logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

4 Cara Menghadapi Suami “Anak Mami”

open-summary

Anak laki-laki yang punya ikatan erat dengan ibunya bisa memiliki empati baik, termasuk kepada pasangannya. Sayangnya, yang terjadi bisa jadi sebaliknya apabila pasangan Anda termasuk anak mami. Komunikasi yang baik adalah cara menghadapinya.


close-summary

4 Mei 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Memiliki pasangan "Anak Mami" bisa membuat dukungan kepada Anda berkurang

Memiliki pasangan "Anak Mami" bisa membuat dukungan kepada Anda berkurang

Table of Content

  • Cara menghadapi pasangan “anak mami”
  • Catatan dari SehatQ

Ada orang yang salah satu kriteria memilih pasangannya adalah berdasarkan kedekatan dengan ibunya. Ini tidak buruk, karena kedekatan anak laki-laki dengan ibunya bisa membuatnya jadi sosok penyayang. Namun ketika kondisi anak mami ini sudah tak kenal batas, pernikahan Anda bisa terganggu karenanya.

Advertisement

Memang benar bahwa anak laki-laki yang punya ikatan erat dengan ibunya bisa memiliki empati baik, termasuk kepada pasangannya. Sayangnya, yang terjadi bisa jadi sebaliknya apabila pasangan Anda termasuk anak mami.

Meski begitu, istilah anak mami tidak selalu berkaitan dengan oedipus complex, di mana seseorang anak laki-laki memiliki ketertarikan seksual dengan ibunya.

Mengenal “anak mami”

Istilah “anak mami” biasanya menjadi label bagi seorang pria yang punya ketergantungan tidak sehat pada ibunya saat sudah dewasa. Padahal, seharusnya mereka sudah bisa menjadi sosok mandiri. Menurut para ahli psikologi, kondisi ini bisa berakar pada masalah di masa kecil.

Bagi Anda yang curiga pasangan merupakan anak mami, berikut ini beberapa indikator yang membedakannya dari sekadar dekat dengan ibu:

  • Tidak bisa mengambil keputusan sendiri

Anak mami selalu harus bertanya kepada ibunya saat akan mengambil keputusan, bahkan yang sepele sekalipun. Jangan heran pula apabila anak mami memutuskan untuk lebih percaya kepada saran ibunya ketimbang diskusi panjang kali lebar dengan Anda.

  • Tidak mandiri

Pola semacam ini juga membuat anak mami tidak bisa mandiri, terlepas dari berapa usia mereka. Pasangan yang anak mami akan terus menerus bergantung pada pasangan untuk memenuhi kebutuhan finansial, emosional, hingga sosial sekalipun.

  • Tidak tahu batasan waktu

Bahkan ketika sudah dewasa dan seharusnya bisa mengatur jadwal sendiri, anak mami akan kesulitan melakukannya. Selama 24/7, anak mami akan meminta ibunya mengurus dirinya bahkan untuk hal-hal sepele. Anda seakan menjadi sosok yang tidak terlihat untuk urusan semacam ini.

  • Tidak bisa berkata tidak

Kedekatan yang tidak sehat antara ibu dan anak laki-lakinya juga sangat mungkin membuat mereka enggan berkata tidak. Ini membuat batasan antara mana yang menjadi ranah ibu dan mana yang seharusnya menjadi urusan internal pasangan menjadi kabur.

  • Mengabaikan kebutuhan pasangan

Masalah ketergantungan terhadap sosok ibu ini juga dapat menimbulkan gesekan dalam hubungan. Pasangan anak mami cenderung lebih memprioritaskan ibunya, mengabaikan kebutuhan Anda. Hal ini akan membuat komunikasi berantakan.

Baca Juga

  • Jangan Remehkan 14 Manfaat Selada Ini Bagi Kesehatan
  • Bukannya Tepat Sasaran, Swamedikasi Bisa Memperburuk Penyakit Seseorang
  • 3 Vitamin Penambah Nafsu Makan Ini Baik untuk Kembalikan Selera

Cara menghadapi pasangan “anak mami”

berbicara dengan pasangan
Selalu mulai dengan komunikasi yang baik

Hubungan yang tidak sehat adalah kondisi tak terhindarkan ketika memiliki pasangan anak mami. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi, di antaranya:

1. Tetapkan batasan dengan jelas

Anda adalah Anda, bukan ibunya. Ini harus menjadi pembeda utama bahwa Anda tidak akan memperlakukan dia sama seperti bagaimana ibunya bersikap. Sampaikan bahwa ketika bersama ibunya, sepenuhnya hak dia untuk bersikap anak mami. Namun ketika bersama dengan Anda, dia harus bertindak selayaknya orang dewasa yang mandiri.

Mungkin saja saat mengaplikasikan hal ini, pasangan akan bersikap manipulatif. Namun, Anda harus tetap tegu pendirian. Jangan jadikan rasa cinta atau sayang sebagai tameng untuk menuruti keinginannya dan membuat batasan ini kembali jadi kabur.

2. Hidup terpisah

Sebaiknya hindari tinggal bersama dengan mertua apabila pasangan Anda adalah anak mami. Sangat besar kemungkinan hubungan sebagai ibu-anak akan menjadi lebih prioritas ketimbang suami-istri. Selain itu, bisa tak terhitung berapa kali suami akan berpihak kepada ibunya demi tidak membuatnya kecewa.

Lebih parahnya lagi, tinggal serumah juga memungkinkan suami untuk langsung ke ibunya ketika ada masalah di antara kalian, bukannya mencari solusi bersama.

Oleh sebab itu, hidup terpisah adalah pilihan bijak. Ketika terpaksa tinggal bersama karena faktor finansial, pastikan ada tenggat waktu berapa lama hal ini berlangsung.

3. Hindari konfrontasi

Ingat posisi Anda sebagai menantu. Seberapa parahnya kondisi anak mami suami, Anda tetap tidak boleh melakukan konfrontasi langsung dan meminta mertua untuk tidak mencampuri urusan. Jangan pernah terbawa emosi dan berbicara dengan mertua dalam kondisi ini pula.

Ketika akan membawa topik ini dalam diskusi, sampaikan dengan jujur bahwa Anda merasa sedikit cemburu dan ingin lebih banyak waktu berdua dengan pasangan. Jadilah sosok yang sensitif.

Ingatkan pula pasangan bahwa tak masalah untuk sesekali berkunjung ke rumah orangtua. Namun, bukan berarti sang ibu bisa datang kapan saja karena tidak ada batasan yang jelas. Anda dan pasangan juga butuh waktu untuk bertumbuh.

4. Ambil keputusan sendiri

Apabila pasangan sangatlah bersifat anak mami sehingga sulit mengambil keputusan sendiri, Anda harus tegas. Jangan jadikan ibunya sebagai pengambil keputusan mengambil alih posisi Anda sebagai individu atau pasangan.

Keputusan seputar keuangan, karir, pola asuh, atau bahkan liburan harusnya diambil oleh Anda dan pasangan. Ibu bukan penentu akhir kecuali memang Anda bertanya saran mereka.

Catatan dari SehatQ

Apabila memiliki pasangan yang merupakan anak mami, evaluasi secara saksama bagaimana hal ini berpotensi merusak hubungan kalian. Mungkin saat masih pacaran, kondisi ini tidak terlalu terlihat. Namun ketika masuk ke jenjang pernikahan hingga punya anak, kondisi ini bisa jadi masalah.

Komunikasi harus menjadi kunci menyelesaikan kondisi ini. Namun ketika tidak juga berhasil, coba pertimbangkan untuk bertanya kepada ahlinya. Anda bisa menanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalhidup sehatmenjalin hubungan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved