Wujudkan Mimpi dengan Terapkan Cara Menghilangkan Rasa Malas Ini

Cara menghilangkan rasa malas perlu diterapkan, untuk membantu pencapaian tujuan Anda
Dengan menetapkan tujuan yang realistis di awal, rasa malas pun bisa dikikis

Tahun baru telah tiba, berbagai kewajiban pun mulai menghampiri. Namun, rasa malas kadang menjadi persoalan lain yang membatasi diri. Jika Anda tak bersemangat untuk menunaikan kewajiban dan justru menimbulkan masalah baru, cara menghilangkan rasa malas perlu diterapkan.

Memang, hidup tak harus berjalan cepat. Kita pun tentu membutuhkan waktu untuk bersantai. Tips ini akan perlu Anda terapkan jika rasa malas sudah sangat berlebihan dan menggangu beragam aktivitas sehari-hari.

Cara menghilangkan rasa malas yang bisa diterapkan

Dengan sedikit komitmen, terapkan cara menghilangkan rasa malas berikut ini:

1. Ciptakan tujuan yang lebih realistis

Ini menjadi cara menghilangkan rasa malas yang utama untuk diselesaikan, yaitu tujuan yang ingin Anda capai. Dalam membuat tujuan, buatlah serealistis mungkin dan sesuaikan dengan kemampuan diri.

Membuat tujuan yang tak realistis dan berlebihan hanya akan memicu sindrom burnout. Sindrom ini dapat membuat Anda lelah, tak bersemangat, dan tentu menimbulkan rasa malas.

Cara menghilangkan rasa malas
Ciptakan tujuan yang realistis agar Anda lebih bersemangat untuk mencapainya

Sebagai contoh, Anda tengah menyelesaikan skripsi dan malasnya minta ampun untuk mengerjakannya. Anda bisa membuat tujuan jangka pendek terlebih dahulu. Misalnya, selesaikan 1 halaman dalam 1 hari.

Tujuan ini lebih baik dibandingkan berangan-angan menulis 5 halaman dalam 1 hari, dan pada akhirnya tidak ada yang tersentuh karena sudah ‘ciut’ sejak awal.

2. Hindari sifat terlalu perfeksionis

Studi memang menunjukkan, generasi saat ini lebih kompetitif dan berujung pada meningkatnya kecenderungan mengejar kesempurnaan dalam berbagai aktivitas. Walau begitu, sifat perfeksionis tersebut sering membuat kita terlalu kritis terhadap diri sendiri dan orang lain.

Bahkan, pada kasus yang lebih parah, sifat perfeksionis ini juga berisiko menimbulkan depresi dan gangguan cemas.

3. Terapkan afirmasi dan positive self-talk

Kekuatan berbicara pada diri sendiri (self-talk) tak bisa dianggap remeh, baik yang bersifat positif maupun yang negatif. Negative self-talk hanya akan menyusutkan niat untuk mengejar tujuan, termasuk saat kita berkata “Aku ini pemalas, ya.”

Anda bisa mulai menerapkan afirmasi dan positive self-talk terhadap diri sendiri. Misalnya, kata-kata negatif “Sepertinya aku tidak bisa,” diganti dengan “Oke, kalau tidak dicoba tidak akan tahu hasilnya.”

Ulangi terus kalimat positif tersebut, yang memancing diri Anda untuk lebih produktif.

4. Merancang rencana (action plan)

Rencana kerja dapat memandu apa yang harus kita kerjakan dalam mencapai tujuan. Buatlah timeline yang benar-benar sesuai dengan keadaan diri Anda, dan pertimbangkan sumber daya yang dimiliki.

Misalnya, Anda ingin menurunkan berat badan. Anda bisa mulai membuat hal-hal yang harus dikerjakan untuk program diet ini, seperti:

  • Program olahraga yang ingin dilakukan. Apakah perlu ke pusat kebugaran? Jika iya, perhitungkan biayanya, jarak dari tempat tinggal atau tempat kerja, hingga fasilitasnya.
  • Rencana makan dan resep selama diet. Apakah Anda akan memasak sendiri, atau memesan katering? Jika memasak sendiri, pelajari resep untuk beberapa minggu ke depan yang rendah kalori namun tetap bergizi.

5. Fokus pada kekuatan, bukan kelemahan diri

Bagaimanapun, kita semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Alih-alih memikirkan kelemahan diri yang membuat kita ciut, Anda bisa mencoba memusatkan pikiran pada kekuatan yang dimiliki.

Sebuah riset dalam jurnal The Journal of Positive Psychology mengungkapkan, fokus pada kekuatan diri berkorelasi positif terhadap produktivitas, perasaan positif, dan performa pekerjaan.

6. Ingat prestasi yang pernah dicapai

Terkadang, produktivitas bisa dipancing dengan perasaan positif yang Anda rasakan saat mencapai prestasi di masa lalu. Begitu rasa malas menghinggapi, kenapa tak mencoba tips ini? Mengingat prestasi dapat mendorong rasa percaya diri dan perasaan positif, sehingga membantu Anda untuk mengejar tujuan.

7. Hindari distraksi

Distraksi dapat berwujud apapun yang Anda senangi, seperti media sosial, rekan ngobrol di kantor, atau bahkan hewan peliharaan di rumah. Saat bekerja atau mengejar tujuan lain, ciptakan kondisi agar distraksi tersebut lebih sulit untuk dijangkau.

mendengarkan lagu untuk minimalisir rasa malas
Anda bisa mencari lagu yang bisa membantu diri lebih fokus

Distraksi yang mengganggu juga bisa Anda hindari dengan mendengarkan musik instrumental atau podcast, saat bekerja, berolahraga, atau menyelesaikan tugas agar suasana yang tenang dapat tercipta.

8. Minta bantuan orang lain

Proses dalam mengejar tujuan kadang memang membutuhkan bantuan orang lain, dan hal tersebut bukanlah hal yang salah. Misalnya, jika Anda bingung cara menggunakan alat di pusat kebugaran, segera tanyakan pada pelatih yang biasanya stand by di tempat tersebut.

Begitu pula saat Anda di kantor, Anda bisa menanyakan pada atasan dan rekan kerja jika ada hal yang tak bisa dicerna sendirian.

Catatan dari SehatQ

Cara menghilangkan rasa malas akan butuh sedikit komitmen untuk dijalankan. Selain tips dan saran di atas, di tahun baru ini Anda juga bisa memulai gaya hidup sehat. Sebab, telah banyak kajian yang membuktikan kaitan antara nutrisi dan gaya hidup sehat dengan produktivitas.

Apabila cara mengatasi malas di atas tidak membantu, berbicara dengan konselor akan sangat disarankan. Semoga bermanfaat!

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-being-lazy
Diakses pada 3 Januari 2020

Taylor and Francis Online. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/17439760.2014.898318
Diakses pada 3 Januari 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-stop-being-lazy-4164781
Diakses pada 3 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed