Cara Menghilangkan Bau pada Kemaluan Wanita dengan Daun Sirih, Terbukti Ampuhkah?

(0)
Cara menghilangkan bau pada kemaluan wanita dengan daun sirih biasanya dipilih karena mudahSirih mengandung antiseptik yang berguna untuk mengurangi keputihan
Banyak wanita memilih cara menghilangkan bau pada kemaluan dengan daun sirih. Fenomena ini pun terjadi bukan tanpa alasan, karena anggapan daun sirih manjur untuk mengatasi permasalahan vagina sudah ada sejak lama.Katanya, membersihkan vagina dengan air rebusan daun sirih dapat menghilangkan bau yang tidak sedap — bahkan membuat wagina harum. Apakah nasihat nenek moyang ini terbukti secara medis?

Cara menghilangkan bau pada kemaluan wanita dengan daun sirih, apakah bisa?

Kadar pH vagina tidak seimbang menyebabkan keputihan
Daun sirih sudah dipercaya sejak lama sebagai cara menghilangkan bau pada kemaluan wanita dan menjaga kesehatan vagina, terutama dengan daun sirih merah.Menurut jurnal yang diterbitkan American Journal of Laboratory Medicine, daun sirih merah memiliki kandungan arecoline, arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine and isoguvasine, dan tannin. Kombinasi dari semua kandungan ini mampu mencegah pertumbuhan jamur di vagina penyebab kandidiasis (Candidiasis vulvovaginalis).Begitu pun dengan temuan dari penelitian yang diterbitkan The Malaysian Journal of Nursing. Penelitian tersebut melaporkan, air rebusan daun sirih merah mengandung anthocyanin tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiseptik. Dalam hal ini, rebusan daun sirih merah diyakini bisa digunakan untuk menyeimbangkan pH vagina dan mengurangi keputihan.Jika pH vagina meningkat, bakteri jahat dapat berkembang biak dan berisiko menyebabkan infeksi yang disebut bacterial vaginosis.Pertumbuhan jamur, parasit, dan bakteri berlebih merupakan penyebab paling umum dari kemunculan bau tidak sedap pada kemaluan wanita.Biasanya, bau pada vagina yang disebabkan oleh infeksi juga akan diikuti dengan keluarnya keputihan abnormal (berbau amis menyengat, berwarna kuning, hijau, abu-abu, atau terlihat seperti nanah dengan tekstur menggumpal atau berbusa). Selain itu, infeksi akan menyebabkan sensasi gatal serta panas seperti terbakar pada area kemaluan.
Infeksi menyebabkan bau pada vagina 
Namun, kedua penelitian di atas tidak menyimpulkan bahwa sirih dapat digunakan sebagai obat antijamur maupun antibakteri. Belum ada penelitian berskala besar yang dapat membuktikan efektivitas cara menghilangkan bau pada kemaluan wanita dengan daun sirih.Oleh karena itu, cara paling tepat untuk membersihkan vagina dan menghilangkan bau pada kemaluan wanita akibat infeksi bukanlah dengan daun sirih. Obat dokterlah yang mampu mengatasi masalah ini. Jika vagina bau disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik seperti metronidazole akan diresepkan dokter. Jika penyebabnya adalah infeksi jamur, obat untuk mengatasi vagina gatal dan bau ini adalah antijamur.

Cara membersihkan vagina yang tepat agar tidak bau

Bakteri baik mampu melindungi vagina agar tetap sehat
Selain karena infeksi, bau pada vagina juga umum terjadi selama menstruasi, kehamilan, dan masa menopause. Perubahan bau vagina di masa-masa ini dipengaruhi oleh kadar hormon estrogen yang menurun.The American College of Obstetricians and Gynecologists memaparkan, hormon estrogen bekerja merangsang pertumbuhan bakteri baik, yaitu lactobacilli, yang menjaga pH vagina tetap asam. Keasaman ini melindungi vagina dari mikroorganisme yang membahayakan kelamin. Maka ketika kadar estrogen menurun, vagina akan lebih rentan kering dan berisiko mengalami infeksi.Dalam keadaan normal, vagina memang memiliki bau khasnya sendiri. Vagina pun memiliki sistem pembersihan diri secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu membersihkan daerah kewanitaan dengan sabun.Para ahli kesehatan wanita justru berpendapat bahwa menggunakan sabun kewanitaan yang mengandung daun sirih bukanlah pilihan cara tepat untuk membersihkan vagina dan menghilangkan bau.Membersihkan vagina dengan daun sirih akan mengganggu keseimbangan kadar pH alami vagina dan membilas bakteri baik yang tinggal di dalam vagina. Ketika bakteri baik dalam vagina hilang, bakteri jahat serta jamur akan lebih mudah berkembang biak untuk menyebabkan infeksi.Agar vagina tidak berbau, Anda cukup menjaga kebersihan vagina dengan cara berikut:

1. Bersihkan kelamin dari depan ke belakang

Pastikan arah membersihkan vagina dari depan ke belakang, ke arah anus. Jika sebaliknya, hal ini justru membuat kotoran dari anus terbawa menuju vagina yang akan memicu infeksi. Jangan lupa pula untuk membersihkan anus agar bakteri tidak menyebar ke vagina.

2. Gunakan sabun hanya di bagian luar vagina

Sabun hanya boleh digunakan di bagian luar vagina
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sabun tidak dianjurkan untuk membersihkan bagian dalam vagina. Vagina mampu membersihkannya sendiri dengan keberadaan bakteri baik di dalamnya.Jika wanita ingin membersihkan vagina, cara menghilangkan bau pada kemaluan cukup seka bagian luar vagina (vulva) dengan sabun yang lembut (tidak berpewangi, tidak mengandung bahan kimia, non-antiseptik). Bukan dengan sabun daun sirih. Ingat, hanya di bagian luarnya.

3. Ganti celana dalam sesering mungkin

Setelah membersihkan vagina dengan air bersih, segera keringkan area kewanitaan Anda dengan baik. Jangan pakai celana dalam saat area kemaluan masih terasa lembap, apalagi basah.Kelembapan akan memancing bakteri jahat dan jamur untuk berkembang biakJika terasa terdapat lendir atau berkeringat, segera ganti celana dalam. Idealnya gantilah 2-3 kali dalam sehari. Lendir dan keringat pada celana dalam akan menimbulkan kelembapan yang bisa memicu tumbuhnya jamur dan bakteri.Agar menyerap keringat dengan lebih maksimal, kenakanlah celana dalam berbahan katun. 

4. Ganti pembalut setiap 3-4 jam per hari

Ganti pembalut agar vagina tidak berbau
Saat haid, kondisi kelamin akan menjadi lebih lembap. Maka selain sering ganti celana dalam, gantilah pembalut tiap tiga hingga empat jam sekali. Jika sebelum tiga jam sudah terasa penuh, tetap langsung ganti.Terlalu lama menggunakan pembalut dapat membuat vagina terasa lembap dan bau sehingga menyebabkan bakteri menumpuk.

Catatan dari SehatQ

Cara menghilangkan bau pada kemaluan wanita dengan daun sirih belum terbukti benar baik untuk kesehatan kelamin. Daun sirih memang dilaporkan mengandung antibakteri. Sirih merah pun telah teruji mengurangi jamur penyebab Candidiasis vulvovaginalis. Namun, efeknya tidak signifikan.Sebenarnya, kemaluan wanita memang memiliki bau yang khas karena pengaruh hormon seks yaitu estrogen. Arom normal pada vagina tidak perlu terlalu dikhawatirkan.Namun jika baunya berupa bau busuk dan amis menyengat, disertai keluarny lendir berwarna aneh, serta vagina terasa gatal dan panas, hal ini menunjukkan adanya infeksi pada vagina. Infeksi pada vagina biasanya juga menyebabkan rasa sakit saat berkemih dan berhubungan seks.Jika mengalami tanda-tanda infeksi pada kelamin, segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Membersihkan vagina dengan sabun daun sirih bukanlah cara tepat untuk menghilangkan bau pada kemaluan wanita, apalagi jika diakibatkan oleh infeksi.
kesehatan organ intimkesehatan wanitakesehatan vagina
Berkeley Wellness. https://www.berkeleywellness.com/self-care/sexual-health/article/vaginal-odor-causes-and-remedies (Diakses pada 8 September 2020)American Journal of Laboratory Medicine. http://article.sciencepublishinggroup.com/html/10.11648.j.ajlm.20160103.14.html (Diakses pada 8 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/yeast-infection-smell (Diakses pada 8 September 2020)The Malaysian Journal of Nursing. http://ejournal.lucp.net/index.php/mjn/article/download/467/439 (Diakses pada 8 September 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279 (Diakses pada 8 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184622 (Diakses pada 8 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-clean-your-vagina (Diakses pada 8 September 2020)The American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/patient-resources/faqs/womens-health/vulvovaginal-health (Diakses pada 8 September 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm (Diakses pada 8 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/underwear-hygiene (Diakses pada 8 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait