Anak Juga Bisa Stres, Begini Cara Menghilangkan Stres pada Anak !

Waspadai perilaku rewel pada anak, yang bisa menjadi gejala stres.
Perubahan jadwal tidur anak bisa menandakan stres yang dialaminya.

Tidak hanya pada orang dewasa, stres ternyata juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kondisi ini cukup sulit dikenali, karena anak seringkali tidak sadar, dirinya sedang mengalami depresi.

Hal ini membuat orangtua menjadi sulit menerapkan cara menghilangkan stres untuk membantu anak.

Karena itu, ada baiknya Anda juga mengenali tanda yang akan muncul ketika anak mengalami stres. Dengan begitu, Anda dapat segera memulai langkah-langkah untuk membantu Si Kecil kembali ceria.

Kenali tanda dan gejala stres pada anak berikut ini

Hal ini memang bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Namun sebagai langkah awal, Anda dapat mulai memperhatikan perubahan perilaku anak, yang dapat ditandai dengan:

  • Perubahan suasana hati
  • Rewel
  • Perubahan pada jadwal tidurnya
  • Mengompol saat tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi lebih penakut
  • Tidak mau ke sekolah
  • Menjauh dari teman-teman maupun keluarga
  • Menimbulkan masalah di sekolah

Selain itu, saat anak stres, tanda-tanda perubahan secara fisik juga dapat terjadi, seperti:

  • Menjadi tidak nafsu makan atau justru nafsu makan menjadi bertambah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Susah tidur atau mengalami mimpi buruk
  • Mengompol

Anak-anak yang berusia lebih muda biasanya juga akan memiliki kebiasaan baru seperti sering mengisap jempol, memainkan rambut, atau mengupil.

Sementara itu, anak-anak yang sudah berusia lebih besar akan mulai berbohong, menjadi pelaku bullying, atau tidak mematuhi orangtua.

Cara menghilangkan stres pada anak yang tepat

Mengalami stres dapat membuat keseharian anak terganggu. Untuk membantu mengatasinya, cara menghilangkan stres berikut ini bisa Anda lakukan agar anak dapat kembali ceria.

1. Beri semangat pada Si Kecil untuk menghadapi masalah

Saat anak memiliki masalah, ia akan cenderung menghindarinya. Namun, tentu ini bukanlah hal yang baik. Anda dapat membantu Si Kecil untuk menghadapi masalah yang membuatnya stres.

Saat masalah tersebut dihadapi dengan berani, lama-kelamaan anak akan belajar, bahwa rasa cemas yang ia rasakan, akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

2. Katakan pada anak bahwa tidak semua orang harus sempurna

Sebagai orangtua, tentunya Anda ingin segala sesuatu yang terbaik untuk anak. Hal ini dapat membuat Anda secara tidak sadar memberikan tekanan pada anak, untuk selalu berhasil dalam segala hal yang ia kerjakan.

Keberhasilan memang penting. Hal tersebut dapat memicu anak untuk bekerja keras mencapai keinginannya. Namun, Anda juga perlu memberikan pengertian pada anak, bahwa kekalahan serta kesalahan itu adalah hal yang dapat terjadi.

Ajari agar ia belajar menerima kekalahan serta kesalahan dengan baik.

3. Sisihkan waktu Anda untuk berbicara dengannya

Quality time antara anak dan orangtua sangat penting untuk dilakukan, terutama jika anak mulai menunjukkan tanda stres. Luangkan waktu untuk menemaninya, dan biarkan anak nyaman dengan kehadiran Anda.

Jangan memaksanya untuk bercerita jika ia tidak mau, meski Anda merasa khawatir.

Beberapa anak akan merasa lebih nyaman jika waktunya dihabiskan dengan menjalani aktivitas yang menyenangkan, dibandingkan berbicara mengenai masalahnya.

4. Berdiskusi bersama untuk mencari jalan keluar

Jika anak bercerita mengenai masalahnya kepada Anda, jadilah pendengar yang baik. Tunjukkan bahwa Anda tertarik dan anak menjadi sosok yang penting.

Anda bisa berdiskusi mengenai penyebab stresnya dan mencari solusi bersama. Misalnya dengan mengurangi kegiatan ekstrakurikuler atau les pelajaran, yang sedang dijalaninya.

5. Jadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk anak

Jadikan rumah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk anak. Lakukan rutinitas yang seru seperti bermain games bersama keluarga, dan makan malam bersama. Ciptakan suasana yang menenangkan.

Semua cara menghilangkan stres di atas membutuhkan hubungan baik antara anak dan orangtua, agar dapat dijalankan dengan sukses.

Karena itu, pastikan Anda selalu meluangkan waktu untuk Si Buah Hati dan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/stress.html
Diakses pada 8 Mei 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/dont-worry-mom/201302/12-tips-reduce-your-childs-stress-and-anxiety
Diakses pada 8 Mei 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-spot-anxiety-and-stress-in-children-620518
Diakses pada 8 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed