10 Jurus Jitu Menghadapi Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga


Ada banyak sekali masalah seputar mertua ikut campur dalam rumah tangga. Rasanya setiap versi ada, mulai dari yang ringan hingga paling parah sekalipun. Cara mengatasinya bisa dimulai dari membiarkan pasangan yang berkomunikasi hingga bersabar.

0,0
17 Oct 2021|Azelia Trifiana
Mertua ikut campur sering membuat kehidupan rumah tangga lebih rumitMertua ikut campur sering membuat kehidupan rumah tangga lebih rumit
Rasanya bersyukur, namun juga terkadang situasi bisa jadi rumit. Itulah kondisi yang bisa mendeskripsikan ketika mertua ikut campur. Ingin merespons secara blak-blakan seperti ke orangtua sendiri? Tentu mustahil. Khawatirnya, justru dianggap kurang santun dan memicu kesalahpahaman.
Terlepas dari itu, tetap ingat bahwa ketika sudah memutuskan menikah, maka keluarga pasangan telah menjadi keluarga Anda pula. Jadi, jangan pernah menuruti emosi dan meluapkan kekesalan yang bisa disesali di kemudian hari.

Cara menghadapi mertua ikut campur

Ada banyak sekali masalah seputar mertua ikut campur dalam rumah tangga. Rasanya setiap versi ada, mulai dari yang ringan hingga paling parah sekalipun. Lalu, bagaimana cara tepat menghadapi mertua ikut campur?

1. Biarkan pasangan yang berkomunikasi

Selalu ingat bahwa ketika menghadapi mertua, ada satu kekurangan yang Anda tak mungkin bisa kejar, yaitu belum mengenal mereka seumur hidup seperti halnya pasangan. Jadi, Anda tak tahu pasti apa kelebihan dan kelemahan mereka.Jadi, ada baiknya serahkan kepada pasangan untuk berkomunikasi kepada mertua. Mereka tahu di mana rambu-rambu saat berbicara. Bahkan saat ada yang dirasa kurang tepat pun, mereka bisa saling memaafkan dengan mudah.
  1. Anggap satu keluarga
Persepsi bahwa mertua adalah orang lain – berbeda dengan orangtua kandung – pasti ada dan sulit dihindari. Namun, sudah saatnya mengganti persepsi ini dan menggantinya dengan anggapan bahwa semua adalah satu keluarga.Dalam satu keluarga, sangat wajar apabila ada yang sifatnya berlainan. Karakteristik pasti beragam. Jadi, ketika mertua dirasa ikut campur berlebihan, persepsi ini bisa membantu untuk memaklumi keadaan apabila tidak terlalu berlebihan.

3. Tidak membesarkan masalah kecil

Di antara begitu banyak masalah yang Anda hadapi setiap harinya, jangan jadikan masalah seputar mertua ikut campur sebagai hal besar. Apabila tidak terlalu mengganggu hingga bertentangan dengan value Anda, maka tak perlu dibesar-besarkan.Mungkin terasa sulit pada awalnya. Hal kecil pun bisa merusak mood Anda sepanjang hari. Namun ketika sudah terbiasa, ini akan membantu agar emosi makin terkendali.

4. Validasi emosi

Tak ada bosan-bosannya dikedepankan bahwa validasi emosi dan perasaan diri sendiri itu penting. Jadi, ketika merasa marah atau kecewa dengan mertua ikut campur, coba duduk dan ambil jeda. Resapi apa yang tengah dialami sedetail mungkin.Pastikan situasi benar-benar tenang tanpa ada distraksi dari orang lain atau notifikasi smartphone. Setelah berhasil validasi perasaan, maka Anda bisa menelusurinya kembali dengan lebih tenang.Proses validasi dan evaluasi ini penting sehingga Anda bisa bersikap konstruktif terhadap situasi. Pikiran jadi lebih jernih sekaligus rasional.

5. Empati terhadap mertua

Bisa jadi, mertua ikut campur karena memang ada isu yang pernah menimpa dirinya. Atau bahkan, inner child-nya di masa kecil yang membentuknya menjadi sosok orang seperti ini.Mungkin, mertua cenderung ikut campur karena merasa anaknya direbut darinya? Atau ada pengalaman dan trauma masa lalu yang juga turut berpengaruh? Apapun itu, memahami latar belakang ini dapat membangun empati terhadap mereka.

6. Bersikap asertif

Asertif artinya tetap memiliki pendirian. Tidak harus terlalu sopan hingga tidak berani melalukan apapun, di sisi lain juga tidak menjadi emosional. Tetaplah jaga sikap asertif dengan memasang batasan sewajarnya bersama mertua. Di saat yang sama, tak perlu pula berpura-pura dengan sikap terhadap mertua.

7. Visualisasi menghilangnya kritik

Ketika menghadapkan kritik dari mertua, tak perlu menganggapnya personal. Lebih baik lagi jika Anda menguasai kemampuan untuk menghilangkannya. Contohnya dengan visualisasi kritik itu ada dalam sebuah balon berisi air, lalu menggelinding dari pundak dan pecah saat jatuh ke tanah.Kemampuan semacam ini setara dengan tidak membesar-besarkan masalah. Ketika sudah terbiasa, hidup akan terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan.

8. Temukan tempat meluapkan perasaan

Akan jauh lebih baik apabila Anda bisa meluapkan perasaan dengan netral. Bisa kepada pasangan, teman tepercaya, saudara, atau menulis jurnal. Sesuaikan saja dengan mana yang paling sesuai dengan diri Anda.Cara ini sama dengan relaksasi. Artinya, Anda tidak akan didominasi rasa marah yang justru bisa merusak hubungan dengan mertua. Keluarkan energi negatif dengan cara yang tepat.

9. Batasi keterlibatan

Jika mertua ikut campur dengan cara berlebihan sampai mengganggu keharmonisan dalam keluarga Anda, tak ada salahnya membatasi keterlibatan mereka. Kurangi frekuensi pertemuan dan interaksi tidak langsung.Jika masih tinggal satu atap, terapkan batasan yang tepat seperti tinggal di lantai atas dan bawah. Atau, upayakan punya dua dapur yang berbeda. Cara apapun dapat membantu mengurangi potensi terjadinya konflik.

10. Tetap berbuat baik

Langkah terakhir sekaligus bisa jadi senjata ampuh menghadapi mertua ikut campur adalah tetap berbuat baik. Ketika mereka membuat Anda merasa tak betah di rumah, tetap puji kelebihan mereka. tentu tidak mudah mewujudkan hal ini. Perlu kebijaksanaan dan kesabaran luar biasa.

Catatan dari SehatQ

Ketika sedang berada di situasi sangat sulit dan gerah dengan mertua ikut campur, coba lihat dari perspektif lebih luas. Untuk bisa melakukan ini, ambil napas panjang dan beri jeda. Sebab, mustahil bisa berpikir jernih ketika sedang merasa emosi.Mengurangi interaksi dan menerapkan batasan yang tegas akan memudahkan Anda dalam menghadapi mertua. Selain itu, ingat pula jasa mereka selama ini yang pasti telah membantu memudahkan hidup Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara validasi emosi ketika merasa kewalahan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjalin hubunganpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/singletons/201412/10-tips-surmounting-in-law-difficulties
Diakses pada 4 Oktober 2021
Scary Mommy. https://www.scarymommy.com/deal-with-overbearing-mother-in-law/
Diakses pada 4 Oktober 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/mate-relate-and-communicate/201311/how-handle-your-monster-in-law
Diakses pada 4 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait