9 Cara Menghilangkan Bulu Kaki dan Tangan


Cara menghilangkan bulu kaki bisa dilakukan bagi Anda yang merasa risih akan keberadaannya. Cara menghilangkan bulu di kaki bisa dengan mencukur, mencabut, waxing, krim penghilang bulu, hingga tindakan laser.

0,0
05 Oct 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Waxing merupakan cara menghilangkan bulu kaki yang ampuhCara menghilangkan bulu kaki bisa dengan tindakan waxing yang minim rasa sakit
Bulu kaki dan tangan yang lebat memang tidak harus dihilangkan. Namun, jika Anda merasa terganggu dan ingin memiliki kaki dan tangan yang bebas bulu, ada banyak cara menghilangkan bulu kaki dan tangan yang bisa dicoba.
Saat ini, sudah banyak metode yang ditawarkan untuk menghilangkan bulu kaki dan tangan dengan efektif dan tanpa menimbulkan rasa sakit. Mencukur dan waxing, misalnya, mungkin sudah menjadi metode yang populer. Selain itu, ada metode lain yang juga efektif untuk menghilangkan bulu kaki dan tangan, seperti penggunaan krim perontok bulu hingga tindakan elektrolisis.Simak berbagai cara menghilangkan bulu tangan dan kaki selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Cara menghilangkan bulu kaki yang bisa dicoba

Sebagian wanita memiliki bulu kaki dan tangan yang lebih lebat karena keturunan atau kondisi medis tertentu. Sebenarnya, cara menghilangkan bulu di kaki tidak begitu diperlukan. Kendati demikian, bila Anda cukup risih akan keberadaan bulu di tangan dan kaki, ada beberapa alternatif metode yang bisa dicoba, seperti:

1. Mencukur bulu kaki

Mencukur bulu kaki mungkin menjadi cara menghilangkan bulu kaki yang paling mudah dan murah dilakukan. Anda bisa melakukannya saat mandi menggunakan pisau cukur. Pastikan pisau cukur yang Anda gunakan bersih dan tajam, serta memiliki paling banyak dua pisau.Untuk mendapatkan hasil cukur yang lebih halus, basahi permukaan kulit dengan air hangat dan oleskan gel pelembap atau krim pelembap pada kulit sebelum bercukur.Cara mencukur bulu kaki dan tangan ini pun tidak permanen. Jadi, rambut-rambut di tangan atau kaki bisa tumbuh lagi di kemudian hari. Maka, Anda perlu mengulangi menghilangkan bulu kaki dan tangan kurang lebih tiap 2 hari sekali. Namun, perlu diketahui bahaya cara mencukur bulu kaki bisa membuat kulit iritasi dan kasar. Tak hanya itu, risiko rambut tumbuh ke dalam kulit (ingrown hair) juga bisa terjadi. Belum lagi, jika muncul luka-luka atau pori-pori kulit jadi terlihat lebih menonjol.Anda disarankan untuk menggunakan produk eksfoliasi guna memicu pengelupasan sel-sel kulit yang rusak sehingga kulit tetap terasa licin dan lembut setelah bercukur.

2. Mencabut bulu kaki

Cara menghilangkan bulu kaki yang paling mudah lainnya bisa dengan mencabut bulu kaki. Langkah ini bisa dipilih jika jumlah bulu kaki tidak terlalu banyak. Berbeda dengan cara mencukur bulu kaki, metode mencabut dapat menghilangkan bulu kaki hingga ke akarnya. Dengan ini, bulu kaki yang tumbuh akan membutuhkan waktu yang lebih lama.Anda cukup menggunakan alat, seperti penjepit atau pinset, untuk mencabut bulu-bulu di kaki. Meski sederhana dan murah, tetapi prosedur ini umumnya akan menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman.Cara menghilangkan bulu di kaki dan tangan ini pun tidak permanen. Jadi, rambut juga bisa tumbuh lagi di kemudian hari.Selain itu, bahaya mencabut bulu kaki, termasuk menimbulkan benjolan kemerahan karena folikel rambut menjadi bengkak akibat iritasi, serta rambut tumbuh ke dalam. Untuk mencegah risiko infeksi kulit, pastikan Anda membersihkan alat pencabut bulu kaki yang hendak digunakan menggunakan cairan alkohol terlebih dulu.

3. Waxing

Waxing merupakan cara menghilangkan bulu kaki yang paling umum dilakukan. Cara merontokkan bulu kaki ini dilakukan menggunakan wax atau lilin panas atau dingin. Pertama, bahan lilin akan dioleskan ke permukaan kulit sesuai dengan arah pertumbuhan bulu. Kemudian, plester kain diletakkan di atasnya. Saat plester diangkat, bulu yang sudah menempel pada lilin akan tercabut..Namun, pastikan bulu kaki Anda sudah tumbuh cukup panjang bila ingin melakukan waxing. Pasalnya, ketika bulu kaki masih tumbuh pendek, wax atau lilin yang digunakan tidak dapat menarik bulu dengan efektif dari kulit.Setelah melakukan prosedur waxing, sebaiknya Anda rutin mengoleskan pelembap serta produk perawatan kulit yang dapat memicu pengelupasan sel sehingga kulit tetap lembut.Alangkah baiknya Anda melakukan waxing di klinik kecantikan agar prosedur dapat dilakukan oleh oleh terapis berpengalaman.Dengan ini, Anda bisa meminimalisir kesalahan yang terjadi bila dilakukan sendirian. Walaupun aman dilakukan, waxing juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat plester diangkat hingga risiko infeksi dan kulit kemerahan.Akan tetapi, semakin sering melakukan waxing, maka risiko infeksi akan semakin berkurang.Perlu diketahui bahwa bulu di kaki dan tangan tidak akan hilang secara permanen setelah waxing sehingga Anda perlu melakukan langkah cara merontokkan bulu kaki ini secara rutin.

4. Pakai krim penghilang bulu kaki

Salah satu cara menghilangkan bulu kaki dan tangan yang umum dilakukan lainnya adalah menggunakan krim penghilang bulu kaki. Anda cukup mengoleskannya ke permukaan kulit dan mendiamkannya selama 7-10 menit, tergantung petunjuk yang terdapat pada kemasan. Setelah itu, bilas permukaan kulit dan bulu pun akan ikut rontok dengan sendirinya.Tidak semua jenis krim cocok untuk setiap jenis kulit. Maka dari itu, pilihlah krim yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Sebelum menggunakannya, lakukan tes dengan mengoleskan sedikit krim ke kulit. Jika tidak ada reaksi alergi atau iritasi, Anda bisa menggunakan krim penghilang bulu kaki untuk menghilangkan bulu kaki.

5. Tindakan laser

Tindakan laser bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin benar-benar menghilangkan bulu kaki dan tangan secara permanen. Pasalnya, cara menghilangkan bulu kaki permanen ini bekerja secara langsung menghancurkan rambut. Meski perawatannya tidak murah, setidaknya tindakan ini tidak perlu dilakukan secara rutin seperti mencabut atau mencukur bulu kaki. Terlebih, langkah ini dilakukan oleh terapis atau dokter kecantikan berpengalaman.Namun, perlu diketahui jika perawatan laser tetap menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman selama prosesnya dilakukan.Untuk memperoleh hasil yang maksimal, Anda perlu melakukan beberapa kali sesi perawatan dengan jarak tiap perawatannya, yakni 4-6 minggu.

6. Elektrolisis

Cara menghilangkan bulu kaki secara permanen bisa pula dengan tindakan elektrolisis. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil yang mengandung aliran listrik.Jarum tersebut kemudian akan membakar folikel rambut sehingga bulu kaki akan menghilang. Perlu diketahui bahwa prosedur elektrolisis tidak cocok untuk digunakan di seluruh permukaan kaki dan hanya dapat dilakukan untuk menghilangkan bulu kaki di area kulit yang kecil. Cara menghilangkan bulu kaki permanen ini perlu diulang setiap 1-2 minggu sampai sebagian besar bulu kaki hilang hilang.Walaupun tetap menimbulkan rasa sakit, tindakan elektrolisis tergolong aman dan efektif bila dilakukan oleh ahlinya. Namun, jika dilakukan secara sembarangan, elektrolisis dapat menyebabkan infeksi dan pigmentasi berupa bercak putih atau cokelat pada kulit. Selain itu, berisiko memunculkan jaringan parut, kulit kemerahan, dan pembengkakan.

7. Obat resep dokter

Jika cara menghilangkan bulu kaki di atas tidak juga memberikan hasil sesuai yang diinginkan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat, seperti spironolactone, yang mampu menghambat pertumbuhan bulu kaki.Namun, Anda tak perlu khawatir bila efek obat ini akan mempengaruhi pertumbuhan rambut di kepala. Sebab, obat ini hanya menghambat pertumbuhan dan bukan benar-benar menghilangkan rambut yang sudah tumbuh.

8. Terapi hormon

Jika penyebab kemunculan bulu kaki pada wanita disebabkan oleh perubahan hormon, seperti penyakit polycystic ovary syndrome (PCOS), sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui rekomendasi cara menyeimbangkan produksi hormon dalam tubuh.Umumnya, dokter mungkin akan meresepkan pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progestin, atau terapi hormon lain sesuai dengan kebutuhan kondisi Anda.

9. Epilasi

Epilasi juga menjadi cara menghilangkan bulu kaki permanen. Tindakan ini bekerja layaknya mencabut atau mencuku bulu. Perbedaannya, epilasi dilakukan menggunakan alat pisau cukur listrik yang dilengkapi kepala dengan pinset berputar untuk mencabut akar rambut. Hasil dari metode menghilangkan rambut ini dapat bertahan hingga sekitar sebulan lamanya lantaran tindakan dilakukan dengan mencabut rambut sampai ke akarnya. Maka, dibutuhkan waktu yang lebih lama bagi permukaan kulit untuk menumbuhkan rambut. Sebelum melakukan epilasi, Anda disarankan untuk melakukan pengelupasan kulit terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bulu kaki tumbuh ke bawah kulit.[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Cara menghilangkan bulu di kaki sebenarnya merupakan pilihan pribadi. Tingkat efektivitas serta efek samping cara merontokkan bulu kaki di atas pun bisa berbeda pada tiap orangnya. Maka, berhati-hatilah saat ingin mencoba berbagai cara menghilangkan bulu kaki.Jika masih punya pertanyaan seputar cara menghilangkan bulu kaki, coba tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi terlebih dulu melalui App Store dan Google Play.
perawatan laserrambut tumbuh kedalamkulit dan kecantikan
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty/best-ways-to-remove-leg-hair.aspx
Diakses pada 4 Oktober 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/hair-removal.html?WT.ac=ctg
Diakses pada 4 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-hair-removal#2
Diakses pada 4 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/features/for-women-only-best-choices-for-hair-removal#3
Diakses pada 4 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/hair-removal-at-home#torso--arms--legs
Diakses pada 4 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-remove-facial-hair#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 18 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait