Ciri-Ciri Dehidrasi Karena Diare yang Hilangkan Cairan Tubuh


Ciri-ciri dehidrasi akibat diare tidak boleh Anda sepelekan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berisiko merusak organ ginjal, terlebih jika dialami oleh anak-anak dan lansia.

(0)
10 Apr 2019|Aby Rachman
Dehidrasi karena diare dapat diatasi dengan air kelapaAir kelapa kaya akan kalium, natrium, klorida, dan karbohidrat yang berguna mencegah dehidrasi saat diare
Diare merupakan masalah yang umum terjadi. Gejala buang-buang air biasanya tidak parah dan hanya terjadi sebentar. Namun, ada kalanya diare bisa menjadi parah jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat.  Apalagi jika gejala diare disertai pula dengan keluhan muntah-muntah yang berlangsung cukup lama. Hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi. Lantas, apa saja ciri-ciri dehidrasi saat diare dan bagaimana mencegah serta mengatasinya?

Ciri-ciri dehidrasi saat diare

Seseorang mengalami diare jika kebiasaan BAB-nya jadi lebih sering dari normalnya dan feses berbentuk encer serta berair. Diare juga terkadang muncul diikuti dengan demam, rasa tidak nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, kram, serta kadang adanya darah dan/atau lendir di feses.Jika Anda mengalami diare atau muntah-muntah, perhatikan dengan cermat ciri-ciri dehidrasi yang mungkin Anda alami.Dehidrasi adalah kondisi yang terjadi saat tubuh Anda kehilangan banyak cairan dan mineral. Dehidrasi tidak boleh disepelekan, karena masalah ini dapat berisiko merusak organ ginjal. Bahkan, dehidrasi bisa menjadi sangat parah jika terjadi pada anak-anak dan orang tua.Waspadai gejala dehidrasi saat diare seperti berikut ini:
  • Rasa haus
  • Buang air kecil jadi berkurang dari biasanya
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit kering
  • Mudah lelah
  • Pusing
  • Sulit untuk berkeringat
Pada saat gejala pertama diare atau muntaber muncul, segeralah perbanyak asupan air untukmengganti asupan air yang hilang dan mencegah munculnya ciri-ciri dehidrasi.

Cara mengatasi dehidrasi saat diare

Ketika diare atau muntah-muntah, Anda akan kehilangan cairan tubuh dengan sangat cepat. Jadi, penting untuk segera mengonsumsi cairan sebanyak yang Anda bisa. Minum banyak air adalah prioritas utama. Jumlah air yang Anda perlukan tergantung pada berapa banyak yang keluar.Alternatifnya, Anda juga bisa menyelingi konsumsi air putih atau mineral dengan larutan elektrolit (oralit). Bubuk oralit bisa Anda dapatkan di apotek tanpa harus menebus resep dokter. Anda juga bisa membuat oralit sendiri di rumah.Jika Anda merasa mual dan kesulitan untuk meminum air dalam jumlah yang banyak sekaligus, cobalah untuk minum air dalam jumlah sedikit sesering mungkin. Anda juga dapat mencari asupan makanan dengan kandungan air tinggi seperti es krim atau buah semangka.Air berperan besar dalam merehidrasi tubuh. Akan tetapi, air saja tidak dapat sepenuhnya menggantikan garam esensial yang dibutuhkan tubuh untuk keseimbangan cairan dan fungsi lainnya. Itulah sebabnya, menggantikan garam-garam esensial juga sangat penting selama diare atau muntah.Orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti gagal jantung atau inkontinensia urin, mungkin akan sulit untuk menambah asupan cairan mereka. Maka, tanyakan kepada dokter Anda berapa banyak cairan yang Anda butuhkan untuk mencegah dehidrasi ketika diare dan muntah-muntah.Kebanyakan dokter akan merekomendasikan pasiennya untuk meminum larutan rehidrasi oral. Selain itu, mereka juga merekomendasikan untuk melepas pakaian berlebih dan/atau mencari tempat berteduh atau ruangan ber-AC untuk menjaga tubuh Anda tetap dingin dan terhindari dari berkeringat.

Mencegah dehidrasi pada anak

Anak-anak dapat kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat karena diare atau muntah. Selain tanda-tanda dehidrasi yang umum seperti di atas, orangtua juga harus memperhatikan gejala dehidrasi yang khusus terjadi pada bayi dan balita yang sakit, yaitu:
  • mulut dan lidah yang kering
  • tidak ada air mata saat menangis
  • lesu atau rewel
  • pipi atau mata yang tampak cekung
  • fontanel cekung (titik lunak di atas kepala bayi)
  • demam,
  • kulit yang tidak kembali normal saat dicubit dan dilepaskan.
Pastikan untuk segera hubungi dokter jika Anda melihat gejala-gejala ini pada si kecil.Jika anak Anda sakit dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, berikan cairan yang disebut sebagai larutan rehidrasi oral atau oralit. Minuman olahraga dan jus buah juga dapat membantu menghilangkan haus.Akan tetapi, minuman-minuman tersebut tidak mengembalikan keseimbangan air, gula, dan garam yang ideal. Sebagai gantinya, dokter anak merekomendasikan cairan rehidrasi oral seperti ceralyte, infalyte, atau pedialyte.Jika anak Anda masih menerima ASI, penting untuk tetap memberikan ASI diikuti dengan pemberian oralit. Berikut jadwal pemberian oralit yang dapat Anda gunakan sebagai acuan di enam jam pertama diare muncul:
  • Anak berusia di bawah 6 bulan: 30 mL-90 mL setiap jam
  • Anak berusia 6-24 bulan: 90 mL-125 mL setiap jam
  • Anak berusia di atas 2 tahun: 125 mL-250 mL setiap jam
Jika anak Anda tidak muntah, cairan ini dapat digunakan dalam jumlah yang banyak sampai anak Anda mulai mengeluarkan urine yang normal lagi. Namun, jika anak Anda mengalami dehidrasi dan muntah secara bersamaan, segera hubungi dokter.

Mencegah dehidrasi pada lansia

Lansia juga berisiko tinggi mengalami dehidrasi karena mereka mungkin tidak lagi sesensitif orang dewasa muda saat mengalami sensasi kehausan. Selain itu, perubahan usia yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan air dan natrium menjadi sesuatu hal yang cukup bahaya.Orang lanjut usia yang menderita diare dan/atau muntah harus mengonsumsi air minum setidaknya 1,7 liter setiap 24 jam, atau setidaknya sekitar setengah galon. Jumlah ini setara dengan 8 gelas air. Selain itu, para ahli dehidrasi juga merekomendasikan penggantian makanan padat menjadi makanan yang cair.

Risiko kesehatan yang mungkin muncul akibat dehidrasi saat diare

Ketika diare dan mengalami diare, terdapat beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul. Menurut Kemenkes, beberapa hal berikut ini perlu diwaspadai karena dapat berisiko bagi tubuh.
  • Sulit mengendalikan suhu tubuh

Ketika mengalami dehidrasi, tubuh akan kesulitan mengendalikan suhunya karena proses berkeringat akan terganggu. Hal ini membuat panas terperangkap dalam tubuh dan membuat suhu di dalam tubuh naik. Kondisi ini berisiko mengalami heat stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Kerja jantung lebih berat

Diketahui bahwa sekitar 60 persen tubuh manusia adalah cairan. Salah satu penampungan terbesarnya adalah darah. Ketika mengalami dehidrasi, volume darah cenderung akan menurun namun jantung tetap bekerja memompa jumlah yang sama ke seluruh tubuh. Hal ini dilakukan untuk mendistribusikan nutrisi ke otot. Padahal, hal tersebut dapat memberatkan kinerja jantung dan memaksanya untuk bekerja lebih keras. 

Kapan harus menghubungi dokter?

Para ahli merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika diare atau muntah berlanjut selama lebih dari dua hari.Namun, jika ada tambahan gejala seperti demam, sakit di perut atau rektum, tinja tampak hitam atau lembek, Anda perlu sesegera mungkin mengonsultasikan diri ke dokter.
dehidrasi
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/features/prevent-dehydration#1
Diakses pada Oktober 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/9013-dehydration-avoidance-proper-hydration
Diakses pada Oktober 2018
Pediatrics Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2791660/
Diakses pada Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait