Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Kepala Bayi yang Aman


Cara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi bisa dengan kompres dingin maupun hangat, obat oles, atau bahkan operasi. Semua tergantung dari penyebabnya yang juga beragam, mulai dari gigitan serangga, benturan, hingga kista.

0,0
23 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi salah satunya dengan kompresCara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi bisa dengan kompres dingin maupun hangat
Benjolan di kepala bayi diakibatkan adanya bisul, cedera kepala, gigitan serangga, pembengkakan kelenjar getah bening, caput succedaneum, kista dermoid, hematoma, dan cystic hygroma.Cara menghilangkan benjolan di kepala bayi adalah dengan kompres, obat gatal, maupun operasi.Saat ada benjolan di belakang kepala bayi yang muncul, orangtua mungkin akan merasa khawatir. Kondisi ini memang bisa menandakan gangguan, meski seringkali tidak berbahaya.Ada beberapa cara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi. Namun, semua itu harus diseuaikan dengan penyebabnya. Jadi, perawatannya pun bisa dilakukan dengan efektif dan aman.

Penyebab benjolan di kepala bayi

Cedera ringan akibat benturan timbulkan benjolan di kepala bayi
Sebagian penyebab munculnya benjolan di belakang kepala bayi merupakan kondisi normal. Namun, sebagian lagi termasuk sebagai gangguan yang harus diobati. Berikut ini beberapa penyebab yang perlu diketahui orangtua.

1. Bisul

Tahukah Anda jika bayi lebih berisiko mengalami bisul? Sistem imun yang belum terbentuk sempurna, membuat infeksi seperti bisul, jadi lebih mudah terjadi pada tubuh bayi, termasuk di kulit kepala.Bisul bisa terjadi saat bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini masuk ke bagian bawah permukaan kulit dan menginfeksi folikel rambut.Selain bisa muncul di kepala bagian belakang, bisul pada bayi juga bisa tumbuh di paha, punggung, leher, hingga pantat.

2. Cedera kepala ringan

Cedera kepala ringan karena benturan pasti pernah dialami setiap bayi, setidaknya satu kali dalam tahun pertama kehidupannya. Hal ini adalah wajar, karena proses belajar merangkak, mengangkat tubuh, dan berjalan semua memang butuh waktu.Biasanya, benjolan karena cedera kepala ringan tidak memerlukan pengobatan yang khusus.Namun, jika setelah mengalami benjolan muncul perdarahan, perubahan perilaku, atau bahkan pingsan, segera bawa Si Kecil untuk mendapatkan perawatan medis.

3. Gigitan serangga

Salah satu penyebab benjolan di belakang kepala bayi yang paling umum adalah gigitan serangga. Biasanya, benjolan ini akan terasa gatal dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

4. Kelenjar getah bening bengkak

Bengkaknya kelenjar getah bening juga bisa menyebabkan benjolan di belakang kepala maupun belakang telinga bayi. Jika benjolan tersebut hilang timbul, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir.Kelenjar getah bening yang membesar merupakan mekanisme sistem imun pada bayi.Sebab, saat melawan infeksi, sel imun membuat tubuh merespon dengan kelenjar getah bening. Efeknya, kelenjar membengkak dan benjolan di kepala bayi muncul.Namun apabila benjolan getah bening tak kunjung mengecil atau bahkan terus membesar, segera periksakan Si Kecil ke dokter.Kondisi ini juga sebaiknya segera diperiksakan, terutama saat kemunculannya juga disertai dengan gejala lain, seperti:
  • Berat badan yang terus turun.
  • Demam.
  • Berkeringat saat malam hari.

5. Caput succedaneum

Caput succedaneum adalah kondisi pembengkakan di kepala bayi sesaat setelah lahir. Kondisi ini tidak berbahaya dan bisa muncul akibat tekanan yang diterima saat proses persalinan.Saat benjolan ini muncul, tidak akan ada kerusakan otak ataupun tulang tengkorak yang terjadi. Namun, caput succedaneum bisa memicu jaundice atau bayi kuning.

6. Kista dermoid

Kista dermoid adalah penyebab benjolan di belakang kepala bayi yang berukuran sebesar kacang polong. Kista ini biasa muncul di pelipis dekat alis, leher, dan dada. Saat muncul di kepala, benjolan kista ini butuh pemeriksaan lebih lanjut.

