Cara Menghilangkan Tahi Lalat dengan Alami, Amankah Dicoba?

Cara menghilangkan tahi lalat bisa dilakukan dengan alami maupun medis
Tahi lalat bisa muncul di bagian kulit mana saja, termasuk wajah

Tahi lalat yang muncul di wajah perempuan sering kali dianggap sebagai ciri unik kecantikannya. Pada beberapa budaya, lokasi tahi lalat di tubuh dianggap mempunyai berbagai makna terkait sifat dan nasib seseorang.

Biar begitu, bagi banyak orang, tahi lalat juga sering dianggap mengganggu penampilan. Mereka pun kemudian tidak segan untuk mencari cara menghilangkan tahi lalat. 

Namun sebelum membahas cara menghilangkannya, ada baiknya kita bekali diri dengan mengenali jenis-jenis tahi lalat yang bisa muncul di tubuh kita.

Beberapa tipe tahi lalat yang ada di tubuh Anda

Berdasarkan waktu kemunculan serta bentuknya, tahi lalat bisa digolongkan pada beberapa jenis di bawah ini:

1. Tahi lalat kongenital

Tahi lalat kongenital atau tahi lalat bawaan lahir sering disebut juga sebagai tanda lahir. Kira-kira terdapat sekitar dua persen bayi yang lahir dengan tahi lalat kongenital ini.

Ukuran, bentuk, dan warna tahi lalat bawaan lahir ini sangat bervariasi. Bila ukurannya besar dan berwarna gelap, orang-orang terkadang menyebutnya sebagai tompel.

Jika bentuk atau ukurannya dirasa mengganggu, tahi lalat bawaan lahir bisa dihilangkan demi alasan kosmetik. Prosedur ini biasanya dilakukan setelah anak berusia antara 10-12 tahun. Cara menghilangkan tahi lalat bawaan lahir bisa dengan operasi kecil, dermabrasi, pengelupasan kimia, atau ablasi sinar laser.

2. Tahi lalat biasa

Ini adalah tahi lalat yang muncul di kulit setelah setelah bayi lahir. Kemunculannya bisa sejak bayi hingga usia 25 tahun. 

Lokasi kemunculan tahi lalat dapat terjadi di permukaan kulit mana saja di seluruh tubuh. Ciri-ciri tahi lalat yang umum dimiliki banyak orang ini meliputi:

  • Berbentuk bulat atau oval.
  • Tepi tahi lalat biasa rata.
  • Bisa rata dengan kulit atau sedikit menonjol dari permukaan kulit.
  • Tekstur permukaan tahi lalat bisa halus atau agak kasar.
  • Tahi lalat terdiri dari satu warna, yaitu kecoklatan, hitam, merah, merah muda, atau kebiruan.
  • Ukuran tahi lalat sekitar 0,5 cm atau lebih kecil.
  • Bentuk dan ukuran tahi lalat tidak pernah berubah.

Pertumbuhan tahi lalat sebanyak 10 sampai 40 buah di kulit seseorang masih bisa dianggap normal. Namun jika terdapat lebih dari 50 tahi lalat, Anda akan dianggap memiliki faktor risiko kanker kulit walau jarang sekali tahi lalat biasa berubah menjadi kanker. 

3. Tahi lalat atipikal

Tahi lalat ini juga bisa muncul di area kulit mana saja. Tapi tahi lalat atipikal lebih sering muncul di daerah batang tubuh dan sangat jarang timbul di wajah.

Tahi lalat jenis ini punya potensi untuk menjadi kanker kulit. Namun kejadiannya tergolong jarang. Diperkirakan hanya satu di antara 10.000 tahi lalat atipikal yang kemudian menjadi kanker kulit.

Tahi lalat atipikal juga memiliki bentuk yang jelek. Berikut ciri-cirinya:

  • Bentuknya tak beraturan.
  • Tepi tahi lalat yang tidak rata.
  • Warnanya bercampur-campur, antara coklat merah dan merah muda.
  • Teksturnya kasar.
  • Ukurannya lebih besar dari 0.5 cm.
  • Lebih banyak muncul di kulit yang terang dan sering terkena sinar matahari.

Karena hanya merupakan kumpulan melanosit, tahi lalat bisa saja berubah dan menghilang sendiri seiring waktu. Namun prosesnya mungkin berjalan dengan lambat.

Tidak jelas juga apa yang menyebabkan tahi lalat bisa hilang dengan sendirinya. Pada pakar menduga bahwa proses ini mungkin berkaitan dengan perubahan hormon maupun perubahan alami pada kulit. 

Cara menghilangkan tahi lalat dengan alami

Karena sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, sejatinya tidak terlalu penting untuk segera dihilangkan. Menghilangkan tahi lalat umumnya dilakukan berdasarkan nilai estetika, yaitu mengganggu penampilan atau kenyamanan.

Bagi Anda yang ingin menghilangkan tahi lalat secara alami, Anda mungkin bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini:

  • Mengompres tahi lalat dengan cuka apel. Langkah ini akan membuat tahi lalat terbakar dan menghilang.
  • Menggosok tahi lalat dengan bawang putih agar tahi lalat hancur dari dalam.
  • Mengoleskan tea tree oil, kulit pisang, maupun campuran baking soda dan minyak kastor pada tahi lalat.
  • Mengoleskan iodium langsung ke tahi lalat agar sel-selnya hancur.

Cara menghilangkan tahi lalat di atas memang terdengar mudah dan murah. Namun sayangnya, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan cara-cara tersebut mampu menghilangkan tahi lalat.

Beberapa di antaranya bahkan dianggap kurang aman. Pasalnya, langkah-langkah tersebut juga bisa saja menyebabkan iritasi pada tahi lalat dan kulit sekitarnya. Terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif. 

Sebagai alternatif, Anda juga bisa memanfaatkan teknik kamuflase menggunakan kosmetik. Meski tidak bisa menghilangkan tahi lalat secara total, riasan setidaknya dapat menyamarkan penampakan tahi lalat yang terasa mengganggu.

Namun kalau Anda betul-betul ingin melenyapkan tahi lalat, cara teraman dan paling efektif adalah meminta bantuan pada dokter. Dokter akan mengecek kondisi tahi lalat dan jenis kulit Anda sebelum menentukan prosedur medis yang cocok sebagai cara menghilangkan tahi lalat. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/new-mole#types
Diakses pada 15 Juli 2019

Helathline. https://www.healthline.com/health/how-to-remove-moles#harmful-home-treatments
Diakses pada 15 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320702.php
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed