logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

7 Cara Menghentikan ASI saat Anak Sudah Disapih

15 Feb 2021

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Ada banyak cara menghentikan ASI yang bisa ibu coba setelah anak sudah disapih.

Setelah anak disapih, ada banyak cara menghentikan ASI yang bisa ibu coba.

Table of Content

  • Cara menghentikan ASI yang boleh dicoba oleh para ibu
  • Catatan dari SehatQ

Saat anak sudah selesai disapih, terkadang air susu ibu (ASI) masih terus mengalir sehingga dapat menyumbat saluran ASI. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko mastitis atau infeksi payudara. Untuk mengatasinya, ada cara menghentikan ASI yang aman untuk dilakukan oleh para ibu.

Advertisement

Cara menghentikan ASI yang boleh dicoba oleh para ibu

Sebagian ibu akan berhenti memproduksi ASI hanya dalam beberapa hari saja. Namun ada juga yang harus menunggu waktu lama sampai ASI-nya tak lagi mengalir dalam payudaranya. Jika ini kasusnya, cobalah lakukan berbagai cara menghentikan ASI yang dinilai aman ini.

1. Berhenti menyusui sepenuhnya

Berhenti menyusui sepenuhnya adalah cara menghentikan ASI yang umumnya akan dilalui para ibu. Saat sudah tak lagi menyusui. Dengan menghentikan proses menyusui, lama-kelamaan produksi ASI akan berkurang dan berhenti dengan sendirinya.

Proses ini tentunya membutuhkan waktu yang berbeda-beda bagi setiap ibu. Saat Anda sedang berusaha untuk berhenti menyusui anak, cobalah lakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Gunakan bra pendukung (supportive bra) yang bisa menahan payudara di tempatnya
  • Gunakan kompres dingin atau obat penahan rasa nyeri untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan pada payudara selama tidak menyusui
  • Perahlah ASI dengan tangan untuk meredakan pembengkakan pada payudara. Namun, jangan melakukannya terlalu sering karena malah bisa merangsang produksi ASI.

2. Ramuan herbal

Berbagai ramuan herbal dipercaya bisa menjadi cara menghentikan ASI yang efektif. Salah satunya adalah sage, yang dinilai ampuh untuk menurunkan produksi ASI.

Karena belum banyak bukti yang mampu memperkuat klaim ini, Anda disarankan untuk mengonsumsinya dalam porsi kecil dulu untuk melihat reaksinya terhadap tubuh. Daun sage dapat Anda konsumsi dalam bentuk teh.

Anda juga perlu menghindari ramuan herbal ini jika masih menyusui bayi. Sebab, senyawa ramuan herbal bisa mengundang efek samping negatif pada ibu dan bayinya. Berkonsultasilah pada dokter sebelum mencoba daun sage.

3. Menaruh daun kubis di dalam bra

Menurut sebuah penelitian, daun kubis dapat menekan laktasi saat digunakan dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencoba metode ini.

  • Ambil daun kubis hijau dan bersihkan dengan air
  • Masukkan daun kubis ke dalam wadah dan taruh di lemari es
  • Setelah itu, taruh satu daun kubis di dalam bra
  • Jika sudah layu, gantilah dengan daun kubis yang baru.

Selain dinilai ampuh menghentikan produksi ASI, daun kubis juga diyakini mampu mengurangi gejala payudara bengkak pada ibu menyusui.

Meski demikian, belum banyak bukti yang mendukung efektivitas klaim ini. Anda disarankan untuk berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mencobanya.

4. Pil kontrasepsi

Pil kontrasepsi dipercaya bisa menjadi cara menghentikan ASI
Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dipercaya bisa menghentikan ASI

Cara menghentikan ASI selanjutnya adalah mengonsumsi pil kontrasepsi, terutama yang mengandung hormon estrogen. Pil kontrasepsi ini diyakini ampuh untuk menekan laktasi.

Namun, tidak semua wanita dapat menghentikan ASI-nya dengan pil kontrasepsi. Anda juga perlu izin terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi konsumsi pil kontrasepsi untuk menghentikan ASI.

Konsultasikan dengan dokter mengenai kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi pil kontrasepsi setelah melahirkan.

5. Teh melati

Teh melati dianggap mampu menurunkan kadar prolaktin, yaitu hormon yang membantu tubuh wanita memproduksi ASI. Inilah alasan mengapa meminum teh ini dipercaya bisa menghentikan ASI.

Sayangnya, belum banyak penelitian yang bisa membuktikan keamanan mengonsumsi teh melati untuk menghentikan ASI.

Anda lebih disarankan untuk menggunakan teh melati sebagai salah satu bahan di dalam teh herbal lainnya, contohnya teh sage.

6. Minyak peppermint

Minyak peppermint dipercaya sebagai cara menghentikan ASI
Minyak peppermint dipercaya bisa menjadi cara menghentikan ASI

Saat dioleskan langsung ke payudara, minyak peppermint dipercaya bisa mengurangi produksi ASI. Selain itu, sensasi dinginnya juga bisa meredakan rasa sakit akibat payudara bengkak.

Namun, Anda perlu waspada karena minyak peppermint dalam dosis tinggi sangatlah berbahaya dan beracun. Maka dari itu, jangan menggunakannya jika Anda masih menyusui atau sedang menggendong anak di bagian dada.

7. Peterseli (parsley)

Peterseli atau parsley biasanya digunakan sebagai bumbu penyedap makanan. Namun, tahukah Anda kalau rempah ini bisa dikonsumsi untuk menghambat produksi ASI?

Sama seperti melati, peterseli juga bisa menurunkan kadar hormon prolaktin di dalam tubuh sehingga dianggap bisa menurukan produksi ASI. Untuk mencobanya, Anda bisa menaburkan peterseli di atas makanan secara rutin.

Baca Juga

  • Kapan Lampu Hijau Saatnya Bayi Makan Es Krim?
  • Memahami Milia pada Bayi, Bintik Putih Kecil yang Mirip dengan Jerawat
  • Mengenal Omphalocele, Kelainan yang Membuat Organ Bayi Tumbuh di Luar Tubuh

Catatan dari SehatQ

Meskipun berbagai cara menghentikan ASI di atas dianggap ampuh, cobalah berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mencobanya. Hal ini bertujuan supaya Anda mendapatkan panduan yang tepat untuk bisa menghentikan produksi ASI saat anak sudah disapih.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar ASI, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

bayi & menyusuiproduksi asimanfaat asi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved