Tenang, Ada Cara Mengatasi Rasa Malu Saat Anda Berinteraksi Sosial

Cara menghilangkan rasa malu perlu diterapkan sangat mungkin diatasi, walau mengalami gangguan kepribadian menghindar sekalipun
Gangguan kepribadian menghindar membuat penderitanya menarik diri dari interaksi sosial

Menjaga kepercayaan diri saat berinteraksi dengan orang lain mungkin mudah bagi sebagian orang. Namun beberapa individu boleh jadi merasa terlalu malu dan takut untuk berbaur. Jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi rasa takut yang Anda rasakan saat interaksi sosial.

Untuk langkah awal, atasi rasa malu dengan cara ini

Untuk mengatasi rasa takut yang Anda miliki saat ingin melakukan interaksi sosial, cobalah langkah-langkah berikut ini.

1. Mulai mengamati diri

Anda bisa mulai memerhatikan momen-momen yang Anda hindari dan membuat Anda malu. Catat momen-momen tersebut, dengan membuat daftar yang bisa Anda pahami. Ini menjadi langkah pertama agar Anda bisa memahami secara mendalam masalah yang tengah dihadapi.

2. Pelajari pola dan daftar tersebut

Dari daftar yang telah dibuat, Anda bisa mulai mengidentifikasi kecenderungan atau pola dari situasi sosial yang Anda hindari. Beberapa situasi sosial yang dimaksud bisa hadir dalam berbagai bentuk. Misalnya, risiko dalam memutuskan sesuatu, penolakan oleh pasangan, kritikan dari atasan, dan lain sebagainya.

3. Pahami bahwa kebiasaan menghindar, dapat dikurangi

Hindari pemikiran bahwa kecenderungan Anda untuk menghindar tidak bisa dihilangkan. Yakinlah, bahwa kondisi ini bisa dipulihkan. Pelan-pelan, Anda bisa belajar untuk menghadapi hal-hal yang memang harus dihadapi.

Mencari bantuan profesional

Apabila tips di atas belum membantu untuk menghilangkan rasa malu, menemui ahli kejiwaan sangat disarankan. Sebab, rasa malu dan takut yang berlebihan dapat menjadi gejala dar gangguan kepribadian menghindar atau avoidant personality disorder. Kondisi mental ini merupakan salah satu jenis dari gangguan kepribadian kategori C.

Gangguan kepribadian menghindar ini membuat penderitanya merasa bahwa ia tidak disukai orang-orang di sekitarnya. Penderita memiliki rasa malu, tidak percaya diri, serta rasa sensitif yang berlebihan. Karena gejala tersebut, penyandang gangguan ini akan berusaha menghindari interaksi sosial, baik dalam kegiatan baru ataupun dalam mencari teman baru.

Belum bisa dipastikan penyebab dari gangguan kepribadian menghindar. Namun para ahli percaya, faktor lingkungan dan genetik menjadi pemicunya. Beberapa karakteristik penderita gangguan kepribadian menghindar yang bisa dikenali yakni

  • Suka menyendiri dan mengisolasi diri
  • Menghindari aktivitas kerja, sosial, atau sekolah yang umum dilakukan orang lain, seperti kuliah dan bekerja
  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah
  • Mengalami ketakutan akan ditolak dan dikritik
  • Takut untuk menjalin hubungan dekat dan berkenalan dengan orang baru

Jika cara di atas kurang berhasil, maka Anda sangat disarankan untuk segera mencari bantuan profesional dari ahli kesehatan mental. Psikiater mungkin akan melakukan beberapa tindakan untuk membantu Anda, seperti:

1. Terapi

Ada beberapa terapi yang akan disarankan. Misalnya terapi psikodinamik, terapi kognitif, terapi bicara, dan terapi kelompok. Terapi ini akan membutuhkan komitmen jangka panjang dari pasien. Namun, terapi ini mampu untuk membantu Anda lepas dari kondisi avoidant personality disorder.

2. Pemberian obat 

Walau belum terdapat obat spesifik untuk gangguan kepribadian menghindar, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan dan anticemas. Tujuan dari pemberian obat-obatan tersebut adalah untuk meredakan gejala yang dialami penderita kondisi mental ini.

Kebiasaan untuk menghindari interaksi sosial, bisa dipulihkan. Cobalah langkah-langkah awal di atas untuk mengatasinya. Apabila belum berhasil, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dan meminta bantuan dari psikiater.

Healthline. https://www.healthline.com/health/avoidant-personality-disorder
Diakses pada 18 Juni 2019

Healthy Place. https://www.healthyplace.com/personality-disorders/avoidant-personality-disorder/avoidant-personality-disorder-treatment
Diakses pada 18 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/avoidant-personality-disorders
Diakses pada 18 Juni 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/5-steps-to-tackling-avoidant-personality-disorder
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait