7 Cara Menghadapi Anak Pemarah yang Harus Diketahui Orangtua

(0)
12 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kewalahan menghadapi anak pemarah? Bantulah ia dalam mengerti perasaannya.Salah satu cara efektif menghadapi anak pemarah ialah beri tahu ia apa yang harus dilakukan saat sedang marah.
Menghadapi anak pemarah bukanlah tugas yang mudah bagi orangtua. Akan tetapi, Anda tetap harus berusaha mencari cara untuk mengatasi anak pemarah dan cengeng. Sebab, penting bagi Si Kecil untuk mengetahui cara mengelola amarahnya dengan cara yang lebih positif.

Cara menghadapi anak pemarah yang bisa dilakukan orangtua

Sebelum mengenal lebih jauh terkait cara mengatasi anak suka marah, Anda perlu memahami bahwa amarah adalah perasaan yang normal untuk mengungkapkan emosinya dan dilakukan anak saat situasi sedang tidak adil atau benar.Namun jika amarahnya sudah tidak bisa dikontrol dan Si Kecil bertindak agresif, sudah saatnya Anda sebagai orangtua membantunya.

1. Ajari anak tentang perasaan

Anak-anak cenderung akan marah saat mereka tidak mengerti dan tidak mampu menyuarakan perasaannya. Seorang anak yang tidak mengatakan, "Aku sedang marah!" cenderung akan mengekspresikan amarahnya dengan bertindak agresif untuk mendapatkan perhatian.Untuk membantu anak mengatasi rasa marahnya, Anda bisa membantu mereka mengenali kata-kata seperti "marah", "sedih", "bahagia", dan "takut". Dengan begitu, anak akan mengetahui apa yang harus diekspresikan saat sedang marah.Seiring berjalannya waktu, coba ajari anak dengan kata-kata yang lebih ‘dewasa’, seperti "frustrasi", "kecewa", "khawatir", hingga "kesepian".

2. Ciptakan termometer amarah

Siapkan kertas dan buatlah gambar termometer dengan angka dari 0 hingga 10. Di dalam termometer itu, angka 0 berarti tidak marah, angka 5 berarti sedang marah, dan angka 10 berarti sangat marah.Saat anak sedang terlihat marah, cobalah berikan kertas itu dan biarkan anak menentukan seberapa marah dirinya. Dengan begitu, ia akan belajar untuk mengetahui tingkat amarah tengah dirasakan.

3. Beri tahu anak apa yang harus dilakukan saat ia marah

Anda harus bisa memberi tahu anak apa yang dapat ia lakukan saat sedang marah. Cobalah tegaskan pada mereka untuk berdiam diri di kamar dan belajar menenangkan diri, dibandingkan melempar mainannya.Dukung mereka untuk mewarnai, membaca buku, atau melakukan aktivitas menenangkan lainnya saat sedang marah. Bahkan, Anda bisa mempersiapkan kotak berisikan ‘pertolongan pertama’ untuk anak marah. Isilah kotak itu dengan buku favoritnya, stiker yang dapat ditempel, atau losion yang baunya menenangkan.

4. Ajari anak teknik mengelola amarah

Salah satu cara terbaik untuk menghadapi anak pemarah adalah mengajarinya teknik mengelola amarah. Contoh yang paling sederhana adalah melakukan latihan pernapasan yang bertujuan untuk menenangkan pikiran anak saat ia marah.Selain itu, berjalan kaki di luar rumah atau berhitung 1 hingga 10 juga bisa dijadikan teknik mengelola amarah.

5. Jangan pernah mengalah pada anak yang sedang marah

Amarah kadang dapat digunakan oleh anak untuk mendapatkan apa yang ia mau. Jika orangtua mengalah dan memberikan apa yang anak mau, ia akan menyadari bahwa tindakan tersebut adalah cara efektif untuk mendapatkan apa yang diingikannya.Lebih baik Anda mengajari anak tentang cara-cara yang lebih positif dan baik jika ia ingin meminta sesuatu.

6. Berikan hukuman yang wajar

Memberikan hukuman atau konsekuensi yang wajar atas perilaku buruk anak dapat membuatnya lebih disiplin dan bertindak lebih baik lagi. Buatlah peraturan yang harus dipatuhi anak di rumah. Jika ia melanggarnya, berikan hukuman yang wajar.Misalnya, saat anak sedang marah, ia melempar mainannya hingga rusak. Segera minta anak untuk membantu Anda memperbaiki mainannya atau melakukan pekerjaan rumah dengan imbalan uang yang akan digunakan untuk membetulkan mainan yang rusak.

7. Hindari dengan tontonan yang kasar dan agresif

Jika anak sedang bertindak agresif, jauhkan ia dari tontonan atau game yang kasar. Sebab, berbagai media tersebut dapat menyebabkan sifat marahnya semakin parah. Cobalah kenalkan mereka dengan buku, game, atau tontonan yang memperlihatkan hal-hal positif dan lembut.

Penyebab anak mudah marah

Anak mudah marah bisa disebabkan oleh masalah di sekolah
Anak pemarah? Bisa jadi ada masalah di sekolah!
Ada banyak penyebab anak mudah marah yang harus diketahui orangtua, di antaranya:
  • Melihat anggota keluarga lainnya sedang berdebat dan memarahi satu sama lain
  • Masalah pertemanan
  • Sering di-bully
  • Sedang kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau ulangan di sekolah
  • Merasa stres, cemas, dan takut akan sesuatu
  • Perubahan hormon selama masa pubertas.
Cobalah bertanya pada anak mengenai apa yang membuat mereka marah. Jika perlu, mintalah bantuan psikolog untuk membantu anak Anda melewati fase ini.

Catatan dari SehatQ

Jika memang anak Anda belum bisa mengentrol emosinya, cobalah lakukan berbagai cara menghadapi anak pemarah di atas. Jika memang belum ampuh juga, mungkin sudah saatnya Ayah dan Bunda meminta bantuan psikolog.Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingparenting stressmanajamen amarahgaya parenting
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/ways-to-help-an-angry-child-1094976
Diakses pada 29 Januari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stress-anxiety-depression/dealing-with-angry-child/
Diakses pada 29 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait