6 Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Wajib Diketahui Orangtua Baru

Cara menggendong bayi yang benar perlu dipelajari oleh orangtua baru
Menggendong bayi baru lahir perlu dilakukan secara hati-hati oleh orangtua

Bagi setiap orangtua, pengalaman menggendong bayi baru lahir bisa jadi menegangkan karena kondisi bayi yang memang masih rentan. Namun, Anda tidak perlu khawatir lagi karena ada cara menggendong bayi baru lahir yang aman dan mudah dilakukan.

Mempelajari cara menggendong bayi yang benar

Sebelum membahas mengenai cara menggendong bayi, Anda perlu mengetahui beberapa pengetahuan dasar dalam menggendong bayi baru lahir. Berikut langkah yang sebaiknya Anda ikuti dalam menggendong bayi baru lahir:

Langkah 1: cuci tangan terlebih dahulu

Selalu pastikan tangan Anda bersih sebelum memegang bayi mengingat sistem imun bayi masih berkembang sehingga rentan terkena bakteri yang mungkin ada di tangan Anda.

Sebisa mungkin cuci tangan dengan air dan sabun. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol sehingga dapat membunuh kuman di telapak tangan secara instan.

Langkah 2: pastikan Anda nyaman

Menggendong bayi memang kewajiban, tapi Anda juga harus melakukannya dengan rasa senang sehingga bayi dan orangtua akan sama-sama merasa nyaman.

Merasa sedikit gugup saat pertama menggendong bayi baru lahir adalah hal normal, namun perasaan itu akan memudar seiring berjalannya waktu karena Anda sudah semakin terbiasa menggendong bayi.

Langkah 3: topang kepala bayi

Apa pun cara menggendong bayi yang Anda pilih, pastikan untuk selalu menopang leher dan kepala bayi. Pada bayi baru lahir, kepala merupakan bagian tubuh mereka yang paling berat, dan lagipula bayi baru lahir belum memiliki otot leher yang kuat untuk menopang kepala tersebut. Otot leher bayi biasanya mulai kuat jelang usia 4 bulan.

Langkah 4: mengangkat bayi

Posisikan tangan kanan Anda di bawah leher dan kepala bayi, sedangkan tangan kiri di bawah bokong, lalu angka bayi hingga setinggi dada. Anda juga dapat memposisikan tangan kiri di bawah leher/kepala dan tangan kanan di bawah bokong jika memang lebih nyaman dengan posisi seperti itu.

Cara menggendong bayi baru lahir berdasarkan posisinya

Terdapat beberapa cara menggendong bayi baru lahir yang dapat Anda pilih. Variasi cara ini biasanya disesuaikan dengan kenyamanan Anda dan bayi, serta dilakukan untuk tujuan yang spesifik, misalnya menyusui atau menyendawakan bayi.

Berikut beberapa variasi cara menggendong bayi baru lahir yang dapat Anda pilih.

  • Gendong ayunan: ini adalah cara menggendong bayi yang paling sering dilakukan oleh orangtua di seluruh dunia. Posisi ini memang merupakan cara menggendong bayi yang natural sehingga dapat memberi kenyamanan pada ibu dan bayi, terutama ketika menyusui. Caranya, letakkan kepala bayi di sudut salah satu lengan dan lengan yang lain ditempatkan di bawah badan bayi.

  • Gendong bahu: kepala bayi disenderkan di bahu bagian depan. Lengan Anda yang satu menopang leher dan kepala bayi, sedangkan yang satu lagi menahan bokong dan punggung bagian bawah. Cara menggendong bayi ini biasanya dilakukan untuk menyendawakan bayi seusai menyusu.

  • Gendong futbol: bayi baru lahir diletakkan telentang di sepanjang lengan dengan telapak tangan Anda menopang leher dan kepalanya.

  • Gendong pangku: cara gendong bayi yang satu ini paling cocok dilakukan saat Anda ingin bermain dengan si kecil. Berbaringlah telentang menghadap ke atas dengan kaki ditopang. Lalu, letakkan bayi di atas pangkuan Anda dengan kepala bersandar pada lutut dan kakinya di atas perut Anda. Jangan lupa untuk menggunakan kedua tangan Anda untuk menopang kepala bayi dan menjaganya agar tidak jatuh ke satu sisi.

  • Gendong perut: biarkan bayi berada dalam posisi tengkurap di pangkuan Anda dengan lengan Anda menopang dada atau dagu bayi. Cara menggendong bayi ini juga bisa dijadikan sebagai posisi menyendawakan. Ingat, jaga saluran napas bayi agar tidak terhalang apa pun dan hentikan cara ini jika bayi merasa tidak nyaman.

  • Menggunakan gendongan: saat ini, banyak gendongan bayi yang dijual di pasaran dengan berbagai posisi bayi. Pastikan Anda memilih jenis gendongan khusus bayi baru lahir yang menyesuaikan dengan kondisi fisik bayi Anda.

Jangan ragu untuk menggendong bayi, apalagi ketika ia menangis karena itu menandakan dirinya haus atau mungkin hanya butuh kenyamanan dari pelukan Anda saat menggendongnya. Jangan beranggapan bayi menangis untuk mengelabui Anda karena mereka belum bisa berpura-pura sampai setidaknya berusia 9 bulan.

Anda juga tidak usah khawatir mengenai mitos ‘bau tangan’ yang menggambarkan bahwa bayi selalu ingin digendong ibunya. Bayi memang memperoleh kenyamanan dan keamanan dari orang yang paling sering menggendongnya, yakni ibu, sehingga selalu ingin berada di pelukan Anda.

Faktanya, justru bayi yang sering digendong akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, percaya diri, dan lebih bahagia. Jadi, jangan takut menggendong bayi Anda sendiri.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-hold-a-newborn
Diakses pada 8 November 2019

Parents. https://www.parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/how-to-hold-baby/
Diakses pada 8 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infants-attention
Diakses pada 8 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed