9 Cara Menghindari Bahaya Listrik yang Sebaiknya Anda Lakukan


Cara menghindari bahaya listrik perlu Anda ketahui untuk mengurangi risiko yang bisa mengancam jiwa. Beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya menjaga peralatan listrik tetap kering hingga menyerahkan perbaikan listrik pada ahlinya.

(0)
18 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menghindari bahaya listrik perlu Anda ketahui untuk mengurangi risiko-risiko yang bisa mengancam jiwa. Bahaya listrik yang tidak terlindungi dapat menyebabkan seseorang tersengat listrik (kesetrum) hingga terjadinya kebakaran.Kondisi tersengat listrik adalah saat tubuh Anda menjadi bagian dari sirkuit atau rangkaian listrik. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan masalah kesehatan. Semakin besar dan lama sengatan berlangsung, semakin tinggi juga risikonya.Bentuk-bentuk risiko ini mulai dari rasa terkejut ringan, kejutan menyakitkan, henti napas, kontraksi otot, kerusakan saraf, luka bakar berat, gangguan irama jantung, henti jantung, hingga kematian.

Cara menghindari bahaya listrik

Berikut adalah sembilan cara menghindari bahaya listrik supaya tidak menimbulkan risiko kesetrum atau kebakaran.

1. Jaga peralatan listrik agar tetap kering

Air merupakan konduktor listrik yang sangat kuat. Kombinasi air dan listrik dapat menyebabkan terjadinya sengatan listrik yang mematikan. Oleh karena itu, selalu jauhkan berbagai peralatan listrik dari air.Pastikan tangan, tubuh, dan peralatan listrik Anda kering saat hendak digunakan. Jika ada peralatan listrik yang terjatuh ke dalam air, matikan terlebih dahulu catu daya di panel listrik sebelum mencabut atau mengambil barang tersebut.

2. Pastikan penyebab gangguan listrik di rumah

Apabila Anda sering mengalami aliran listrik terputus karena korsleting atau kelebihan beban, segeralah atasi masalah tersebut. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi menyebabkan bahaya yang lebih besar. Biasanya, penyebab gangguan arus terus-menerus mengalami pemutusan adalah:
  • Terdapat kerusakan pada peralatan elektronik
  • Kabel sudah tua dan mengalami kerusakan
  • Kerusakan pada sekring atau sirkuit pemutus tersebut.

3. Serahkan perbaikan listrik pada ahlinya

Cara menghindari bahaya listrik selanjutnya adalah dengan menyerahkan masalah kelistrikan pada ahlinya. Jangan coba mengotak-atik sendiri instalasi listrik di rumah Anda jika Anda tidak memiliki keahlian yang diperlukan.Kesalahan dalam instalasi listrik dapat menyebabkan risiko tersengat dan kebakaran. Sebaiknya serahkan inspeksi dan perbaikan sistem kelistrikan pada ahlinya sehingga Anda dan keluarga dapat terhindar dari bahaya korsleting listrik.

4. Pasang jenis bohlam yang tepat

Tahukah Anda kalau memilih watt bohlam yang tepat termasuk cara menghindari bahaya listrik? Bohlam dengan watt lebih besar dari kapasitas maksimum lampu dapat membebani kabel. Kondisi ini berisiko menyebabkan panas berlebih, risiko korsleting, dan kebakaran. Selain itu, pastikan bohlam terpasang dengan benar.

5. Pastikan keamanan outlet listrik (stopkontak)

Ada kalanya rasa penasaran membuat anak iseng menyentuh lubang stopkontak. Hal ini bisa menyebabkan anak terkena sengatan. Salah satu cara menghindari bahaya listrik bagi anak-anak adalah dengan memasang penutup stopkontak.

6. Tangani stopkontak dengan benar

Anda juga perlu memerika stopkontak di sekitar rumah sebagai cara menghindari bahaya listrik. Berikut adalah aspek-aspek yang perlu diperiksa:
  • Jangan sampai stopkontak longgar karena dapat menyebabkan guncangan yang memancing korsleting penyebab kebakaran.
  • Jangan membebani stopkontak terlalu banyak dengan beberapa cabang, adaptor, dan steker.
  • Jangan mematahkan steker tiga kaki untuk menancapkannya pada soket dua lubang. Gantilah soket dengan jenis colokan tiga lubang yang sesuai dengan steker peralatan elektronik.
  • Saat hendak mencabut steker, pegang stopkontak dan steker dengan kuat ketimbang kabelnya. Hal ini dilakukan supaya kabel tidak putus atau sobek sehingga meningkatkan risiko korsleting.

7. Berhati-hati saat menggunakan kabel listrik

Kabel listrik termasuk bagian peralatan listrik yang harus mendapatkan perhatian secara berkala untuk memastikan kabel tidak robek atau rusak. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai kabel listrik:
  • Gunakan kabel ekstensi untuk jangka waktu sementara atau saat keadaan mendesak saja.
  • Buang semua kabel dan colokan yang sudah aus atau robek.
  • Hati-hati memasang kabel di tempat yang dilalui banyak orang.
  • Saat hendak mencabut kabel daya dari soket, tarik bagian steker colokannya, bukan kabelnya.

8. Perlindungan terhadap lonjakan listrik

Lonjakan listrik dapat terjadi pada saat peralatan listrik mengalami panas berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan elektronik hingga kebakaran.Cara menghindari bahaya listrik yang mengalami lonjakan dapat dilakukan dengan mematikan peralatan eletronik yang tidak digunakan. Anda juga dapat menggunakan stabilizer listrik untuk melindungi peralatan elektronik dari konsleting akibat tegangan yang tidak stabil.

9. Gunakan alat pengaman kebocoran arus listrik

Ground Fault Circuit Interupter (GCFI) adalah alat pencegah kebocoran arus lisrik. Perangkat ini akan segera mematikan daya jika mendeteksi adanya ketidaksesuaian arus listrik. Sehingga, risiko tersengat listrik atau korsleting bisa dicegah.Jika Anda atau orang terdekat mengalami sengatan listrik yang kuat, segera hubungi layanan gawat darurat supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat.Apabila Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
rumah tanggamenjalin hubungan
Faculty of Engineering and Natural Science - Sabanc? University Tuzla ?stanbul. https://fens.sabanciuniv.edu/en/preventing-electrical-hazards
Diakses 5 Desember 2020
Wire Chief Electric. https://www.wirechiefelectric.com/10-easy-ways-prevent-home-electrical-hazards
Diakses 5 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait