Salah satu cara menghilangkan bulu di wajah adalah dengan mencukurnya
Mencukur menjadi cara paling cepat menghilangkan bulu di wajah

Penampilan wajah menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Agar terlihat lebih mulus dan bersih, sebagian orang merasa perlu menghilangkan bulu di wajahnya. Namun, kulit wajah lebih sensitif daripada kulit tubuh yang lain sehingga harus berhati-hati saat menghilangkan bulu tersebut. Terdapat beberapa cara menghilangkan bulu di wajah yang dapat Anda lakukan, apa saja itu?

Cara menghilangkan bulu di wajah

Tumbuhnya bulu-bulu di wajah dipengaruhi oleh perubahan hormon atau genetika. Jika Anda tidak menginginkan adanya bulu tersebut karena alasan tertentu, berikut cara menghilangkan bulu di wajah secara efektif:

1. Mencukur

Mencukur menjadi salah satu cara tercepat dan termudah untuk menghilangkan bulu di berbagai bagian tubuh baik kaki, lengan, ketiak, sekitar payudara, dan wajah. Terdapat dua jenis pencukur, ada yang manual dan ada yang menggunakan listrik. Anda hanya perlu membersihkan wajah terlebih dahulu, lalu oleskan krim cukur sehingga permukaannya menjadi lebih halus dan mengurangi risiko terluka. 

Kemudian, gerakkan alat cukur pada permukaan wajah dengan hati-hati. Namun, pastikan Anda menggunakan alat cukur khusus untuk wajah. Setelah mencukur, bilas wajah dan oleskan pelembap agar kulit terhidrasi. Akan tetapi, mencukur tidak menghilangkan bulu secara permanen.

Selain itu, rambut yang tumbuh ke dalam juga bisa menjadi efek dari mencukur walau biasanya membaik dalam beberapa hari. Jangan lupa mengganti pisau cukur setiap 12-18 bulan sekali tergantung seberapa sering pemakaian. 

2. Menggunakan pinset atau penjepit bulu

Menggunakan pinset merupakan cara lain yang efektif dalam menghilangkan bulu di wajah. Pinset dirancang untuk mencabut atau menarik bulu dari akarnya. Alat ini umumnya sangat berguna ketika membentuk alis. Hasilnya pun bisa bertahan lebih lama daripada mencukur sekitar 3-8 minggu. 

Sebelum menggunakannya, usap wajah Anda dengan waslap hangat guna melembapkan kulit. Lalu, tarik bagian kulit di sekitar bulu yang ingin dicabut sehingga mengencang. Selanjutnya, jepit bulu menggunakan pinset dan tariklah dengan cepat. Biasanya metode ini hanya menimbulkan sedikit ketidaknyamanan tetapi tidak menyakitkan. Akan tetapi, jika Anda merasa sakit, gosokkan es batu pada area wajah tersebut untuk mengurangi kemerahan dan peradangan. Pastikan Anda mensterilkan pinset sebelum maupun setelah menggunakan.

3. Waxing

Waxing adalah cara menghilangkan bulu dari akarnya dengan mengoleskan lilin pada kulit. Lalu, tempelkanlah kain waxing dan tarik hingga bulu Anda berhasil tercabut. Pastikan Anda memilih lilin yang lembut atau diformulasikan khusus untuk digunakan pada wajah. 

Sebelum melakukan waxing, lakukan patch test pada kulit untuk melihat apakah ada reaksi alergi yang muncul atau tidak, serta untuk memastikan bahwa suhu lilin tidak terlalu panas. Jika sudah, cucilah tangan terlebih dahulu dan bersihkan wajah.

Selanjutnya, Anda dapat mengoleskan lilin pada kulit dan menarik bulunya dengan kain waxing. Setelah selesai, Anda dapat menghilangkan sisa-sisa lilin dengan baby oil dan aplikasikan pula pelembap wajah. Waxing dapat menimbulkan iritasi, rambut tumbuh ke dalam, atau jerawat. Jika Anda menggunakan retinol, maka Anda harus menghindari cara ini karena waxing dapat merusak kulit. Hentikan pemakaian retinol selama 2 hari jika ingin melakukan waxing

4. Menggunakan epilator

Epilator bekerja hampir sama dengan pinset dan pencukur. Namun, perbedaannya epilator menarik banyak bulu secara bersamaan dan menghilangkannya dari akar. Epilator yang berukuran kecil mungkin merupakan epilator yang paling baik untuk digunakan pada wajah. 

Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan alat epilator tersebut. Umumnya, sebelum mencukur bulu, Anda harus melakukan eksfoliasi atau pengelupasa kulit untuk membantu melembutkan kulit dan mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam.

Karena menghilangkan bulu dari akarnya, maka epilator bisa memberi hasil yang lebih tahan lama. Terkadang, ini juga menghasilkan pertumbuhan bulu yang lebih halus. Selain itu, helainya juga menjadi kurang terlihat. Akan tetapi, jika setelah melakukan metode ini timbul rasa nyeri dan peradangan, Anda dapat mengoleskan es batu pada permukaan kulit untuk meredakannya.

5. Mengaplikasikan krim depilatory

Anda dapat menggunakan krim depilatory atau krim perontok bulu untuk membantu menghilangkan bulu di wajah. Krim tersebut akan merontokkan bulu pada wajah sehingga Anda tinggal membersihkannya. Sebagian orang mengalami iritasi atau reaksi alergi terhadap krim ini. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan patch test terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada wajah.

Hindari menggunakan krim depilatory, terutama di sekitar mata dan alis. Anda juga tidak boleh menggunakan krim ini pada kulit yang sensitif, iritasi, terbakar, meradang, rusak atau pecah-pecah. Selalu baca petunjuk penggunaan agar tidak keliru, dan segera hentikan pengunaan jika terdapat reaksi yang muncul.

Selain dengan cara di atas, Anda dapat menghilangkan bulu di wajah dengan prosedur medis. Terapi laser dapat merontokkan bulu dengan merusak akar rambut. Ini merupakan solusi permanen untuk menghilangkan bulu karena biasanya bertahan selama 6 bulan. Bulu yang tumbuh kembali pun akan lebih halus, dan tak terlalu mencolok.

Sementara, jika Anda menginginkan hasil yang permanen maka Anda bisa mencoba elektrolisis. Metode ini dilakukan dengan memasukkan jarum yang dialiri sejumlah kecil arus listrik ke dalam folikel rambut, sehingga membuat bulu tak dapat tumbuh kembali. Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk menentukan metode yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-remove-facial-hair#laser-hair-removal
Diakses pada 08 Mei 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325023#permanent-methods
Diakses pada 08 Mei 2020

Artikel Terkait