7. Hematoma

Tekanan yang diterima kepala bayi saat proses persalinan membuat bayi mengalami hematoma. Tekanan tersebut bisa memicu pecahnya pembuluh darah di bawah kulit kepala yang kemudian membentuk suatu benjolan. Benjolan ini disebut sebagai cephalohematoma.

8. Cystic hygroma

Benjolan di kepala bayi juga terjadi akibat adanya kumpulan cairan yang terbentuk. Cairan ini berasal dari penyumbatan yang ditemukan pada sistem limfatik.Menurut riset yang diterbitkan National Journal of Maxillofacial Surgery, gejala penyakit pada bayi ini umumnya diikuti dengan adanya benjolan di kepala bayi serta bagian leher. Meski lebih jarang terjadi, benjolan pun juga kerap ditemukan di ketiak.Gangguan ini sebenarnya sudah muncul sejak bayi berada di dalam kandungan. Namun, ada juga kasus bahwa cystic hygroma muncul setelah bayi baru lahir.

Cara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi

Langkah untuk menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi, tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya.Pada kondisi seperti caput succedaneum, anak tidak membutuhkan perawatan apapun. Sebab, benjolan akan hilang beberapa hari setelah persalinan.Benjolan yang disebabkan oleh cephalohematoma juga bisa hilang dengan sendirinya beberapa minggu atau bulan setelah persalinan.Namun jika diperlukan, dokter juga dapat mengeluarkan gumpalan darah yang tertahan, meski hal ini jarang dilakukan.Pada kondisi lain, berikut ini beberapa cara menghilangkan benjolan di belakang kepala bayi yang tepat.

1. Kompres air hangat

Berikan kompres hangat jika benjolan di kepala bayi disebabkan infeksi
Apabila benjolan di belakang kepala bayi disebabkan oleh infeksi bakteri, maka kompres air hangat bisa membantu untuk meredakannya.Lakukan pengompresan beberapa kali sehari agar nanah yang ada di dalam bisul bisa keluar dan mempercepat penyembuhan.

2. Kompres dingin

Sementara itu, jika benjolan yang ada di kepala bayi muncul akibat benturan, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan kompres dingin.Jika ada darah dan goresan akibat benturan tersebut, bersihkan terlebih dahulu area luka dengan dengan air sabun agar tidak terjadi infeksi.Setelah itu, amati selama 24-48 jam ke depan. Perhatikan apabila ada tanda-tanda cedera kepala yang serius, seperti muntah, linglung, bayi rewel yang sangat berlebihan, atau bahkan pingsan.

3. Obat gatal

Salep kurangi benjolan di kepala bayi
Benjolan yang disebabkan oleh gigitan serangga seperti nyamuk sebenarnya bisa hilang sendiri.Namun, jika benjol tersebut terasa gatal dan mengganggu, cara merawat kulit bayi pada bagian kepala yang benjol bisa dioleskan obat atau losion untuk meredakan gatal pada bayi.

4. Pengangkatan benjolan

Cara menghilangkan benjolan di kepala bayi ini biasanya dilakukan pada kondisi-kondisi seperti kista. Pengangkatan dilakukan dengan cara operasi.

Catatan dari SehatQ

Benjolan di kepala bayi terjadi akibat banyak hal. Penyebab benjolan di kepala bayi bisa terjadi akibat cedera, bisul, digigit serangga, hingga gangguan bawaan sejak berada di kandungan ataupun bayi baru lahir.Cara menghilangkan benjolan bisa dilakukan dengan cara kompres, obat gatal, hingga operasi pengangkatan benjolan.Jika Anda menemukan benjolan di kepala bayi, segera hubungi dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa ke dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi jatuhmerawat bayikepala bayicedera anakbenjolcedera kepala
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-to-do-if-your-baby-bumps-their-head-4788292
Diakses pada 9 Oktober 2020
First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/boils-on-babies-causes-signs-and-treatment/
Diakses pada 9 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/caput-succedaneum
Diakses pada 9 Oktober 2020
Children’s Hospital of Orange County. https://blog.chocchildrens.org/skin-lumps-parents-worry/
Diakses pada 9 Oktober 2020
Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/skin-lump/
Diakses pada 9 Oktober 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/care/newborn/whats-normal-for-my-newborn/
Diakses pada 9 Oktober 2020
Children’s Health. https://www.childrens.com/specialties-services/conditions/head-and-neck-lumps
Diakses pada 9 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cephalohematoma
Diakses pada 9 Oktober 2020
National Journal of Maxillofacial Surgery. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3304185/
Diakses pada 2 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait