Cara Efektif Menghadapi Anak Nakal untuk Perbaiki Perilakunya

Penyebab anak nakal biasanya adalah mencari pertolongan atau menginginkan perhatian lebih
Cara menghadapi anak nakal yang efektif adalah dengan mencari tahu penyebab kenakalannya terlebih dahulu.

Pernahkah mengalami situasi ketika memiliki anak yang pintar bergaul, sering berperilaku baik, tapi memiliki sifat nakal yang luar biasa, bahkan bisa membuat Anda bingung? Terkadang dia tidak akan mendengarkan Anda sama sekali. Tidak mau mendengar dan bahkan menjahili adik di rumah. Mungkin Anda jadi berpikir, bagaimana cara menghadapi anak nakal ini?

Penyebab Anak Nakal

Pada usia tertentu, anak memang memiliki kelakuan yang sulit diatur. Anda jadi sulit membedakan mana kenakalan yang normal dan mana yang membutuhkan intervensi khusus. Pakar anak Christine Carter, Ph.D., mengatakan bahwa kelakuan nakal anak biasanya punya dua penyebab: mencari pertolongan atau mencari perhatian.

Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Orangtua harus benar-benar mendengar kebutuhan anak. Jadi, kaji terlebih dahulu penyebab anak nakal dan cara menghadapi anak nakal di rumah berikut ini.

Tingkah Anak Nakal ke-1: Melawan saat Dimarahi

Alasan:

Kekecewaan, kemarahan, atau frustasi

Cara Menghadapinya:

Tunjukkan perbedaan antara apa yang dirasakannya dengan apa yang diperbuatnya. Emosi adalah hal yang sehat, kemudian katakan kepadanya kalau Anda mengerti perasaannya dan mau membantunya keluar dari kemarahan yang sedang dirasakannya.

Ahli menyarankan agar orangtua mengajarkan cara berikut untuk meredakan emosi anak, misalnya menyuruh anak bernafas dalam-dalam sebanyak 10 kali atau tuliskan kemarahannya. Setelah dia mulai tenang, ajak anak berdiskusi atas kemarahan yang baru dialaminya tersebut.

Kenakalan ke-2: Tidak Patuh atau Mengabaikan Orangtua

Alasan:

Anak sedang menguji batasan dan menginginkan kendali atas kebebasannya karena terlalu sering dikekang. Mungkin orangtua masih memperlakukan dia seperti anak kecil, padahal seiring pertumbuhannya anak juga butuh sedikit kebebasan.

Cara Menghadapinya:

Biarkan mereka membuat pilihan sesuai usianya, misalnya memberikan mereka waktu bersantai dari jadwal hariannya yang padat. Namun, mereka juga harus tahu bahwa ada batasan yang harus dipatuhi, karena dikhawatirkan anak malah semakin bebas atau memanipulasi Anda untuk memberikan lebih banyak kebebasan padanya. Ingat untuk konsisten pada peraturan yang anda tetapkan.

Kenakalan ke-3: Memohon dan Tidak Patuh Walau Dilarang

Alasan:

Mereka ingin Anda menurutinya

Cara Menghadapinya:

Negosiasi antara orangtua dan anak adalah hal yang normal, tetapi bedakan antara merengek dan memohon. Jika Anda menolak permintaan anak, dia harus belajar mengatasi kekecewaannya. Orang tua harus tetap tegas ketika memang tidak ada pilihan lain untuk didiskusikan. Caranya dengan memberitahu anak untuk tidak meminta hal tersebut lagi. Teguh pada pendirian Anda dan jangan buka peluang negosiasi.

Kesalahan ke-4: Bersikap Jahat

Alasan:

Anak membutuhkan bantuan untuk sesuatu hal

Cara Menghadapinya:

Anak yang kasar terhadap orang lain mungkin saja marah atas ketidakmampuannya sendiri. Anak-anak adalah jagonya menghindari perasaan, jadi kenakalannya bisa saja karena dia merasa kesepian atau kesulitan dengan sesuatu hal, misalnya pelajaran di sekolah. Anda harus aktif mencari tahu permasalahannya dan berdiskusi dengan guru untuk mencari solusi terbaik.

Repons Proaktif untuk Perbaiki Perilaku Anak

Seorang konselor bernama Erin Leyba, LCSW, Ph.D. mengatakan, orangtua bisa saja menganggap anak mereka nakal. Padahak sebenarnya, sang anak tidak nakal. Saat anak bersikap di luar kendali karena faktor lingkungan, fase perkembangan, atau bahkan perilaku orangtua, tentu diperlukan respons proaktif orangtua untuk memperbaiki perilaku anak.

Jika kenakalan anak tidak dapat Anda atasi dengan cara di atas, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain, misalnya kerabat yang disukai anak, guru, atau terapis untuk menghentikan kenakalan anak. Jangan abaikan juga anak yang terlalu pendiam, bisa jadi dia memiliki masalah terpendam. Ingatlah untuk terus memperhatikan kesehatan emosional anak Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/help-my-kid-is-jerk#1
Diakses pada Oktober 2018

Psychology Today.
https://www.psychologytoday.com/us/blog/joyful-parenting/201705/not-naughty-10-ways-kids-appear-be-acting-bad-arent
Diakses pada 22 Maret 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed