3 Cara Menghangatkan ASI yang Aman

(0)
25 Jun 2020|Azelia Trifiana
Ibu harus tahu cara menghangatkan ASI menggunakan penghangat ASIASI dalam plastik
Bagi ibu bekerja, tentu familiar dengan aktivitas memerah dan paham betul cara menyimpan ASI perah agar tetap terjaga kualitasnya. Satu lagi yang wajib diketahui adalah bagaimana cara mengoperasikan penghangat ASI ketika akan memberikan ASI perah kepada si kecil.Meskipun kualitasnya pasti berbeda dengan ASI yang diberikan langsung lewat menyusui atau direct breastfeeding, sebisa mungkin ASI perah terjaga dengan memastikan perubahan suhunya tidak terlalu drastis.

Cara menghangatkan ASI yang tepat

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghangatkan ASI. Pilihan alat penghangat ASI pun beragam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta budget. Apa saja caranya?

1. Merendam di mangkuk

Cara paling konvensional saat menghangatkan ASI adalah dengan merendamnya di mangkuk dalam kondisi masih dalam wadah berisi air hangat. Dalam hal ini, wadahnya bisa berupa botol kaca atau plastik khusus sekali pakai. Idealnya, ASI perah yang sebelumnya ada di freezer dan akan diberikan kepada si kecil, sudah diturunkan ke chiller sehari sebelumnya.Menghangatkan ASI perah dengan merendamnya di mangkuk tidak perlu terlalu lama, hanya tunggu sampai ASI perah menjadi cair sempurna. Baru kemudian pindahkan ke media pemberian ASI yang biasa digunakan.

2. Mengaliri dengan air hangat

Selain merendam di mangkuk, ASI perah juga bisa dihangatkan dengan cara mengalirinya dengan air hangat (bukan air panas). Hanya perlu waktu beberapa menit sembari meletakkan ASI perah di dalam kontainer sehingga suhunya sesuai dengan suhu ruangan dan bisa dikonsumsi bayi.

3. Bottle warmer

Alat penghangat ASI yang lebih praktis dan juga banyak digunakan adalah bottle warmer. Ada banyak merek dengan fitur berbeda-beda yang bisa dipilih. Caranya cukup dengan meletakkan ASI perah di dalam bottle warmer dengan durasi yang disesuaikan dengan suhu ASI perah. Pastikan menguji terlebih dahulu ASI perah agar tidak terlalu panas sebelum memberikannya pada bayi.Perlakukan ASI perah seperti liquid gold yang begitu berharga. Pastikan proses menghangatkan ASI benar-benar sesuai prosedurnya agar kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, pastikan juga menghindari melakukan hal-hal seperti:
  • Menghangatkan ASI perah di microwave karena bisa menyebabkan suhu terlalu tinggi atau overheating dan dapat membakar lidah bayi
  • Menghangatkan ASI dengan memanaskannya di atas kompor
  • Mengembalikan ASI perah yang sudah diturunkan ke chiller kembali ke freezer
  • Mengaduk atau mengocok ASI perah untuk mencampur bagian foremilk dan hindmilk, lakukan gerakan swirl atau goyangkan perlahan saja agar tidak merusak komponen asi
  • ASI perah yang tidak habis masih bisa dikonsumsi dalam waktu 2 jam, jika lebih dari itu pastikan untuk membuangnya
Ikuti juga bagaimana kebiasaan bayi saat mengonsumsi ASI perah. Ada yang bisa mengonsumsinya tanpa perlu dihangatkan (suhu ruangan), ada yang harus benar-benar hangat. Hal terpenting adalah pastikan sudah memeriksa suhu ASI perah dengan meneteskannya ke tangan untuk memastikan suhunya tidak terlalu tinggi.Cara menghangatkan ASI yang benar juga bisa bagikan kepada pengasuh agar Anda lebih tenang saat meninggalkan Si Kecil.

Pengaruh menghangatkan ASI perah terhadap nutrisi

Ada beberapa penelitian yang mencari tahu lebih dalam pengaruh menghangatkan ASI perah terhadap nutrisi di dalamnya. Aturan yang pasti adalah jangan menghangatkan ASI perah di microwave atau di atas kompor karena bisa menyebabkan suhunya terlalu tinggi.Menghangatkan ASI perah dengan cara yang salah dapat menyebabkan kerusakan substansial pada kandungan nutrisinya. Hindari pula menggunakan air keran atau dispenser yang terlalu panas. Hanya gunakan air hangat untuk mencairkan ASI perah.Ibu yang baru beradaptasi dengan segala urusan memerah ASI dan memberikannya kepada si kecil wajar jika merasa bingung pada awalnya. Namun perlahan, bisa diketahui strategi untuk bisa tetap bekerja dan memastikan nutrisi anak terpenuhi lewat ASI perah dari sang ibu.
bayi & menyusuitips parentingibu dan anak
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-warm-breast-milk#is-it-safe-to-reuse
Diakses pada 12 Juni 2020
Baby Gear Lab. https://www.babygearlab.com/expert-advice/best-practices-for-handling-breast-milk
Diakses pada 12 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait