Cara Ampuh Menghilangkan Rasa Takut pada Penderita Fobia

Salah satu cara menghilangkan rasa takut pada penderita fobia adalah terapi perilaku kognitif
Rasa takut yang berlebihan dan terjadi terus-menerus dapat memicu munculnya fobia.

Semua orang pernah mengalami rasa takut dan cemas. Namun, pada beberapa kasus, rasa takut dan cemas yang dialami cenderung berlebihan dan tidak masuk akal. Kondisi ini biasanya dikenal dengan istilah fobia.

Tentunya terdapat perbedaan cara menghilangkan rasa takut pada orang yang mengalami fobia dengan ketakutan biasa. Hal ini karena rasa takut atau cemas yang normal tidak serupa dengan fobia.

Cara menghilangkan rasa takut pada penderita fobia

Penderita fobia memerlukan penanganan khusus sebagai cara menghilangkan rasa takut yang dirasakan. Penderita biasanya dapat melakukan terapi bersama psikolog ataupun terapis.

Beberapa terapi yang cukup umum digunakan sebagai cara menghilangkan rasa takut pada penderita fobia adalah:

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy)

Terapi perilaku kognitif dapat menjadi cara menghilangkan rasa takut pada penderita fobia dengan membantu penderita untuk mengidentifikasi pemikiran-pemikiran negatif dan mengganti pemikiran-pemikiran tersebut dengan yang lebih efektif.

Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu penderita untuk mempelajari teknik-teknik untuk menghadapi rasa takut yang dialami dan menangani beragam emosi yang dirasakan.

Inti dari terapi ini adalah memberikan kesadaran kepada penderita fobia mengenai pemikiran-pemikiran yang muncul di pikiran penderita serta menyadari bahwa hal tersebut tidak sesuai kenyataan.

Penderita juga dapat mengenali pola pikirnya sendiri dan dapat mencari cara untuk mengganti pola pikirnya yang tidak tepat.

  • Terapi pemaparan (exposure therapy)

Saat penderita fobia merasa takut, penderita cenderung menghindari objek yang menimbulkan rasa takut tersebut. Akan tetapi, penghindaran akan objek yang ditakuti bukanlah cara menghilangkan rasa takut yang efektif.

Seiring berjalannya waktu, penderita fobia akan merasakan ketakutan yang makin parah akibat terlalu sering menghindarinya. Oleh karena itu, terapi pemaparan membantu penderita untuk menghadapi objek yang ditakuti dalam lingkup yang aman.

Terapi pemaparan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi rasa takut terhadap objek dan menghentikan penderita dari pola menghindari objek yang ditakuti.

Terapi pemaparan memiliki beragam variasi dan prosedur, tergantung dari kesepakatan penderita fobia dengan psikolog atau terapis. Terapi pemaparan dapat dipadukan dengan teknik relaksasi.  

Fobia versus rasa takut

Fobia merupakan suatu kondisi yang meliputi rasa takut yang berlebihan dan terjadi secara terus-menerus. Rasa takut yang dialami penderita fobia dapat mengganggu penderita secara fisik maupun mental.

Umumnya, rasa jijik atau takut akan suatu hal mungkin hanya menimbulkan sensasi-sensasi merinding. Akan tetapi, pada penderita fobia, hal tersebut dapat menimbulkan ketakutan yang luar biasa dan mengganggu kehidupan sehari-hari penderita.

Misalnya saja, penderita fobia mungkin memilih untuk tidak keluar dari rumah karena takut dengan benda tertentu, misalnya laba-laba.

Tanda-tanda penderita fobia

Penderita fobia tidak hanya merasa cemas ketika diperhadapkan dengan penyebab ketakutan. Saat penderita fobia memikirkan mengenai penyebab ketakutan, penderita juga akan merasa cemas. Secara umum penderita akan merasakan beberapa hal, seperti:

  • Merasa bahwa penyebab ketakutan harus dihindari dengan cara apapun
  • Tidak mampu mengendalikan rasa takut yang dirasakan meskipun penderita menyadari bahwa rasa takut yang dialami bersifat irasional, berlebihan, dan tidak beralasan
  • Tidak mampu mengatasi kecemasan yang dialami saat diperhadapkan dengan penyebab ketakutan
  • Tidak mampu beraktivitas secara normal ketika diperhadapkan dengan penyebab ketakutan

Efektivitas teknik pernapasan

Teknik pernapasan (deep breathing) tidak hanya dapat diterapkan sebagai cara menghilangkan rasa takut pada penderita fobia, tetapi juga dapat dilakukan oleh orang-orang lainnya. Berbeda dengan bernapas biasa, teknik pernapasan menggunakan perut dan bukan dada.

Pernapasan melalui perut dapat memaksimalkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh sekaligus membantu Anda untuk dapat rileks. Penderita fobia dapat menggunakan teknik pernapasan untuk mengatasi rasa takut yang dialami.

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami fobia sampai mengganggu keseharian penderita, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mendapatkan cara menghilangkan rasa takut yang tepat.

Selalu pastikan bahwa psikolog atau terapis memiliki lisensi untuk memberikan terapi kepada Anda atau orang terdekat Anda.

Anda juga dapat mencoba teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya yang dapat membantu untuk menangani kecemasan dan ketakutan yang dialami. Olahraga juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi rasa takut.

American Psychological Association. https://www.apa.org/ptsd-guideline/patients-and-families/exposure-therapy
Diakses pada 24 April 2019

Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/relaxation-techniques-breath-control-helps-quell-errant-stress-response
Diakses pada 24 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/specific-phobias/diagnosis-treatment/drc-20355162
Diakses pada 24 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/about/pac-20384610
Diakses pada 24 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249347.php
Diakses pada 24 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/features/fear-factor-phobias#1
Diakses pada 24 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed