameter tengkorak janin dan mungkin lebih akurat dari metode lain.
  • Mengukur ketinggian fundus uteri

Dokter juga dapat menghitung HPL dengan mengukur ketinggian fundus uteri. Fundus uteri adalah bagian tertinggi perut. Bagian ini harus tumbuh seiring dengan kehamilan yang terus berlanjut. Jadi, penting untuk mengetahui usia kehamilan.
Setelah 20 minggu, tinggi fundus (dalam cm) akan sama dengan jumlah minggu kehamilan Anda. Misalnya, ketika kehamilan Anda 21 minggu, maka tinggi fundus Anda seharusnya 21 cm. Namun, terkadang tinggi fundus bisa saja tak selalu sesuai dengan usia kehamilan bisa lebih kecil atau lebih besar karena dipengaruhi oleh jumlah air ketuban, kehamilan kembar, dsb.Meski HPL tak selalu akurat, namun melakukan pemeriksaan ke dokter penting untuk dilakukan, apalagi setelah usia kehamilan semakin mendekati waktu persalinan. Ini dapat membantu Anda lebih tenang dalam menghadapi persalinan nanti.

Faktor-faktor yang memengaruhi lebih cepat atau lambatnya kelahiran

Sebagian besar bayi dilahirkan dalam rentang waktu 37,5-42,5 minggu kehamilan. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi tanggal persalinan Anda, yang bisa membuatnya menjadi lebih cepat atau lebih lambat, di antaranya:
  • Usia pertama kali melahirkan. Anda akan lebih mungkin melahirkan beberapa hari setelah melewati HPL, jika ini adalah bayi Anda yang pertama.
  • Berisiko melahirkan prematur. Sebagian wanita berisiko melahirkan prematur, bahkan 1 dari 10 kehamilan akan prematur atau lahir lebih awal. Adapun faktor yang meningkatkan risiko Anda melahirkan prematur, yaitu pernah melahirkan prematur sebelumnya, merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, mengalami pendarahan vagina selama kehamilan, dan penyakit tertentu.
  • Ketuban pecah sebelum waktunya. Jika ketuban pecah sebelum masuk bulan persalinan maka dokter akan menyarankan bedrest total, lalu jika sangat berisiko mengancam bayi maka dokter akan memikirkan untuk melakukan persalinan.
  • Pendarahan. Hati-hati jika letak plasenta Anda menutupi jalan lahir maka akan berisiko pendarahan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, karena plasenta tersebut ikut meregang mengikuti membesarnya rahim sehingga dapat  mengancam rahim.
Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Dokter akan berusaha membuat kehamilan Anda berjalan sehat sehingga bayi Anda dapat dilahirkan dengan aman dan cukup bulan. Selalu melakukan pemeriksaan setiap bulannya agar ibu dan bayi sehat.
melahirkanpersiapan kelahirankehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date#don't-know-date-of-last-period
Diakses pada 06 Januari 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-many-weeks-pregnant-am-i-2758651
Diakses pada 06 Januari 2020
Flo Health. https://flo.health/tools/due-date-calculator
Diakses pada 06 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait