7 Cara Menggunakan Minyak Esensial, Waspadai Juga Risikonya

(0)
25 Jul 2020|Azelia Trifiana
Cara penggunaan minyak esensial sangat beragamMinyak esensial selain bermanfaat untuk wewangian juga baik untuk kulit
Essential oil atau minyak esensial begitu populer dengan berbagai jenis dan khasiatnya masing-masing. Namun, harus teliti dan tahu betul cara menggunakan minyak esensial agar tidak menimbulkan efek samping. Berbeda kandungan minyak esensial, berbeda pula cara penggunaannya. Ada yang harus dicampur (dilute) dengan minyak lain, ada pula yang aman digunakan langsung.Minyak esensial adalah ekstrak alami dari daun, bunga, atau batang tanaman dalam konsentrasi tinggi. Belakangan, minyak esensial banyak digunakan sebagai bagian dari “obat-obatan” karena manfaatnya dalam melawan virus, bakteri, dan lainnya.

Cara menggunakan minyak esensial

Jika memutuskan untuk mulai mencoba berbagai ragam minyak esensial, harus tahu betul cara penggunaannya. Beberapa cara menggunakan minyak esensial di antaranya:

1. Diffuser

Diffuser adalah alat yang bisa membantu menyebarkan minyak esensial ke udara dalam ruangan. Ada beberapa jenis diffuser yang bisa digunakan, lengkap dengan panduannya masing-masing. Bentuknya bisa berupa keramik, elektrik, lilin, reed, hingga ultrasonic.Ketika menggunakan diffuser, Anda bisa mencampur beberapa tetes minyak esensial sekaligus. Tak hanya untuk kesehatan, penggunaan minyak esensial dengan diffuser juga bisa untuk relaksasi. Namun, perhatikan risiko bahaya minyak esensial terhirup oleh ibu hamil, menyusui, anak-anak, atau hewan peliharaan.

2. Dihirup

Cara menggunakan minyak esensial yang paling sederhana adalah dengan menghirupnya dalam-dalam beberapa kali. Namun, perhatikan agar jangan sampai minyak esensial tertentu mengalami kontak langsung dengan kulit.Selain menghirup langsung dari botolnya, bisa juga dilakukan metode uap yaitu dengan menyiapkan semangkok air panas yang ditetesi minyak esensial. Kemudian, letakkan handuk di atas kepala agar uap tetap mengarah ke wajah. Barulah hirup uapnya selama beberapa menit. Metode ini bisa diulang beberapa kali.

3. Evaporasi kering

Cara menggunakan minyak esensial ini hanya memerlukan material kering seperti kapas atau kain lembut. Kemudian, cukup tambahkan beberapa tetes minyak esensial ke kain dan hirup dalam-dalam. Bisa dengan cara ditempelkan ke hidung atau dibiarkan dalam ruangan.

4. Diaplikasikan ke kulit

Ini adalah cara menggunakan minyak esensial yang paling populer, yaitu diaplikasikan langsung ke kulit lewat pijatan. Umumnya, pijatan dengan minyak esensial akan difokuskan pada area otot yang mengalami nyeri atau tegang.Selain itu, bisa juga dengan dipijatkan perlahan ke titik seperti pelipis dan pergelangan tangan. Minyak esensial juga bisa dipijatkan ke kaki dan sekitar hidung.Bergantung pada jenis minyak esensialnya, ada yang aman jika langsung diaplikasikan ke kulit tanpa harus dicampur dengan carrier oil. Namun, setiap orang dan setiap minyak esensial bisa bereaksi berbeda. Utamanya jika mengaplikasikan pada anak-anak dan ibu hamil, perhatikan cara aman penggunaan minyak esensial sebelum mengaplikasikannya.

5. Humidifier

Berbeda dengan diffuser, alat humidifier bekerja untuk membuat udara dalam ruangan lebih lembap. Meski demikian, tidak semua humidifier direkomendasikan untuk digunakan bersama dengan minyak esensial. Apabila memang bisa, cara penggunaannya cukup dengan meneteskan minyak esensial ke tempat airnya.Kemudian, minyak esensial secara alami akan tersebar ke seluruh ruangan. Jangan lupa untuk selalu membersihkan humidifier secara berkala agar tetap bekerja optimal.

6. Dicampur dengan alat mandi

Anda juga bisa menambahkan beberapa tes minyak esensial ke produk seperti sampo, kondisioner, atau sabun. Selain itu, bisa juga dengan meneteskan minyak esensial ke kain lembap kemudian digunakan untuk menggosok tubuh saat mandi.Namun perlu diingat, minyak esensial sebaiknya selalu disimpan di ruangan selain kamar mandi. Tujuannya agar tidak berada dalam ruangan yang terlalu panas serta kesejukannya terjaga. Ini bisa berpengaruh terhadap kualitas minyak esensial yang dimiliki.

7. Dicampur dengan produk perawatan kulit

Tak jarang orang menambahkan minyak esensial ke produk perawatan kulit hingga peralatan makeup. Biasanya, minyak esensial ditambahkan ke toner, serum, atau essence. Namun mencampurkan ini tentu harus benar-benar tepat komposisinya agar tidak menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit.

Waspada sebelum gunakan minyak esensial

Terlepas dari banyaknya manfaat minyak esensial sesuai dengan jenisnya, tetap ada risiko dari penggunaannya. Beberapa kelompok ini sebaiknya tidak menggunakan minyak esensial tanpa rekomendasi dari dokter, yaitu:
  • Lansia
  • Anak-anak di bawah 12 tahun
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
Orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu juga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial. Contohnya mereka yang mengonsumsi obat penurun tekanan darah, penambah imun, atau epilepsi.Reaksi kulit seseorang ketika terkena minyak esensial secara langsung pun berbeda. Ada orang yang lebih sensitif dibanding lainnya, oleh karena itu sebaiknya selalu menggunakan minyak esensial dengan mencampurnya terlebih dahulu dengan carrier oil seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Melakukan patch test juga disarankan untuk tahu apakah ada reaksi alergi tertentu.
hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-use-essential-oils
Diakses pada 11 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-essential-oils
Diakses pada 11 Juli 2020
Teen Vogue. https://www.teenvogue.com/story/how-to-use-essential-oils
Diakses pada 11 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait