Berbagai Cara Menghilangkan Keloid Secara Alami dan Medis


Cara menghilangkan keloid secara alami bisa dengan bawang putih, madu, bawang merah, hingga aloe vera. Namun, ada pula berbagai cara menghilangkan keloid yang sudah lama sesuai dengan saran dokter.

(0)
22 Nov 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menghilangkan keloid secara alami bisa dengan bawang putihKeberadaan keloid tentu bisa mengganggu penampilan sehingga menurunkan rasa percaya diri
Punya keloid di area kulit tubuh tentu cukup mengganggu. Keloid adalah bekas luka yang terangkat. Ukurannya, bisa lebih besar dibandingkan bekas luka yang sudah sembuh itu sendiri. Tak ayal bila Anda mungkin ingin segera menghilangkannya. Lantas, adakah cara menghilangkan keloid secara alami yang bisa dilakukan?Selain dari bekas luka, penyebab keloid bisa muncul setelah ditindik atau ditato. Keloid dapat muncul di area tubuh manapun. Namun, keloid lebih sering timbul pada permukaan kulit bahu, punggung bagian atas, hingga dada. Pada dasarnya, keloid bisa terus tumbuh perlahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Keloid akan berhenti tumbuh, tetapi tidak dapat hilang dengan sendirinya. Setelah keloid berkembang, bentuknya akan menjadi permanen, kecuali dihilangkan atau diobati.Bagi Anda yang memiliki keloid, coba simak cara menghilangkan keloid selengkapnya dalam artikel ini. 

Cara menghilangkan keloid secara alami

Sebagian orang mungkin ingin menghilangkan keloid pada kulit tubuhnya. Memang, ada berbagai cara menghilangkan keloid secara alami yang bisa dilakukan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa ragam cara menghilangkan keloid secara alami ini mungkin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna melihat keefektifannya. Oleh karena itu, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada kulit Anda.Adapun berbagai klaim cara menghilangkan keloid secara alami adalah sebagai berikut.

1. Bawang putih

Cara menghilangkan keloid secara alami dengan bawang putih dipercaya ampuh
Gunakan 2-3 siung bawang putih untuk atasi keloid
Menurut sebuah laporan ilmiah yang dimuat dalam Dermatology Reports, cara menghilangkan keloid dengan bawang putih disebut dapat bekerja layaknya aspirinBahan rempah alami ini mampu menghambat beberapa enzim tertentu yang masuk pada area tumpukan jaringan dan pigmen. Bawang putih juga diyakini bisa melancarkan sirkulasi darah pada area kulit yang terdapat keloid sehingga mempercepat proses penyembuhannya. Jika dilakukan secara rutin, cara ini diyakini dapat membantu meringankan bekas luka, termasuk keloid. Cara menghilangkan keloid dengan bawang putih, yakni: 
  • Ambil 2 atau 3 buah bawang putih segar. Haluskan. 
  • Oleskan bawang putih yang sudah dihaluskan pada area kulit yang terdapat keloid. Diamkan selama 15 menit. 
  • Jika sudah, bersihkan keloid dari bawang putih dengan cara membilasnya menggunakan air suam-suam kuku.
  • Oleskan pelembap pada keloid. 
Apabila cara menghilangkan keloid dengan bawang putih ini menimbulkan rasa perih atau sensasi rasa terbakar pada kulit saat menggunakannya, segera bilas dan hentikan penggunaannya. 

2. Madu

Cara menghilangkan keloid secara alami bisa pula dengan madu. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Advances in Life Science and Technology mengungkapkan bahwa madu mengandung antiradang yang dipercaya dapat mengurangi tampilan keloid. Madu juga mampu mencegah tumpukan sel-sel kulit mati pada area kulit yang terdapat keloid, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat proses penyembuhannya. Untuk memperoleh khasiat madu sebagai penghilang keloid alami, Anda perlu menggunakan madu tualang yang diklaim efektif untuk mengurangi keloid dan menghilangkannya secara perlahan.
Cara menghilangkan keloid secara alami dengan madu
Madu mengandung antiradang yang bisa mengurangi tampilan keloid
Jenis madu tersebut bisa memberikan efek antiproliferatif positif, yang menghambat pertumbuhan serat keloid. Madu tualang juga memiliki berbagai senyawa yang dapat menghambat proliferasi sel kulit di jaringan parut. Proliferasi adalah proses perkembangbiakan sel.Meski demikian, penggunaan madu asli atau madu organik juga disebut bisa sebagai penghilang keloid. Caranya, cukup oleskan pada area kulit yang terdapat keloid. Diamkan beberapa saat, lalu bilas dengan air sampai bersih. Lakukan cara menghilangkan keloid secara alami ini 2-3 kali sehari untuk mendapatkan hasil maksimal. 

3. Bawang merah

Beberapa studi ada yang menyebut khasiat bawang merah sebagai cara menghilangkan keloid secara alami. Sebuah studi yang dirilis dalam Pharmaceutical Biology menyimpulkan bahwa ekstrak bawang merah dipercaya menghambat fibroblast (sel yang menghasilkan jaringan parut) agar tidak tumbuh pada kulit.Selain itu, pada studi lain dalam Dermatology Research and Practice disebutkan bahwa ekstrak gel bawang merah dapat mempercepat penyembuhan dan tampilan bekas luka. 
Cara menghilangkan keloid secara alami dengan bawang merah
Ekstrak bawang merah dipercaya bisa obati keloid
Kemudian, riset yang dimuat dalam International Wound Journal mengemukakan bahwa ekstrak gel bawang merah mampu mengurangi pigmentasi berkat kandungan antioksidan bernama quercetin di dalamnya. Untuk mencoba khasiatnya, coba iris beberapa buah bawang merah. Lalu, bungkus irisan bawang merah dalam sebuah kain bersih. Kemudian, peras airnya. Setelah itu, bilas dengan air sampai bersih. Ulangi langkah ini sebanyak 3-4 kali dalam sehari sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. 

4. Cuka apel

Cuka apel bisa dijadikan sebagai cara menghilangkan keloid secara alami
Cuka apel disebut sebagai penghilang keloid alami
Cuka apel digadang-gadang bisa dijadikan sebagai penghilang keloid alami. Pada Virology Journal, cuka apel disebut mengandung astringent dan mampu mengelupas sel kulit mati. Inilah yang membuat cuka apel dipercaya bisa meredakan kemerahan pada kulit dan mengurangi ukuran keloid. Anda bisa mencampurkan cuka apel dengan air putih. Setelah itu, oleskan pada area kulit yang terdapat keloid dan diamkan selama 30 menit. Terakhir, bilas kulit sampai bersih. 

5. Air perasan lemon

Gunakan perasan air lemon sebagai cara menghilangkan keloid secara alami
Air perasan lemon kaya akan vitamin C
Air perasan lemon mengandung antioksidan dari vitamin C yang dipercaya sebagai cara menghilangkan keloid secara alami. Menurut sebuah riset yang dimuat dalam Experimental Dermatology, vitamin C dipercaya dapat membantu mengatasi keloid. Tertarik coba cara menghilangkan keloid secara alami? Coba oleskan air perasan lemon pada area kulit yang terdapat keloid, lalu diamkan selama 30 menit. Kemudian, bilaslah kulit dengan air bersih. Lakukan langkah ini beberapa kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

6. Gel aloe vera

Lidah buaya bisa dijadikan sebagai cara menghilangkan keloid secara alami
Gunakan daun tanaman lidah buaya asli untuk memperoleh khasiat maksimal
Cara menghilangkan keloid secara alami bisa pula dengan gel lidah buaya atau aloe vera. Manfaat gel aloe vera ini diyakini berasal dari kandungan antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu mempercepat penyembuhan keloid.Untuk mendapatkan khasiat ini, Anda bisa menggunakan gel lidah buaya asli dari tanamannya secara langsung. Caranya, potong daun tanaman lidah buaya, lalu ambil gelnya. Bersihkan area kulit yang terdapat keloid dengan air suam-suam kuku, kemudian oleskan gel lidah buaya. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas kulit sampai bersih. Jika digunakan pada malam hari, Anda bisa mendiamkannya selama semalaman. Meski berbagai cara menghilangkan keloid secara alami ini tampak menjanjikan, perlu diketahui bahwa beberapa bahan tradisional di atas masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat keefektifannya. Jadi, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencobanya, ya. 

Cara menghilangkan keloid yang ampuh dan cepat

Meski ada berbagai bahan alami penghilang keloid, nyatanya mungkin tak sedikit orang lebih memilih jalur instan yang lebih ampuh. Pasalnya, dalam beberapa kasus, cara menghilangkan keloid dengan cepat melalui tindakan medis bisa membuahkan hasil sesuai yang diinginkan dibandingkan cara alami. Terlebih, biasanya, keloid akan hilang sepenuhnya apabila dilakukan tindakan medis tertentu berupa pengangkatan. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan medis untuk menghilangkan keloid. Dengan demikian, dokter dapat memberikan rekomendasi yang tepat sesuai penyebab dan kondisi keloid yang Anda alami. Berikut adalah berbagai cara menghilangkan keloid yang ampuh dan cepat rekomendasi dokter.

1. Krim retinoid

Salah satu cara menghilangkan keloid dengan cepat adalah melalui penggunaan krim retinoidMenurut hasil riset yang dimuat dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, retinoid terbukti ampuh dalam mengurangi tampilan keloid. Akan tetapi, Anda harus mengikuti aturan dan cara pakai krim retinoid dengan tepat agar hasil yang didapat bisa maksimal. 

2. Suntik steroid

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan cara menghilangkan keloid yang sudah lama melalui suntik steroid. Suntik steroid mengandung zat antiradang yang diketahui dapat memperbaiki tampilan kulit yang terdapat keloid. Suntik steroid biasanya diberikan langsung pada keloid dengan cara melunakkan dan mengempiskannya. Tergantung pada jenis keloid, prosedur suntikan berulang mungkin perlu dilakukan.Kendati demikian, suntik steroid disebut belum cukup efektif sebagai cara menghilangkan keloid yang sudah lama sepenuhnya. Sebuah riset yang dimuat dalam Journal of Tissue Repair and Regeneration mengatakan bahwa suntik steroid perlu dibarengi dengan tindakan medis lain untuk mengangkat keloid, seperti perawatan laser, operasi pengangkatan keloid, atau lainnya untuk memperoleh hasil yang maksimal. 

Cara mencegah agar keloid tidak muncul kembali

Jika Anda khawatir kalau keloid bisa muncul kembali setelah melakukan berbagai prosedur menghilangkannya, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, seperti: 

1. Mencungkil keloid

Kemunculan keloid mungkin membuat Anda ingin mencungkil kulitnya. Alih-alih sebagai cara menghilangkan keloid dengan cepat, langkah ini justru bisa membuat keloid tumbuh lagi atau bahkan berisiko infeksi. 

2. Tato atau tindik 

Tato atau tindikan pada tubuh bisa meningkatkan kembali kemunculan keloid. Jika memang tidak dibutuhkan, ada baiknya Anda menghindari memasang tindik atau tato untuk mencegah timbulnya keloid kemudian hari. 

3. Operasi 

Melakukan prosedur operasi bisa meningkatkan kemunculan keloid. Terlebih, bila Anda memiliki keloid yang muncul setelah melakukan prosedur operasi tertentu. [[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Keberadaan keloid memang sangat mengganggu, apalagi jika muncul di bagian yang bisa terlihat oleh orang lain. Meski berbagai cara menghilangkan keloid secara alami ini tampak menjanjikan, perlu diketahui bahwa beberapa bahan tradisional di atas masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat keefektifannya. Jadi, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencobanya.Jika Anda masih punya pertanyaan seputar cara menghilangkan keloid yang ampuh, tanyakan dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.  Caranya, unduh aplikasinya sekarang melalui App Store dan Google Play.
keloidbawang putihbekas lukamasalah kulit
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/keloids/
Diakses pada 22 November 2019
Harvard. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/keloids-a-to-z
Diakses pada 22 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-keloids#treatments
Diakses pada 22 November 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/keloids-a-to-z#
Diakses pada 18 September 2020
E Medihealth. https://www.emedihealth.com/remove-keloids.html
Diakses pada 22 November 2019
Style Craze. https://www.stylecraze.com/articles/effective-home-remedies-to-treat-keloids/
Diakses pada 10 Desember 2020
Dermatology Reports. https://www.pagepress.org/journals/index.php/dr/article/view/dr.2011.e4
Diakses pada 14 April 2021
International Journal of Advances in Life Science and Technology. https://ideas.repec.org/a/pkp/ijalst/2015p16-24.html
Diakses pada 14 April 2021
BMC Complementary and Alternative Medicine. https://bmccomplementmedtherapies.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6882-11-82
Diakses pada 14 April 2021
Pharmaceutical Biology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.3109/13880209.2013.826246
Diakses pada 14 April 2021
Dermatology Research and Practice. https://www.hindawi.com/journals/drp/2012/212945/
Diakses pada 14 April 2021
International Wound Journal. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1742-481X.2011.00898.x
Diakses pada 14 April 2021
Virology Journal. https://virologyj.biomedcentral.com/articles/10.1186/1743-422X-9-21
Diakses pada 14 April 2021
Experimental Dermatology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1600-0625.2010.01070.x
Diakses pada 14 April 2021
Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2922716/
Diakses pada 14 April 2021
Journal of Tissue Repair and Regeneration. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1524-475X.2012.00862.x
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait