Kecanduan Kopi, Kenali Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya


Beberapa orang bisa merasa uring-uringan, lemas, pusing, bahkan cemas jika sehari saja tidak minum kopi. Bahkan, beberapa lainnya tetap merasa demikian sekalipun sudah ngopi. Waspada, ini bisa jadi tanda ada mulai kecanduan kopi. Meski bermanfaat, minum kopi berlebihan bisa membawa sejumlah efek kesehatan.

(0)
kecanduan kopi membuat badan gemetarSalah satu gejala kecanduan kopi bisa jadi rasa tidak pernah cukup untuk menenggak kafein
Bukan hanya pereda kantuk, kopi sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat. Kandungan kafein di dalamnya, kerap digandrungi untuk meningkatkan semangat menjalani hari. Namun, konsumsi berlebihan bisa membuat Anda kecanduan kopi dan justru berdampak buruk bagi kesehatan. 

Hati-hati, ini gejala Anda kecanduan kopi

Banyak manfaat kopi yang telah dibuktikan penelitian. Namun, jika berlebihan, ada efek kesehatan yang dapat terjadi pada tubuh Anda.Kecanduan kopi, disebut juga kecanduan kafein, terjadi akibat konsumsi kafein yang berlebihan dalam waktu tertentu sehingga membahayakan kesehatan. Dikutip dari Mayo Clinic, konsumsi 400 gram kafein sehari atau setara dengan 4 cangkir kopi sebenarnya masih tergolong aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, toleransi setiap orang terhadap kafein tentu berbeda-beda. Terlebih jika ada masalah atau gangguan kesehatan kesehatan tertentu. 
Saat kecanduan, Anda bisa merasa lemas atau pusing jika tidak minum kopi
Saat kecanduan, Anda bisa merasa lemas atau pusing jika tidak minum kopi
Kandungan kafein dalam kopi bersifat stimulan. Artinya, kerja otak dan sistem saraf akan terus terangsang jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena efek stimulasi inilah, kelebihan kafein juga dapat menimbulkan gejala berupa perubahan perilaku, seperti terlalu bersemangat. Beberapa tanda dan gejala kecanduan kopi antara lain:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gemetar atau tremor
  • Kurang fokus 
  • Gangguan mood
  • Tekanan darah meningkat
  • Jantung berdebar hingga gangguan irama jantung
  • Gugup
  • Cemas
  • Sulit tidur
  • Kecanduan kerja
Gejala tersebut bisa saja muncul jika dalam sehari Anda tidak mendapatkan asupan kopi. Bisa juga, keluhan lemas, uring-uringan, dan pusing setelah minum kopi muncul karena tubuh Anda “meminta” jatah kafein lagi.

Penyebab kecanduan kopi

Kecanduan kopi dapat muncul karena efek menenangkan yang terjadi
Kecanduan kopi dapat muncul karena efek menenangkan yang terjadi
Beberapa gejala kecanduan kopi dapat muncul ketika Anda terlalu sering minum kopi atau justru saat mulai berhenti atau mengurangi.Pada dasarnya, tubuh kita dapat menyesuaikan asupan kafein. Artinya, lama-kelamaan, tubuh akan terbiasa dengan kafein dan Anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek stimulan tadi. Itu sebabnya, Anda akan merasakan gejala di atas jika rajin minum kopi.Cleveland Clinic menyebut, Anda mungkin saja memiliki ketergantungan terhadap kafein atau kopi, tapi secara teknis tidak bisa disebut kecanduan. Ini karena jumlah jumlah dopamin yang dikeluarkan tidak sampai mengacaukan kerja otak, seperti yang dilakukan oleh narkoba.Belum dapat dipastikan penyebab ketergantungan atau kecanduan kopi. Namun, kurangnya energi dan depresi dapat menjadi salah satu penyebab kecanduan kopi atau kafein. Hal ini karena efek kafein dalam kopi mampu mengeluarkan dopamin (dalam jumlah kecil) yang memberikan perasaan senang. Perasaan inilah yang membuat orang ketagihan minum kopi karena tampak dapat mengatasi masalah yang dihadapi dan membuat lebih bersemangat. Perlu diketahui, selain kopi, beberapa minuman mengandung kafein juga bisa menambah asupan Anda, seperti soda, minuman berenergi, atau teh.

Efek kecanduan kopi bagi kesehatan

Kafein dalam kopi diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya meningkatkan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, menghilangkan sakit kepala, bahkan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.  Namun, tidak semua orang mengalami efek positif dari kafein. Kafein juga kerap kali dihubungkan dengan gangguan kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung, efek diuretik (sering pipis), insomnia, hingga risiko osteoporosis. Tidak hanya berdampak bagi kesehatan, kecanduan kopi berdampak pula pada perubahan rutinitas dan interaksi sosial Anda. Seseorang disebut kecanduan kafein bila tidak bisa mengendalikan diri untuk berhenti mengonsumsinya. Lebih lanjut, Johns Hopkins Medicine menyatakan bahwa kecanduan kopi dapat berdampak pada keracunan kafein, efek berhenti paksa (withdrawal), gangguan kecemasan, hingga gangguan tidur. 

Cara menghilangkan kecanduan kopi

Olahraga menjadi salah satu cara menghilangkan kecanduan kopi
Olahraga menjadi salah satu cara menghilangkan kecanduan kopi
Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk menghilangkan kecanduan kopi atau kafein.  

1. Evaluasi asupan kafein harian

Anda perlu mengetahui kadar kandungan kafein dari minuman jenis kopi yang Anda konsumsi. Latte, cappucino, dan espresso biasanya mengandung lebih banyak kafein dibandingkan dengan kopi instan

2. Kenali efek kafein pada tubuh 

Catat efek samping yang Anda rasakan pada tubuh Anda setelah mengonsumsi kopi. Perhatikan pula kemungkinan yang akan terjadi jika Anda menurunkan asupan kafein atau sama sekali menghilangkannya.Selain itu, perhatikan pula efek yang mungkin mengganggu aktivitas dan rutinitas jika Anda mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein.

3. Berkonsultasi dengan dokter

Beberapa orang mengonsumsi kopi atau kafein untuk mengatasi masalah kesehatan mental seperti cemas dan depresi. Jika memang ini yang terjadi, langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter atau psikolog yang dapat membantu permasalahan Anda. 

4. Olahraga

Beberapa orang mengonsumsi kopi untuk mendapatkan perasaan senang. Ini karena adanya dopamin yang keluar saat Anda mengonsumsi kafein di dalam kopi. Untuk menghadirkan perasaan yang sama, Anda dapat mencoba olahraga secara teratur.Salah satu manfaat olahraga bagi kesehatan mental adalah mampu merangsang hormon endorphin, yakni hormon perasaan senang. Jika Anda minum kopi untuk menenangkan diri akibat masalah emosional, cobalah melakukan olahraga yang dapat mengatasi stres dan menenangkan pikiran, seperti yoga, pilates, dan meditasi. 

5. Kuatkan niat 

Tekadkan niat untuk mengurangi konsumsi kafein dan menggantinya dengan minuman lain yang lebih sehat seperti air putih, jus buah, jamu, atau infused water.Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kafein dalam kopi bisa bermanfaat dan tidak menimbulkan kecanduan, alias ketergantungan. Namun, beralih dari kopi ke minuman yang lebih sehat juga tak ada salahnya.Apabila Anda merasakan gejala seperti cemas, pusing, dan lemas saat berhenti minum kopi dan cukup mengganggu, Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter. Anda juga dapat berkonsultasi online dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
minuman tidak sehatkopitehhidup sehatpola hidup sehat
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsguides.com/hopkins/view/Johns_Hopkins_Psychiatry_Guide/787097/all/Caffeine_Use_Disorder
Diakses pada 8 Juni 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/caffeine-addiction-4157287#citation-8
Diakses pada 8 Juni 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678
Diakses pada 8 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/caffeine-withdrawal#takeaway
Diakses pada 8 Juni 2021
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15496-caffeine-how-to-hack-it-and-how-to-quit-it
Diakses pada 8 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait